Tindak Tegas Oknum Perdagangan Anak dan Perempuan

Avatar photo

- Redaksi

Rabu, 16 Desember 2020 - 10:16 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 14 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

Ilustrasi

Maumere-SuaraSikka.com: Kasus perdagangan anak dan perempuan semakin marak di Kabupaten Sikka. Polisi diminta menindak tegas oknum-oknum yang terlibat dalam bisnis haram ini.

Fraksi Partai Gerindra menyinggung hal ini, menyusul tertangkapnya seorang kepala desa yang sedang bersama wanita idaman lain di sebuah hotel di Kota Maumere.

“Kasus yang menjurus kepada kejahatan perdagangan anak seperti yang terjaring Pol PP pada awal Des, karena itu Fraksi mendorong pihak kepolisian segera menindak tegas oknum-oknum yang terlibat di dalamnya,” tegas anggota Fraksi Partai Gerindra Fabianus Toa, Senin (14/12), pada paripurna persetujuan penetapan APBD Sikka 2021.

Fabianus Toa mengatakan sikap tegas aparat kepolisian, akan menjadi pembelajaran sekaligus efek jera bagi semua pihak yang terlibat dalam bisnis prostitusi di Kabupaten Sikka.

Baca Juga :  Jurusan Rekayasa Perangkat Lunak di SMKS Yohanes XXIII Maumere, Juara LKS Tingkat Kabupaten Sikka

Diketahui WIL dari kepala desa yang sudah beristri itu, ternyata usianya masih tergolong anak-anak. Gadis itu disalurkan oknum pebisnis prostitusi untuk memenuhi hasrat biologis kepala desa.

Informasi yang dihimpun media ini, ada beberapa jaringan yang terlibat bisnis prostitusi. Aktifitas mereka tampak rapi, dan sukar ditebak, karena mereka selalu menyiasati dengan rutinitas lainnya.*** (eny)

Berita Terkait

Pedagang Pasar Alok Sempat Kejar, Bupati Sikka: Saya Tidak Melarikan Diri
Kecewa Bupati Sikka Melarikan Diri, Pedagang Pasar Alok Teriak Pemimpin Pengecut
Penertiban Brutal di Pasar Alok, Terpal Dirobek, Meja Dagangan Diinjak
Fraksi Partai Perindo Sikka Wanti-Wanti Pungli di Sekolah
Jurusan Rekayasa Perangkat Lunak di SMKS Yohanes XXIII Maumere, Juara LKS Tingkat Kabupaten Sikka
Polemik Dapur SPPG 3T di Sikka Seret AWK, Investor Sebut Belum Ada Pencairan BGN dan Bereskan Utang Rekanan di Lapangan
Rekanan Mengeluh, AWK Belum Bayar Pekerjaan 4 Titik Dapur SPPG di Sikka, Nilainya Mencapai Rp 754 Juta
Sekolah Dihancurkan demi Koperasi Desa Merah Putih, AHP: Sangat Keterlaluan

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 20:31 WITA

Pedagang Pasar Alok Sempat Kejar, Bupati Sikka: Saya Tidak Melarikan Diri

Kamis, 11 Juni 2026 - 18:17 WITA

Kecewa Bupati Sikka Melarikan Diri, Pedagang Pasar Alok Teriak Pemimpin Pengecut

Kamis, 11 Juni 2026 - 15:44 WITA

Penertiban Brutal di Pasar Alok, Terpal Dirobek, Meja Dagangan Diinjak

Kamis, 11 Juni 2026 - 07:50 WITA

Fraksi Partai Perindo Sikka Wanti-Wanti Pungli di Sekolah

Rabu, 10 Juni 2026 - 21:30 WITA

Jurusan Rekayasa Perangkat Lunak di SMKS Yohanes XXIII Maumere, Juara LKS Tingkat Kabupaten Sikka

Rabu, 10 Juni 2026 - 13:45 WITA

Rekanan Mengeluh, AWK Belum Bayar Pekerjaan 4 Titik Dapur SPPG di Sikka, Nilainya Mencapai Rp 754 Juta

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:27 WITA

Sekolah Dihancurkan demi Koperasi Desa Merah Putih, AHP: Sangat Keterlaluan

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:51 WITA

10 Kali Dapat Opini WTP, Bupati Sikka: Berkat Komitmen Eksekutif dan Legislatif

Berita Terbaru

Daerah

Fraksi Partai Perindo Sikka Wanti-Wanti Pungli di Sekolah

Kamis, 11 Jun 2026 - 07:50 WITA