Maumere-SuaraSikka.com: Estina Narek, 28 tahun, mengaku kesehatannya terjamin dan pikirannya tenang, berkat kehadiran program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang diselenggarakan BPJS Kesehatan.
Pegawai pada salah satu perusahaan swasta yang berada di Kota Maumere ini pun dengan semangat menceritakan pengalamannya saat berobat menggunakan JKN-KIS.
Estin — demikian sapaannya — tercatat sebagai peserta JKN-KIS sejak tahun 2018. Sebagai kasir, dia didaftarkan oleh perusahaan tempat dia bekerja.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Suatu waktu, ceritanya, dia mengalami suasana tubuh yang tidak berdaya. Lalu keluarga membawanya ke Puskesmas Beru untuk mendapatkan tindakan medis.
“Petugas medis tanya, punya KIS? Lalu saya tunjukkan KIS saya,” cerita dia.
Dari Puskesmas Beru, Estin dirujuk ke RS Santo Gabriel Kewapante. Wanita ini kuatir dan ragu akan kesehatannya, terutama dampak kepada biaya pengobatan.
“Petugas medis bilang tidak usah kuatir dengan biaya karena saya bisa andalkan KIS. Tapi saya ragu, karena ini pengalaman pertama saya berobat dengan menggunakan KIS,” lanjut dia.
Di RS Santo Gabriel Kewapante, Estin menunjukkan surat rujukan sekaligus memperlihat KIS. Dia pun langsung mendapatkan pelayanan medis. Kemudian dia menjalani rawat inap sesuai hak kelas rawat yang dijaminkan JKN-KIS.
Setelah kondisi kesehatannya berangsur normal, Estin diperbolehkan pulang ke rumah. Dan alhasil, dia tidak mengeluarkan biaya pengobatan karena sudah dijaminkan BPJS Kesehatan.
“Waktu saya tunjukkan KIS dan kenudian mendapatkan pelayanan, saya yakin sekali KIS ini benar-benar mujarab. Saya punya keraguan hilang, dan pikiran pun berubah jadi tenang,” kisah dia.
Dia mengaku mendapatkan pelayanan yang baik dan memuaskan selama di Puskesmas Beru dan RS Santo Gabriel Kewapante. Apalagi, katanya, jika pasien mengikuti prosedur awal dan tidak memiliki keinginan yang bertentangan dengan aturan.
Pengalaman ini mendorong Estin mengimbau warga masyarakat agar segera mendaftarkan diri menjadi peserta JKN-KIS. Masalah iuran, kata dia, tidak sebanding dengan manfaat yang diterima saat peserta mengalami sakit.
“JKN-KIS ini sangat bermanfaat. Yang penting kita taat administrasi dan ikuti prosedur, semuanya lancar tanpa kendala. Buktinya saya sudah memanfaatkan pelayanan dengan baik dan tidak ada biaya sama sekali,” ajak dia.
Dia meyakinkan bahwa membayar iuran setiap bulan, sama artinya dengan menabung, dan pada saatnya akan dimanfaatkan ketika peserta sakit. Jika peserta belum memanfaatkan, maka iuran tersebut bisa membantu peserta lain yang membutuhkan.*** (eny)















