Maumere-SuaraSikka.com: Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sikka meningkatkan kapasitas sumber daya manusia bagi pengelola destinasi pariwisata di daerah setempat.

Program ini dilaksanakan melalui kegiatan Pelatihan Tata Kelola Destinasi untuk 40 orang pelaku pariwisata. Mereka berasal dari 6 desa wisata yang tersebar di berbagai wilayah.
Para peserta terdiri dari berbagai komponen seperti kelompok sadar wisata, pemerintah desa, masyarakat, dan kelompok UMKM di sekitar lokasi destinasi, serta komponen pemangku kepentingan lainnya yang terlibat dalam pengembangan destinasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Enam desa wisata itu yakni Desa Hokor di Kecamatan Bola, Desa Waihawa dan Nenbura di Kecamatan Doreng, Desa Pemana dan Gunung Sari di Kecamatan Alok, dan Desa Kojagete di Kecamatan Alok Timur.

Ketua Panitia George Richard Valentino, dalam laporannya mengatakan destinasi pariwisata memegang peranan yang sangat penting dalam pengembangan pariwisata di suatu daerah.
“Karena itu destinasi pariwisata harus ditata dan dikelola secara baik sehingga dapat menarik wisatawan untuk berkunjung ke suatu destinasi, dan mendapatkan pelayanan masyarakat di destinasi tersebut,” ungkap dia pada acara pembukaan kegiatan, Kamis (22/10) di Aula Santo Camilus Social Center.

Dengan penataan dan pengelolaan destinasi wisata yang baik, kata dia, diharapkan dapat memberikan kepuasan terhadap wisatawan yang berkunjung, sekaligus berkontribusi terhadap pendapatan masyarakat atas jasa layanan yang diberikan.
Strategi yang perlu dibangun pemerintah, dalam hal ini Dinas Parbud selaku institusi teknis, lanjut dia, yakni perlu menyiapkan sumber daya manusia yang memadai dalam rangka mengelola destinasi.
“Harapan kita adalah dengan tersedianya SDM pengelolaan yang berkompeten, maka pengelolaan sebuah destinasi semakin baik,” ujar dia.

Untuk memantapkan strategi ini, Dinas Parbud Sikka menggandeng 2 instruktur yakni Martinus Wodon dari PHRI dan Konradus Rindu dari Asita. Dua orang ini terkenal sebagai pelaku wisata dan praktisi lokal. Keduanya menjadi narasumber pada kegiatan yang berlangsung selama 3 hari itu.
Sebagaimana yang disampaikan George Richard Valentino, materi yang diberikan selama Pelatihan Tata Kelola Destinasi yakni pengantar pengelolaan destinasi, mengelola krisis pada destinasi, pelibatan masyarakat, serta SDM pengelola destinasi.
Materi lain yakni perencanaan pariwisata, pengelolaan pengunjung pada destinasi, pemasaran desa wisata, dan kewirausahaan.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Parbud Sikka Petrus Poling Wairmahing. Dia berharap para peserta mengikuti serius kegiatan pelatihan sebagai bagian dalam mempersiapkan insan pariwisata yang berkualitas dan memiliki daya saing dalam bidang tata kelola destinasi sesuai perkembangan terkini.*** (eny)















