Maumere-SuaraSikka.com: Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo memastikan kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap dimulai 1 September mendatang. Ironinya, justeru pemerintah sendiri tidak siap menggelarnya.
Ketidaksiapan pemerintah itu terlihat jelas dari keterangan Kepala Dinas Pendidikan dan Kepemudaan dan Olah Raga Kabupaten Sikka Mayella da Cunha pada beberapa kesempatan.
Usai mengikuti rapat dengar pendapat dengan Komisi 3, Kamis (27/8), menjawab wartawan, Mayella da Cunha belum bisa memastikan KBM tatap muka dilaksanakan 1 September. Dia mengatakan akan berupaya melaksanakan pada tanggal tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sehari sesudahnya, Jumat (28/8), Mayella da Cunha menegaskan bagi sekolah-sekolah yang belum siap, tidak usah terburu-buru menggelar KBM tatap muka.
Dia menegaskan itu saat menjadi pembicara pada Diskusi Penerapan Kegiatan Belajar Mengajar di Sekolah pada Masa Pandemi Covid-19 di Aula Kantor BPBD Sikka.
Pada forum diskusi tersebut, Mayella da Cunha juga mengatakan pihaknya baru akan menggelar pertemuan dengan Satgas Covid Sikka pada Senin (31/8) mendatang. Pertemuan dimaksudkan untuk mendapatkan masukan dan catatan terkait protokoler kesehatan.
Hasil pertemuan bersama Satgas Covid Sikka, ditambah strategi pembelajaran tatap muka pada masa pandemi Covid-19 yang dikeluarkan Dinas PKO Sikka, katanya, akan menjadi referensi bagi Bagian Hukum untuk menggodok Surat Edaran Bupati terkait KBM tatap muka pada masa pandemi virus corona.
Praktis dengan kondisi ini, KBM tatap muka yang digembar-gemborkan dimulai 1 September 2020 tidak bisa digelar tepat waktu.
Selain ketidaksiapan pemerintah, belum diketahui bagaimana juga persiapan sekolah-sekolah, orang tua, dan peserta didik. Hingga Jumat (28/8), Mayella da Cunha belum bisa memastikan berapa banyak sekolah di Kabupaten Sikka yang sudah menyatakan siap menggelar KBM tatap muka.
Berdasarkan Surat Keputusan Bersama 4 Menteri, untuk menentukan kesiapan menggelar KBM tatap muka, sekolah-sekolah harus mengisi daftar periksa pada laman Dapodik atau EMIS. Mayella da Cunha sendiri belum mengetahui berapa banyak sekolah yang sudah mengisi daftar periksa.*** (eny)















