Kadis PKO Sikka Akui KBM Tatap Muka Tidak Wajib Dilaksanakan 1 September

0
142
Kadis PKO Sikka Akui KBM Tatap Muka Tidak Wajib Dilaksanakan 1 September
Kepala Dinas PKO Sikka Mayella da Cunha

Maumere-SuaraSikka.com: Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olah Raga (PKO) Kabupaten Sikka Mayella da Cunha mengakui kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka pada masa pandemi Covid-19, tidak wajib dilaksanakan pada 1 September 2020 mendatang.

Hal ini dia kemukakan menjawab pertanyaan wartawan, Jumat (28/8), usai menjadi pembicara pada Diskusi Penerapan Kegiatan Belajar Mengajar di Sekolah pada Masa Pandemi Covid-19 di Aula Kantor BPBD Sikka.

“Kita tetap mengacu kepada protokoler kesehatan. Jadi kalau ada sekolah yang belum siap, bisa belakangan, tidak masalah,” jelas dia.

Dia menambahkan hingga Jumat (28/8) pihaknya belum mengetahui berapa banyak sekolah di Kabupaten Sikka yang siap melaksanakan KBM tatap muka pada 1 September 2020.

Kepastian kesiapan sekolah-sekolah, lanjut dia, baru akan diketahui pada Senin (31/8) mendatang.

“Nanti hari Senin, setelah Rakor (bersama Satgas Covid Sikka), saya akan tindaklanjuti dengan rapat bersama pengawas dan pembina sekolah. Nanti baru bisa tahu berapa persentase sekolah yang siap,” jelas Mayella da Cunha.

Mantan Camat Waigete itu menjelaskan diplomatif bahwa ada beberapa sekolah yang sudah siap. Dia berharap semua sekolah siap melaksanakan KBM tatap muka.

Sampai sekarang pemerintah setempat melalui Dinas PKO belum melakukan sosialisasi terkait strategi pembelajaran tatap muka pada masa pandemi Covid-19. Mayella da Cunha beralasan draft Surat Edaran Bupati Sikka sedang digodok di Bagian Hukum Setda Sikka.

Dalam penjelasan Mayella da Cunha saat Diskusi Penerapan Kegiatan Belajar Mengajar di Sekolah pada Masa Pandemi Covid-19, setidaknya terdapat 66 poin penting yang harus dilakukan para pihak yang terlibat.

Poin-poin penting itu termuat dalam strategi pembelajaran tatap muka pada masa transisi pandemi Covid-19, yang diterbitkan Dinas PKO Sikka.

Mayella da Cunha menyebutkan 66 poin penting itu bereferensi kepada Surat Keputusan Bersama 4 Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Tahun Ajaran 2020/2021 dan Tahun Akademik 2020/2021 di Masa Pandemi Covid-19.

Poin-poin penting ini terdistribusi dalam ketentuan umum, ketentuan khusus, teknis pembelajaran, serta pengaturan ruang kelas dan kurikulum.

Ketentuan umum memuat 17 poin, antara lain pengisian daftar periksa pada laman Dapodik atau EMIS. Sekolah yang belum memenuhi semua daftar periksa tidak diperbolehkan melakukan pembelajaran tatal muka.

Sementara itu ketentuan khusus memuat 27 poin, terdiri dari 7 poin untuk tenaga pendidik dan tenaga kependidikan, 8 poin untuk orang tua, dan 12 poin untuk peserta didik.

Di bagian teknis pembelajaran, terdapat 4 poin untuk jenjang PAUD, 3 poin untuk jenjang SD/MI, dan 4 poin untuk jenjang SMP/MTs. Pada bagian ini, antara lain pengaturan secara teknis KBM tatap muka dalam kelas terbatas, seperti jumlah pertemuan, jumlah peserta didik dalam kelas, dan waktu pelaksanaan.

Dinas PKO Sikka juga menyinggung 2 poin pengaturan ruang kelas dan 7 poin terkait kurikulum.

Untuk ruangan kelas misalnya, diatur ruangan kelas yang sudah digunakan, tidak dapat lagi digunakan pada proses pembelajaran hari itu.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini