Maumere-SuaraSikka.com: Proyek nasional pembangunan Bendungan Napung Gete di Kecamatan Waiblama Kabupaten Sikka, kini sudah mencapai 89 persen.
Keterangan ini disampaikan Lukman Hakim, salah seorang Bagian Engineering PT Nindya Karya, kontraktor pelaksana proyek tersebut.

Lukman Hakim ditemui, Rabu (4/11), saat mengikuti acara pelepasan 47 pelajar SMKN 1 Maumere yang akan melaksanakan praktik kerja lapangan (PKL) pada proyek pembangunan Bendungan Napung Gete.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Jadi progress pembangunan sudah 89 persen. Tahun ini sudah selesai,” jelas Lukman Hakim.
Dia menjelaskan sementara ini pelaksanaan pembangunan terus berjalan untuk beberapa bagian seperti jalan, bangunan fasilitas, beberapa item dan finishing.
Menurut Lukman Hakim meskipun pembangunan proyek bisa diselesaikan tahun ini, namun masih ada pekerjaan tambahan yang harus diselesaikan sampai tahun depan.

Dengan demikian, kata dia, untuk tahun ini Bendungan Napung Gete belum bisa berfungsi menyalurkan air untuk kebutuhan lahan seluas 300 hektar.
“Ada pekerjaan tambahan yakni plaging atau istilahnya penutupan area penyaluran. Jadi tahun ini belum bisa berfungsi. Lalu kami juga belum tahu aliran air untuk kebutuhan lahan di lokasi yang mana,” tambah dia.
Proyek Pembangunan Bendungan Napung Gete dengan nilai Rp 800 miliar lebih, merupakan gagasan dan instruksi Presiden Jokowi yang ditujukan demi kesejahteraan masyarakat NTT.
Presiden berharap pembangunan bendungan akan membantu pemerintah propinsi dalam mendorong perubahan di bidang pertanian masyarakat NTT.*** (eny)















