Buntut Polemik Dana BOS SD Wairotang, Kepsek “Pecat” Guru Honor

Avatar photo

- Redaksi

Kamis, 27 Agustus 2020 - 15:41 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 36 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Selviana Motong, guru honor pada SD Wairotang yang sempat

Selviana Motong, guru honor pada SD Wairotang yang sempat "dipecat" kepala sekolah

Maumere-SuaraSikka.com: Masalah Dana BOS pada SD Wairotang di Kecamatan Kewapante akhirnya berbuntut panjang. Kepala Sekolah “memecat” seorang guru honor yang dianggap tidak beretika.

“Pemecatan” dilakukan secara halus, dengan model penjaringan seleksi guru honor dan tenaga kependidikan. Guru honor yang dianggap tidak beretika tersebut akhirnya tidak diterima mengajar lagi di sekolah ini.

Kasus “pemecatan” ini sudah diselesaikan Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olah Raga (PKO) Kabupaten Sikka. Dinas merekomendasikan agar guru honor diaktifkan kembali, karena tidak ada persoalan sunstantif.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Dinas PKO Mayella da Cunha kepada media ini, Kamis (27/8), ) menjelaskan Bupati Sikka meminta guru honor tersebut diaktifkan kembali. Selain karena tidak ada argumentasi substantif, diketahui seleksi yang dilakukan sifatnya hanya formalitas untuk mendepak guru honor tersebut.

Anehnya, meski sudah diselesaikan, persoalan ini tembus hingga dinding politik. Komisi 3 DPRD Sikka, Kamis (27/8), menggelar rapat dengar pendapat (RDP) bersama Dinas PKO Sikka.

Baca Juga :  53.971 Unit Rumah di Flores Rusak Akibat Guncangan Gempa

RDP yang dipimpin Ketua Komisi 3 Alfridus Melanus Aeng, menghadirkan Kadis PKO Sikka Mayella da Cunha, Kepsek SD Wairotang Lusia Da Opa, guru honorer Selvina Motong, Komite Sekolah, dan sejumlah guru SD Wairotang.

Setelah mendengarkan penjelasan dari para pihak, Komisi 3 mengembalikan masalah ini ke pihak sekolah, dengan tetap menghormati semua keputusan yang telah terjadi.

“Kami kembalikan ke sekolah, silakan melaksanakan keputusan yang sudah ada, aktifkan lagi guru honor yang bersangkutan. Dengan catatan kepada Dinas PKO untuk melakukan pembinaan,” simpul Alfridus Melanus Aeng.

Kasus ini berawal dari penetapan besaran dana BOS untuk guru honor di sekolah itu. Pada pertemuan awal disepakati guru honor menerima Rp 500 ribu. Namun kesepakatan ini dimentahkan pada rapat tanggal 11 April 2020, di mana dana BOS untuk guru honor sebesar Rp 300 ribu.

Baca Juga :  Anak-Anak di Nitunglea-Palue Lewati 5 Titik Longsoran Ekstrim Demi Ambil Bantuan Sembako

Tidak puas dengan kesepakatan terakhir, Selviana Motong yang ditugaskan sebagai notulen rapat, secara spontan melemparkan buku notulensi rapat ke hadapan kepala sekolah dan dewan guru. Perilaku ini rupanya membuat kesal kepala sekolah yang 6 bulan lagi memasuki masa purnatugas.

Setelah kejadian itu, sekolah menggelar rapat komite dan dewan guru untuk membentuk Tim Penjaringan Seleksi Guru Honor dan Tenaga Kependidikan. Ini adalah pertama kali dilakukan seleksi guru honor dan tenaga kependidikan sejak Lusia Da Opa menjadi Kepala SD Wairotang dari tahun 2013.

Atas dasar berbagai pertimbangan, sekolah tidak lagi menerima Selviana Motong untuk mengajar di sekolah tersebut. Selviana Motong yang adah Guru Kelas 5 sudah mengajar di SD Wairotang sejak tahun 2009.*** (eny)

Berita Terkait

Pilkades Serentak Ditunda Tahun 2027, Sikap Bupati Sikka Plin-Plan
PMKRI Maumere, Timika, Mataram dan Solidaritas Pemuda-Pemudi NTB Salurkan Bantuan untuk Lansia Terdampak Gempa Flores
237 Penyintas Gempa di Gelora Samador da Cunha Maumere Pulang ke Rumah
Bupati Sikka Serius Pilkades Serentak Digelar Tahun Ini, Golkar dan Demokrat Tolak
Dugaan Korupsi Bencana di Sikka, Bantuan Seng untuk 5.000 Rumah Belum Teralisir
Cair! Rp 200 Miliar dari Presiden untuk Penanggulangan Bencana di NTT
BTT di Sikka Naik Seribu Persen Lebih, DPRD Ingatkan Potensi Pidana
Dua Korban Gempa Bumi di Palue Jalani Perawatan di Tenda Darurat RSUD TC Hillers Maumere

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 19:04 WITA

Pilkades Serentak Ditunda Tahun 2027, Sikap Bupati Sikka Plin-Plan

Rabu, 26 Agustus 2026 - 10:35 WITA

PMKRI Maumere, Timika, Mataram dan Solidaritas Pemuda-Pemudi NTB Salurkan Bantuan untuk Lansia Terdampak Gempa Flores

Selasa, 25 Agustus 2026 - 12:26 WITA

237 Penyintas Gempa di Gelora Samador da Cunha Maumere Pulang ke Rumah

Selasa, 25 Agustus 2026 - 10:08 WITA

Bupati Sikka Serius Pilkades Serentak Digelar Tahun Ini, Golkar dan Demokrat Tolak

Selasa, 25 Agustus 2026 - 07:01 WITA

Cair! Rp 200 Miliar dari Presiden untuk Penanggulangan Bencana di NTT

Senin, 24 Agustus 2026 - 21:35 WITA

BTT di Sikka Naik Seribu Persen Lebih, DPRD Ingatkan Potensi Pidana

Senin, 24 Agustus 2026 - 12:21 WITA

Dua Korban Gempa Bumi di Palue Jalani Perawatan di Tenda Darurat RSUD TC Hillers Maumere

Senin, 24 Agustus 2026 - 10:45 WITA

53.971 Unit Rumah di Flores Rusak Akibat Guncangan Gempa

Berita Terbaru

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad melantik Melchias Markus Mekeng menjadi Ketua Komisi XII DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (26/8) (foto: tempo)

Nasional

Melchias Mekeng Resmi Pimpin Komisi XII DPR RI

Rabu, 26 Agu 2026 - 19:35 WITA

Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago

Bencana Alam

Pilkades Serentak Ditunda Tahun 2027, Sikap Bupati Sikka Plin-Plan

Rabu, 26 Agu 2026 - 19:04 WITA

Petugas kesehatan dari TNI memeriksa kesehatan penyintas gempa bumi yang hendak pulang ke rumah, Senin (24/8)

Bencana Alam

237 Penyintas Gempa di Gelora Samador da Cunha Maumere Pulang ke Rumah

Selasa, 25 Agu 2026 - 12:26 WITA