Maumere-SuaraSikka.com: Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sikka telah menyepakati program kegiatan yang bersumber dari Dana Insentif Daerah (DID). Namun Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) belum menyetujui DID versi Banggar.
Meski Pimpinan Banggar Gorgonius Nago Bapa telah mengetuk palu persetujuan, Jumat (27/11), Penjabat Sekda Wihelmus Sirilus selaku Ketua TAPD meminta agar ada ruang lagi untuk mendiskusikan usulan program kegiatan DID bersama Bupati Sikka.
Di depan forum Banggar, Wihelmus Sirilus beralasan Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) belum bisa melakukan penginputan DID. Masalahnya, karena pemerintah sendiri bingung, mau menginput DID versi Bupati Sikka ataukah versi Banggar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Anggota Banggar dari Fraksi Partai Nasdem Petrus da Silva menilai pernyataan Wihelmus Sirilus menunjukkan bahwa TAPD tidak mampu memberikan pemahaman kepada Bupati Sikka terkait mekanisme dan dinamika yang terjadi dalam forum rapat Banggar.
Kepala BKAD Paul Prasetya menegaskan bahwa TAPD sangat memahami mekanisme dan dinamika yang terjadi. Yang dikuatirkan adalah Bupati Sikka tetap bertahan dengan DID versi pemerintah.
Karena itu, kata dia, supaya perbedaan kepentingan ini bisa mencair, dia meminta ada ruang bagi Bupati Sikka bisa mendengarkan langsung dari Banggar DPRD melalui forum rapat konsultasi.

Anggota Banggar dari Fraksi PAN Philipus Fransiskus menegaskan bahwa pemerintah dan Banggar DPRD telah melaksanakan tugas secara benar sesuai kewenangan.
“Mekanisme sudah jelas, pemerintah usulkan, dibahas di Banggar, dan Banggar sudah putuskan. Ini soal ketidakrelaan pemerintah menerima keputusan Banggar,” simpul dia.
Dia mengingatkan bagian risalah untuk mencatat secara benar program kegiatan dan anggaran DID yang sudah diputuskan dalam forum rapat anggaran. Jika yang diinput di luar keputusan Banggar, kata dia, itu adalah bentuk pemalsuan yang bisa disebut sebagai kejahatan.
Pimpinan Banggar Gorgonius Nago Bapa menegaskan bahwa soal DID telah selesai. Dia merasa heran jika TAPD berpandangan belum selesai dan ragu menginput program kegiatan beserta anggaran.

Ketua Partai Golkar itu mengatakan sebagai Pimpinan Banggar dia tidak akan mencabut keputusan yang telah ditetapkan.
Dalam dinamika yang panjang, akhirnya Banggar bersepakat memberikan waktu kepada Bupati Sikka untuk bertemu Banggar. Pertemuan dijadwalkan Sabtu (28/11) pagi.*** (eny)















