Kadis PKO Sikka Dituding “Menipu” Banggar DPRD

Avatar photo

- Redaksi

Senin, 28 September 2020 - 12:46 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 3 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pimpinan Banggar DPRD Sikka Gorgonius Nago Bapa

Pimpinan Banggar DPRD Sikka Gorgonius Nago Bapa

Maumere-SuaraSikka.com: Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sikka berang gara-gara Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olah Raga (PKO) setempat dinilai telah “menipu” Banggar.

Pasalnya pada sidang Banggar, Jumat (25/9), Kadis PKO Mayella da Cunha menyetujui rasionalisasi anggaran dinas tersebut senilai Rp 900 juta lebih.

Rasionalisasi tersebut dilakukan pada beberapa mat anggaran untuk sejumlah program kegitan di tahun 2020 ini. Pimpinan Banggar Grogonius Nago Bapa sesuai kesepakatan rapat Banggar akhirnya mengetuk palu tanda persetujuan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam Rapat Banggar lanjutan, Senin (28/9), Asisten 3 Setda Sikka Robertus Ray menjelaskan sesuai rapat internal di tingkat Tim Pengelola Anggaran Daerah (TAPD), Kadis PKO meralat anggaran Rp 600 juta lebih yang sudah disetujui di Banggar. Alasannya karena anggaran tersebut sudah dimanfaatkan.

Informasi ini melahirkan amarah Banggar. Pimpinan Banggar Grogonius Nago Bapa menyesalkan ulah Kadis PKO yang dengan seenaknya menganulir anggaran Rp 600 juta lebih yang sudah disetujui Banggar.

Baca Juga :  Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki, Bandara Frans Seda Maumere Ditutup Sementara

Lebih dari itu, Gorgonius Nago Bapa kecewa karena keterangan Kadis PKO di Banggar hanya lebih bersifat asal omong saja, tanpa memahami dinamika program, kegiatan dan anggaran di dinas tersebut.

“Rasionalisasi anggaran Rp 600 juta itu Kadis PKO yang sampaikan sendiri di sini dalam rapat resmi.
Sudah diketuk palu. Ternyata Kadis hanya asal omong saja di sini. Kadis model apa begini, bisa hancur daerah ini kalau Kadis seperti ini,” kesal Wakil Ketua DPRD Sikka yang biasa disapa Us Bapa.

Us Bapa menegaskan sebagai Pimpinan Banggar yang telah mengetuk palu untuk mensahkan Rp 600 juta lebih, maka untuk menjaga marwah persidangan dia tidak bertanggungjawab mencabut kembali persetujuan Banggar.

“Saya sudah ketuk palu atas persetujuan kita terhadap penjelasan Kadis PKO. Siapa yang mau cabut (palu yang sudah diketuk)? Saya tidak mau cabut,” tegas dia.

Baca Juga :  Penertiban Brutal di Pasar Alok, Terpal Dirobek, Meja Dagangan Diinjak

Anggota Banggar DPRD Sikka Phillipus Fransiskus menyesalkan harga politik “ketuk palu” di Banggar yang dinilai Kadis PKO sebagai mainan saja.

“Aduh, ini kok ketuk palu anggaran macam mainan saja. Demi kewibawaan, apa yang sudah diketuk tidak bisa ditarik. Ini rapat resmi, ternyata Kadis PKO hanya cuap-cuap saja,” tegas Ketua Fraksi PAN.

Dia pun menyinggung, ada dua Kadis yang dianggapnya suka menyampaikan keterangan yang hanya cuap-cuap saja. Menurut dia, dua Kadis ini bermasalah, dan harus dipertimbangkan posisinya.

Pendapat yang sama disampaikan Antonius Hendrikus Rebu, anggota Banggar dari Fraksi Partai Golkar. Dia menegaskan bahwa rasionalisasi sebesar Rp 900 juta lebih itu sudah sah dalam rapat resmi. Dengan demikian, katanya, tidak boleh dianulir lagi.

Dia meminta TAPD menghadirkan Kadis PKO untuk kembali bertemu Banggar sehingga didalami lagi rasionalisasi anggaran pada dinas tersebut.*** (eny)

Berita Terkait

Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki, Bandara Frans Seda Maumere Ditutup Sementara
Pedagang Pasar Alok Sempat Kejar, Bupati Sikka: Saya Tidak Melarikan Diri
Kecewa Bupati Sikka Melarikan Diri, Pedagang Pasar Alok Teriak Pemimpin Pengecut
Penertiban Brutal di Pasar Alok, Terpal Dirobek, Meja Dagangan Diinjak
Fraksi Partai Perindo Sikka Wanti-Wanti Pungli di Sekolah
Jurusan Rekayasa Perangkat Lunak di SMKS Yohanes XXIII Maumere, Juara LKS Tingkat Kabupaten Sikka
Polemik Dapur SPPG 3T di Sikka Seret AWK, Investor Sebut Belum Ada Pencairan BGN dan Bereskan Utang Rekanan di Lapangan
Rekanan Mengeluh, AWK Belum Bayar Pekerjaan 4 Titik Dapur SPPG di Sikka, Nilainya Mencapai Rp 754 Juta

Berita Terkait

Sabtu, 20 Juni 2026 - 14:03 WITA

Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki, Bandara Frans Seda Maumere Ditutup Sementara

Kamis, 11 Juni 2026 - 20:31 WITA

Pedagang Pasar Alok Sempat Kejar, Bupati Sikka: Saya Tidak Melarikan Diri

Kamis, 11 Juni 2026 - 18:17 WITA

Kecewa Bupati Sikka Melarikan Diri, Pedagang Pasar Alok Teriak Pemimpin Pengecut

Kamis, 11 Juni 2026 - 15:44 WITA

Penertiban Brutal di Pasar Alok, Terpal Dirobek, Meja Dagangan Diinjak

Kamis, 11 Juni 2026 - 07:50 WITA

Fraksi Partai Perindo Sikka Wanti-Wanti Pungli di Sekolah

Rabu, 10 Juni 2026 - 18:31 WITA

Polemik Dapur SPPG 3T di Sikka Seret AWK, Investor Sebut Belum Ada Pencairan BGN dan Bereskan Utang Rekanan di Lapangan

Rabu, 10 Juni 2026 - 13:45 WITA

Rekanan Mengeluh, AWK Belum Bayar Pekerjaan 4 Titik Dapur SPPG di Sikka, Nilainya Mencapai Rp 754 Juta

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:27 WITA

Sekolah Dihancurkan demi Koperasi Desa Merah Putih, AHP: Sangat Keterlaluan

Berita Terbaru

Daerah

Fraksi Partai Perindo Sikka Wanti-Wanti Pungli di Sekolah

Kamis, 11 Jun 2026 - 07:50 WITA