Maumere-SuaraSikka.com: Pemkab Sikka akan menggelar kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka. Namun soal ini, terjadi perbedaan pendapat antara Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olah Raga Mayella da Cunha dengan Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo.
Saat kunjungan kerja di KSP Famili Aku Amanda Desa Umagera Kecamatan Kewapante, Selasa (25/8), Bupati Sikka memastikan KBM tatap muka akan dilaksanakan pada 1 September 2020.
Pernyataan ini berbeda dengan penjelasan Kadis PKO Sikka Mayella da Cunha kepada sejumlah wartawan, usai rapat dengar pendapat bersama Komisi 3 DPRD Sikka, Kamis (27/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Mayella da Cunha mengatakan Pemkab Sikka siap menyelengarakan KBM tatap muka di bulan September, dengan memperhatikan syarat-syarat protokoler kesehatan. Hal ini, kata dia, mengacu kepada SE Mendikbud Nomor 15 Tahun 2020 dan juga SKB 4 Menteri.
“Tanggalnya saya belum bisa pastikan, tapi di bulan September ini, sambil melihat seluruh persiapan instrumennya. Pihak sekolah juga harus siap,” terang Mayella da Cunha.
Secara teknis, urai mantan Camat Waigete ini, terlebih dahulu dia akan bertemu Penjabat Sekda Sikka selaku Ketua Pelaksana Satgas Covid Sikka, dengan maksud digelar rapat koordinasi bersama Satgas Covid Sikka untuk mendapatkan catatan dan rekomendasi.
Dia menambahkan untuk KBM tatap muka, pihak sekolah harus mengisi 6 daftar periksa, terdiri dari persiapan alat cuci tangan, wajib pakai masker, harus punya thermogun, sekolah harus bentuk tim gugus tugas covid, dan disinfektan untuk sterilisasi.
Ketika diklarifikasi bahwa Bupati Sikka telah memastikan 1 September 2020 KBM tatap muka dimulai, Mayella da Cunha menjawab dengan terbata-bata bahwa pihaknya akan berupaya memulai KBM tatap muka pada 1 September mendatang.
Dia mengaku soal rencana KBM tatap muka ini belum disosialisasikan. Saat ini, katanya, masih digodok di Bagian Hukum Setda Sikka, nantinya diterbitkan dalam bentuk Surat Edaran Bupati Sikka.*** (eny)















