Maumere-SuaraSikka.com: Sebanyak 183 pelaku perjalanan eks penumpang KM Lambelu dikarantina untuk 3-4 hari ke depan. Hal ini sesuai arahan Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo.
Informasi ini disampaikan Kepala BPBD Sikka Mohamad Daeng Bakir kepada wartawan di lokasi karantina terpusat di Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sikka, Rabu (19/8).
Dia mengatakan Satgas Covid Sikka harus melakukan lagi koordinasi dengan kepala desa-kepala desa sehingga pelaku perjalanan tidak mendapat penolakan saat dipulangkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami koordinasikan dulu dengan kepala desa. Karena pengalaman ada yang pulang, ternyata kembali lagi ke sini akibat tidak diterima masyarakat,” ujar Mohamad Daeng Bakir.
Mohamad Daeng Bakir mengakui ada beberapa kepala desa yang meminta agar warganya dikarantina sementara di lokasi karantina terpusat.
Karantina untuk beberapa hari, kata dia, sekaligus untuk mencegah penularan virus corona yang bisa berdampak kepada transmisi lokal.

Selain menyampaikan kepada wartawan, informasi karantina selama 3-4 hari ini juga disampaikan Mohamad Daeng Bakir kepada para pelaku perjalanan. Dia menyampaikan melalui pengeras suara sehingga bisa didengar semua pelaku perjalanan.
Informasi ini sempat mengundang reaksi protes dari sejumlah pelaku perjalanan. Mereka mengatakan Satgas Covid Sikka tidak beralasan mengarantinakan mereka secara terpusat, karena kedatangan mereka dilengkapi dengan dokumen hasil rapid test.
Pantauan media ini, sejak siang pelaku perjalanan sudah menyiapkan diri untuk pulang ke rumah. Mereka meyakini tidak dikarantina secara terpusat sebagaimana perlakuan Satgas Covid Sikka kepada pelaku-pelaku perjalanan sebelumnya.*** (eny)















