Dugaan Kasus Amoral Kades Nita, Dinas Pemdes Tindaklanjuti Disposisi Bupati Sikka

0
465
Dugaan Kasus Amoral Kades Nita, Dinas Pemdes Tindaklanjuti Disposisi Bupati Sikka
Kepala Dinas Pemdes Sikka Fitrinita Kristiani (foto: istimewa)

Maumere-SuaraSikka.com: Penanganan dugaan kasus amoral Kepala Desa Nita kini maju satu langkah. Dinas Pemerintahan Desa (Pemdes) akan menindaklanjuti disposisi Bupati Sikka.

Kepala Dinas Pemdes Fitrinita Kristiani yang dihubungi media ini, mengaku telah menerima disposisi dari Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo pada Jumat (9/10) siang. Seperti apa bunyi disposisi Bupati Sikka, Fitrinita Kristiani belum mau menyampaikan kepada media ini.

“Kalau soal itu langsung konfirmasi Bupati saja. Ini terkait sumpah jabatan,” alasan mantan Camat Alok itu.

Meski demikian, Fitrinita memastikan akan menindaklanjuti disposisi Bupati Sikka. Langkah pertama yang akan dia lakukan yakni melaporkan persoalan ini kepada Penjabat Sekda Sikka selaku Ketua Tim Penanganan Masalah Tingkat Kabupaten Sikka.

Laporan kepada Penjabat Sekda, kata dia, dalam rangka untuk mengambil langkah-langkah teknis penanganan sesuai prosedur dan ketentuan.

“Hari Senin nanti saya lapor. Selanjutnya bisa konfirmasi ke Penjabat Sekda,” terang Fitrinita Kristiani.

Sesuai mekanisme, lanjut dia, nantinya akan dibentuk tim untuk menangani dugaan kasus ini, sebagaimana berita acara yang disampaikan BPD Nita.

Tim yang terlibat dalam penanganan dugaan kasus ini akan dipimpin Penjabat Sekda dengan unsur-unsur Asisten Pemerintahan Setda Sikka, Inspektorat, Dinas Pemdes, dan Bagian Hukum.

Fitrinita Kristiani tidak bisa memastikan berapa lama tim bekerja, karena tergantung data-data yang bisa dikumpulkan .

Sebelumnya diketahui, Kepala Desa Nita ABL diduga telah menghamili VDW, 31 tahun, yang merupakan staf di Kantor Desa Nita. Kasus ini terungkap setelah keluarga VDW melaporkan ke BPD Nita, Senin (5/10).

BPD Nita sendiri telah menggelar pertemuan bersama sejumlah elemen masyarakat seperti tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh adat, tokoh agama, dan tokoh perempuan pada Rabu (7/10).

Pertemuan yang dihadiri 46 orang itu dibuat dalam berita acara. Ada tiga poin penting dalam berita acara bahwa ABL melakukan perbuatan amoral dengan menghamili stafnya sendiri, mendesak Bupati Sikka memberhentikan ABL, sekaligus menunjuk Penjabat Sementara Kepala Desa Nita.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini