Maumere-SuaraSikka.com: Kasus perdagangan anak dan perempuan semakin marak di Kabupaten Sikka. Polisi diminta menindak tegas oknum-oknum yang terlibat dalam bisnis haram ini.
Fraksi Partai Gerindra menyinggung hal ini, menyusul tertangkapnya seorang kepala desa yang sedang bersama wanita idaman lain di sebuah hotel di Kota Maumere.
“Kasus yang menjurus kepada kejahatan perdagangan anak seperti yang terjaring Pol PP pada awal Des, karena itu Fraksi mendorong pihak kepolisian segera menindak tegas oknum-oknum yang terlibat di dalamnya,” tegas anggota Fraksi Partai Gerindra Fabianus Toa, Senin (14/12), pada paripurna persetujuan penetapan APBD Sikka 2021.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Fabianus Toa mengatakan sikap tegas aparat kepolisian, akan menjadi pembelajaran sekaligus efek jera bagi semua pihak yang terlibat dalam bisnis prostitusi di Kabupaten Sikka.
Diketahui WIL dari kepala desa yang sudah beristri itu, ternyata usianya masih tergolong anak-anak. Gadis itu disalurkan oknum pebisnis prostitusi untuk memenuhi hasrat biologis kepala desa.
Informasi yang dihimpun media ini, ada beberapa jaringan yang terlibat bisnis prostitusi. Aktifitas mereka tampak rapi, dan sukar ditebak, karena mereka selalu menyiasati dengan rutinitas lainnya.*** (eny)















