Maumere-SuaraSikka.com: Polemik terkait bantuan pengungsi erupsi Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, mendorong Sekda Lembata Paskalis Ola Tapobali pun angkat bicara.
Agar tidak terjadi polemik yang berkepanjangan, Sekda Lembata pun resmi mengeluarkan siaran pers untuk menjawabi polemik yang terjadi di tengah masyarakat.
“Siaran pers ini dikeluarkan agar dapat memberi kepastian, kenyamanan dan mengembalikan trauma healing bagi warga pengungsi,” tegas dia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dia menegaskan bahwa Pemkab Lembata bukan bermaksud untuk menyengsarakan warga pengungsi.
Tapi justeru sebaliknya pemerintah daerah berniat melayani pengungsi secara maksimal, terutama yang selama ini mengeluh belum tersentuh pelayanan logistik dan kesehatan.
“Termasuk untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti kematian dan lain-lain oleh karena tidak mendapat sentuhan pelayanan kesehatan dengan baik di rumah,” jelas dia.
Adapun polemik yang berkembang di tengah masyarakat menyusul adanya informasi bahwa Bupati Lembata Eliazer Yentji Sunur menolak memberikan bantuan kepada para pengungsi yang tinggal di rumah keluarga.
Kondisi ini mengakibatkan banyak pengungsi yang berada di rumah keluarga di Kota Lewoleba tidak diberikan bantuan.
Melalui siaran pers yang terbit Minggu (6/12), Sekda Lembata menguraikan 7 poin penting terkait reaksi publik yang beragam menyusul surat pernyataan dari warga pengungsi yang tidak mau dievakuasi secara terpusat.
Dia menegskan bahwa bagi warga yang tetap bersikeras tidak dipusatkan kembali pada pos penampungan yang disiapkan pemerintah, Komando Tanggap Darurat telah diperintahkan untuk melakukan advokasi dan edukasi kepada pemilik rumah penampungan agar proaktif dalam upaya bersama penanganan warga pengungsi dengan memberikan perhatian lebih kepada warga, dan juga berkoordinasi dengan Posko untuk pemenuhan kebutuhan warga tersebut.
Pemenuhan kebutuhan terhadap warga masyarakat yang masih ingin bertahan di rumah-rumah penampungan secara mandiri, kata dia, tetap diperhatikan dan diperlakukan sama dengan para pengungsi lainnya.
Terhadap warga yang masuk dalam kelompok rentan, diimbau agar bisa dipusatkan ke pos penampungan yang disiapkan pemerintah untuk mendapat pelayanan yang lebih memadai terutama aspek kesehatan.
Dia menambahkan pemerintah mengajak seluruh pihak agar menghilangkan prasangka negatif, dan saling bekerja sama menangani warga pengungsi.
Dia pun mengajak keterlibatan para Tokoh Agama, Tokoh Politik, Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat, Pejabat Pemerintah, Pemerintah Desa dan seluruh perangkatnya, NGO/LSM/Organisasi peduli bencana, agar tetap menjaga kondisi sosial masyarakat berlagsung kondusif dalam situasi bencana.
“Kita sama-sama mendoakan agar peristiwa alam ini segera berlalu sehingga masyarakat Kecamatan Ile Ape dan Ile Ape Timur serta masyarakat Lembata secara umum, dapat kembali beraktifitas sebagaimana mestinya,” harap dia.
Sebagaimana diketahui ribuan orang dari Kecamatan Ile Ape dan Ile Ape Timur mengungsi ke Kota Lewoleba sejak Minggu pekan lalu, menyusul peningkatan aktifitas Gunung Ile Lewotolok.
Ada yang evakuasi secara mandiri ke rumah-rumah keluarga, ada juga yang dievakuasi ke lokasi pengungsi yang disiapkan pemerintah daerah setempat.
Pemerintah daerah setempat terus melakukan pembenahan manajemen penanggulangan bencana, dan diupayakan dapat dilakukan secara maksimal.*** (eny)















