Maumere-SuaraSikka.com: Aksi penolakan UU Cipta Kerja di Maumere, Jumat (9/10), mengabaikan protokoler kesehatan. Demonstran beralasan mereka tidak percaya dengan virus corona.

Beberapa kali personil Polres Sikka mengingatkan melalui pengeras suara agar mahasiswa yang sedang melakukan demonstrasi menegakkan protokoler kesehatan, terutama menjaga jarak dan menghindari kerumunan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun mahasiswa membalasnya dengan enteng bahwa mereka tidak percaya dengan virus corona.
“Lebih baik mati karena perjuangan melawan penindasan. Kami tidak percaya corona,” sambar seorang orator dari atas pikup di Jalan Eltari, di depan pintu masuk utama Kantor DPRD Sikka.

Sejauh pengamatan media ini, aksi yang mulai berlangsung dari Patung Teka Iku di Kelurahan Kota Baru, hingga Gedung DPRD Sikka, jauh dari imbauan pemerintah tentang penegakkan protokoler kesehatan.

Tidak saja demonstran, aparat keamanan pun terpaksa mengabaikan protokoler kesehatan karena harus membentuk barikade pengamanan di pintu masuk utama Kantor DPRD Sikka.
Jurubicara Satgas Covid Sikka Petrus Herlemus yang dikonfirmasi terkait kegiatan yang mengabaikan protokoler kesehatan, mengimbau agar semua masyarakat wajib menegakkan protokoler kesehatan.*** (eny)















