KPK Fokus Sektor Kesehatan dan Program JKN-KIS

Avatar photo

- Redaksi

Jumat, 23 Oktober 2020 - 20:17 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 16 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Materi Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK pada Workshop Media, Kamis (22/10)

Materi Direktorat Penelitian dan Pengembangan KPK pada Workshop Media, Kamis (22/10)

Maumere-SuaraSikka.com: Direktur Penelitian dan Pengembangan KPK Kunto Ariawan menegaskan lembaga antirasuah itu fokus pada sektor kesehatan dan Program Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Dia menyampaikan hal ini saat menjadi pemateri pada Workshop Media yang diselenggarakan BPJS Kesehatan, Kamis (22/10). Kunto Ariawan membedah Peran KPK pada Program JKN dalam rangka Membangun Kepedulian Bersama Pengendalian Kecurangan JKN.

Kunto Ariawan menyebut ada 3 alasan kenapa pihaknya fokus pada sektor kesehatan dan JKN-KIS.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pertama, katanya, karena dua sektor ini menyangkut hajat hidup orang banyak. Kedua, melibatkan jumlah anggaran keaehatan yang makin besar. Dan yang ketiga, besarnya potensi penyimpangan pada fasilitas kesehatan.

Baca Juga :  Polemik Dapur SPPG 3T di Sikka Seret AWK, Investor Sebut Belum Ada Pencairan BGN dan Bereskan Utang Rekanan di Lapangan

“Berdasarkan data, fraud dalam klaim layanan kesehatan dapat mencapai angka 5-10 persen,” ungkap dia.

Yang dimaksudkan dengan fraud yakni perbuatan-perbuatan melawan hukum yang dilakukan dengan sengaja untuk tujuan tertentu, seperti manipulasi atau memberikan laporan keliru terhadap pihak lain, dan dilakukan orang-orang dari dalam atau luar organisasi untuk mendapatkan keuntungan.

Dalam konteks ini, Kunto Ariawan menyentil tantangan program JKN-KIS. Dia menyebut mismatch iuran dan klaim BPJS Kesehatan, di mana terjadi defisit JKN pada 2014-2018 mencapai Rp 11,6 triliun.

Tantangan lain yakni soal pengawasan. Menurut Kunto Ariawan, belum.ada kejelasan siapa yang bertanggungjawab mengawasi potensi fraud dalam layanana pada fasilitas kesehatan.

Baca Juga :  Fraksi Partai Perindo Sikka Wanti-Wanti Pungli di Sekolah

Tentang fraud, dia mengatakan masih ditemukannya klaim tidak tercatat, unncessary treatment, serta kelas rumah sakit yang tidak sesuai.

Tantangan yang terakhir, urai dia, yakni pengetahuan dan pemahaman yang masih berbeda-beda, baik dari sisi peserta, faskes, tenaga medis, maupun aparat pengawas dan penegak hukum.

Terhadap kondisi ini, Kunto Ariawan mengatakan pembangunan budaya anti-fraud dan komitmen dari pimpinan serta institusi merupakan kunci utama pencegahan tindak pidana korupsi.

Dia lalu mengajak seluruh wartawan untuk ikut melakukan pengawasan. Workshop Media ini digelar secara virtual, dan diikuti 700 wartawan yang tersebar di seluruh Indonesia, termasuk 5 wartawan dari Kabupaten Sikka.*** (eny)

Berita Terkait

Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki, Bandara Frans Seda Maumere Ditutup Sementara
Pedagang Pasar Alok Sempat Kejar, Bupati Sikka: Saya Tidak Melarikan Diri
Kecewa Bupati Sikka Melarikan Diri, Pedagang Pasar Alok Teriak Pemimpin Pengecut
Penertiban Brutal di Pasar Alok, Terpal Dirobek, Meja Dagangan Diinjak
Fraksi Partai Perindo Sikka Wanti-Wanti Pungli di Sekolah
Jurusan Rekayasa Perangkat Lunak di SMKS Yohanes XXIII Maumere, Juara LKS Tingkat Kabupaten Sikka
Polemik Dapur SPPG 3T di Sikka Seret AWK, Investor Sebut Belum Ada Pencairan BGN dan Bereskan Utang Rekanan di Lapangan
Rekanan Mengeluh, AWK Belum Bayar Pekerjaan 4 Titik Dapur SPPG di Sikka, Nilainya Mencapai Rp 754 Juta

Berita Terkait

Sabtu, 20 Juni 2026 - 14:03 WITA

Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki, Bandara Frans Seda Maumere Ditutup Sementara

Kamis, 11 Juni 2026 - 20:31 WITA

Pedagang Pasar Alok Sempat Kejar, Bupati Sikka: Saya Tidak Melarikan Diri

Kamis, 11 Juni 2026 - 18:17 WITA

Kecewa Bupati Sikka Melarikan Diri, Pedagang Pasar Alok Teriak Pemimpin Pengecut

Kamis, 11 Juni 2026 - 15:44 WITA

Penertiban Brutal di Pasar Alok, Terpal Dirobek, Meja Dagangan Diinjak

Kamis, 11 Juni 2026 - 07:50 WITA

Fraksi Partai Perindo Sikka Wanti-Wanti Pungli di Sekolah

Rabu, 10 Juni 2026 - 18:31 WITA

Polemik Dapur SPPG 3T di Sikka Seret AWK, Investor Sebut Belum Ada Pencairan BGN dan Bereskan Utang Rekanan di Lapangan

Rabu, 10 Juni 2026 - 13:45 WITA

Rekanan Mengeluh, AWK Belum Bayar Pekerjaan 4 Titik Dapur SPPG di Sikka, Nilainya Mencapai Rp 754 Juta

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:27 WITA

Sekolah Dihancurkan demi Koperasi Desa Merah Putih, AHP: Sangat Keterlaluan

Berita Terbaru

Daerah

Fraksi Partai Perindo Sikka Wanti-Wanti Pungli di Sekolah

Kamis, 11 Jun 2026 - 07:50 WITA