Eks Penumpang Lambelu Dikarantina 3-4 Hari

Avatar photo

- Redaksi

Rabu, 19 Agustus 2020 - 21:54 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 10 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah pelaku perjalanan di lokasi karantina terpusat, Rabu (19/8)

Sejumlah pelaku perjalanan di lokasi karantina terpusat, Rabu (19/8)

Maumere-SuaraSikka.com: Sebanyak 183 pelaku perjalanan eks penumpang KM Lambelu dikarantina untuk 3-4 hari ke depan. Hal ini sesuai arahan Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo.

Informasi ini disampaikan Kepala BPBD Sikka Mohamad Daeng Bakir kepada wartawan di lokasi karantina terpusat di Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sikka, Rabu (19/8).

Dia mengatakan Satgas Covid Sikka harus melakukan lagi koordinasi dengan kepala desa-kepala desa sehingga pelaku perjalanan tidak mendapat penolakan saat dipulangkan.

Eks Penumpang Lambelu Dikarantina 3-4 Hari
Kepala BPBD Sikka Mohamad Daeng Bakir

“Kami koordinasikan dulu dengan kepala desa. Karena pengalaman ada yang pulang, ternyata kembali lagi ke sini akibat tidak diterima masyarakat,” ujar Mohamad Daeng Bakir.

Mohamad Daeng Bakir mengakui ada beberapa kepala desa yang meminta agar warganya dikarantina sementara di lokasi karantina terpusat.

Karantina untuk beberapa hari, kata dia, sekaligus untuk mencegah penularan virus corona yang bisa berdampak kepada transmisi lokal.

Eks Penumpang Lambelu Dikarantina 3-4 Hari
Petugas Dinkes Sikka melakukan skrining terhadap pelaku perjalanan, Rabu (19/8)

Selain menyampaikan kepada wartawan, informasi karantina selama 3-4 hari ini juga disampaikan Mohamad Daeng Bakir kepada para pelaku perjalanan. Dia menyampaikan melalui pengeras suara sehingga bisa didengar semua pelaku perjalanan.

Baca Juga :  SMPK Yapenthom 2 Maumere Raih Prestasi Gemilang pada FLS3N 2026 di Sikka

Informasi ini sempat mengundang reaksi protes dari sejumlah pelaku perjalanan. Mereka mengatakan Satgas Covid Sikka tidak beralasan mengarantinakan mereka secara terpusat, karena kedatangan mereka dilengkapi dengan dokumen hasil rapid test.

Pantauan media ini, sejak siang pelaku perjalanan sudah menyiapkan diri untuk pulang ke rumah. Mereka meyakini tidak dikarantina secara terpusat sebagaimana perlakuan Satgas Covid Sikka kepada pelaku-pelaku perjalanan sebelumnya.*** (eny)

Berita Terkait

Pedagang Pasar Alok Sempat Kejar, Bupati Sikka: Saya Tidak Melarikan Diri
Kecewa Bupati Sikka Melarikan Diri, Pedagang Pasar Alok Teriak Pemimpin Pengecut
Penertiban Brutal di Pasar Alok, Terpal Dirobek, Meja Dagangan Diinjak
Fraksi Partai Perindo Sikka Wanti-Wanti Pungli di Sekolah
Jurusan Rekayasa Perangkat Lunak di SMKS Yohanes XXIII Maumere, Juara LKS Tingkat Kabupaten Sikka
Polemik Dapur SPPG 3T di Sikka Seret AWK, Investor Sebut Belum Ada Pencairan BGN dan Bereskan Utang Rekanan di Lapangan
Rekanan Mengeluh, AWK Belum Bayar Pekerjaan 4 Titik Dapur SPPG di Sikka, Nilainya Mencapai Rp 754 Juta
Sekolah Dihancurkan demi Koperasi Desa Merah Putih, AHP: Sangat Keterlaluan

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 20:31 WITA

Pedagang Pasar Alok Sempat Kejar, Bupati Sikka: Saya Tidak Melarikan Diri

Kamis, 11 Juni 2026 - 18:17 WITA

Kecewa Bupati Sikka Melarikan Diri, Pedagang Pasar Alok Teriak Pemimpin Pengecut

Kamis, 11 Juni 2026 - 15:44 WITA

Penertiban Brutal di Pasar Alok, Terpal Dirobek, Meja Dagangan Diinjak

Kamis, 11 Juni 2026 - 07:50 WITA

Fraksi Partai Perindo Sikka Wanti-Wanti Pungli di Sekolah

Rabu, 10 Juni 2026 - 21:30 WITA

Jurusan Rekayasa Perangkat Lunak di SMKS Yohanes XXIII Maumere, Juara LKS Tingkat Kabupaten Sikka

Rabu, 10 Juni 2026 - 13:45 WITA

Rekanan Mengeluh, AWK Belum Bayar Pekerjaan 4 Titik Dapur SPPG di Sikka, Nilainya Mencapai Rp 754 Juta

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:27 WITA

Sekolah Dihancurkan demi Koperasi Desa Merah Putih, AHP: Sangat Keterlaluan

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:51 WITA

10 Kali Dapat Opini WTP, Bupati Sikka: Berkat Komitmen Eksekutif dan Legislatif

Berita Terbaru

Daerah

Fraksi Partai Perindo Sikka Wanti-Wanti Pungli di Sekolah

Kamis, 11 Jun 2026 - 07:50 WITA