Maumere-SuaraSikka.com: Marselinus Vatisan Siga, 41 tahun, selalu rutin membayar iuran Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Dengan cara itu dia dapat menikmati manfaat program ini.
Warga Kabupaten Sikka ini terdaftar sebagai peserta JKN-KIS segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU). Ini adalah kategori peserta mandiri yang mana iuran dibayar sendiri setiap bulan sebelum tanggal 10.
Marsel — demikian panggilannya — terdaftar sejak tahun 2015. Selama kurang lebih 5 tahun itu, dia baru dua kali memanfatkan program dengan prinsip gotong royong ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saya jarang menggunakan KIS, kalau tidak salah baru dua kali saja,” ujar dia.
Marsel menceritakan pengalamannya ketika berobat pada fasilitas kesehatan di dokter keluarga yakni Dokter Lince Holsen pada akhir Mei lalu. Kala itu dia merasa badannya kurang stabil.
Dia mengaku mendapatkan pelayanan yang memuaskan saat berobat pada fasilitas kesehatan tingkat pertama.
“Pertama kali petugas di situ tanya punya KIS atau tidak. Saya jawab bahwa saya peserta JKN-KIS. Lalu saya tunjukkan KIS saya yang dalam status aktif karena saya rajin membayar iuran. Hasil akhirnya saya berobat tanpa biaya karena sudah dijamin sepenuhnya oleh JKN-KIS yang diselenggarakan BPJS Kesehatan,” cerita dia.
Marsel mengucapkan terima kasih kepada BPJS Kesehatan yang telah memberikan perlindungan dan jaminan kesehatan bagi dirinya, dan juga bagi peserta JKN-KIS lainnya. Dia berharap lembaga ini terus meningkatkan pelayanan.
Kepada warga masyarakat yang belum menjadi peserta JKN-KIS, Marsel mengimbau untuk segera mendaftarkan diri agar mendapatkan perlindungan dan jaminan kesehatan.
Dia menambahkan jika menjadi peserta JKN-KIS, maka kewajiban yang harus dilakukan yakni rutin membayar iuran setiap bulan. Dengan itu peserta akan mendapatkan manfaat dari program tersebut.*** (eny)















