Maumere-SuaraSikka.com: Ternyata bukan masyarakat saja yang menagih janji politik Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo. Rupanya Fraksi Partai Golkar juga melakukan hal yang sama.
Sekretaris Fraksi Partai Golkar Antonius Hendrikus Rebu, Senin (14/12), menyinggung kembali janji Bupati Sikka saat rapat konsultasi bersama Badan Anggaran (Banggar) DPRD menyoal rencana pembangunan yang bersumber dari Dana Insentif Daerah (DID).
Dia mengatakan dalam rapat konsultasi tersebut Bupati Sikka akan melakukan rasionalisasi belanja nonfisik sebesar Rp 30 miliar untuk dialokasikan pada belanja belanja publik yang sudah direncanakan dalam APBD 2021.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Fraksi ingin menegaskan kembali agar Saudara Bupati dapat mewujudkan janji saat rapat konsultasi dengan Banggar,” tegas Antonius Hendrikus Rebu.
Menurut Fraksi Partai Golkar, jika terjadi rasionalisasi sebesar Rp 30 miliar sebagaimana janji Bupati Sikka, dengan sendirinya akan membantu mengatasi defisit tahun 2021 tanpa harus mengorbankan belanja modal.
Sebagaimana diberitakan, pada rapat konsultasi bersama Banggar DPRD setempat, Sabtu (28/11), Bupati Sikka berencana melakukan penghematan sampai dengan Rp 30 miliar.
“Saya langsung memimpin untuk melakukan efisiensi. Kita akan lakukan pemangkasan secara benar, tapi tidak mengurangi atau menghambat kinerja pemerintah. Dan itu bisa dilakukan cukup besar sampai dengan Rp 30 miliar,” ujar dia.
Penghematan akan dilakukan pada kegiatan-kegiatan nonfisik, dan belanja daerah lainnya. Dia menyebutkan misalnya belanja perjalanan dinas, belanja makan-minum, dan pemanfaatan kendaraan pada setiap perangkat daerah.
“Misalnya perjalanan dinas, Bupati yang harus memberikan surat tugas. Kan kita tahu mana yang penting, mana yang tidak penting,” alasan dia.
APBD Sikka 2021 sudah ditetapkan Senin (14/12), dengan pendapatan daerah direncanakan sebesar Rp 1.186.485.000.000, dan belanja daerah direncanakan Rp 1.494.500.000.000. Postur ini menggambarkan defisit sebesar Rp 308.015.000.000.*** (eny)















