Catut Nama Jaksa, Oknum Tidak Jelas Teror Saksi Puskesmas Bola

Avatar photo

- Redaksi

Kamis, 17 Desember 2020 - 17:39 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 34 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kajari Maumere Fahmi didampingi Kasi Intel Kornelis Oematan dan Kasi Pidsus Jeremias Pena memberikan keterangan pers terkait pencatutan nama lembaga tersebut, Kamis (17/12)

Kajari Maumere Fahmi didampingi Kasi Intel Kornelis Oematan dan Kasi Pidsus Jeremias Pena memberikan keterangan pers terkait pencatutan nama lembaga tersebut, Kamis (17/12)

Maumere-SuaraSikka.com: Oknum tidak jelas mencatut nama Kejaksaan Negeri Maumere dengan cara meneror saksi-saksi yang terlibat pada kasus dugaan tindak pidana korupsi Proyek Pembangunan Puskesmas Bola.

Aksi ini dilakukan dengan tujuan meraup sejumlah uang. Modusnya yakni menakut-nakuti para saksi, dan memberikan harapan bahwa kasus tersebut akan dihentikan.

Catut Nama Jaksa, Oknum Tidak Jelas Teror Saksi Puskesmas Bola
Kepala Kejaksaan Negeri Maumere Fahmi

Kepala Kejaksaan Negeri Maumere Fahmi menjelaskan pihaknya sudah mendapat pengaduan dari 2 orang saksi kasus Puskesmas Bola.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ada banyak orang yang mengatasnamakan kejaksaan, telpon kepada saksi-saksi, menakut-nakuti, dan meminta sejumlah uang,” jelas Fahmi kepada wartawan di Aula Kantor Kejaksaan Negeri Maumere, Kamis (17/12).

Baca Juga :  Fraksi Partai Perindo Sikka Wanti-Wanti Pungli di Sekolah

Dia menegaskan bahwa pihak Kejaksaan Negeri Maumere, baik itu dirinya selaku Kajari, maupun Tim Jaksa Penyidik, sama sekali tidak pernah menelepon saksi-saksi untuk meminta sesuatu dari mereka terkait penanganan kasus dugaan tindak pidana korupsi Puskesmas Bola.

Catut Nama Jaksa, Oknum Tidak Jelas Teror Saksi Puskesmas Bola
Dua tersangka Proyek Pembangunan Puskesmas Bola

“Kami tidak pernah hubungi siapa pun, apalagi sampai meminta sesuatu,” tegas dia.

Menurut Fahmi, seturut pengalamannya, ketika ada kasus tindak pidana korupsi atau momen pelantikan pejabat di kejaksaan, modus seperti ini selalu muncul.

“Ini modus lama. Orang-orang itu memanfaatkan situasi kegalauan untuk mendapatkan uang,” ujar dia.

Baca Juga :  Polemik Dapur SPPG 3T di Sikka Seret AWK, Investor Sebut Belum Ada Pencairan BGN dan Bereskan Utang Rekanan di Lapangan

Agar tidak melahirkan persepsi yang buruk, Fahmi mengingatkan setiap orang yang mendapat telpon dari oknum tidak dikenal yang mengatasnamakan, untuk tidak cepat percaya. Dia menyarankan agar menglarifikaai dan mengonfirmasi terlebih dahulu dengan pihak kejaksaan.

“Kalau dapat telpon seperti itu, silakan datang klarifikasi ke kantor,” pesan dia.

Sementara ini, kata dia, sudah ada 2 korban yang mengadukan perilaku oknum tidak jelas kepada Kejaksan Negeri Maumere. Salah satunya adalah Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka.*** (eny)

Berita Terkait

Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki, Bandara Frans Seda Maumere Ditutup Sementara
Pedagang Pasar Alok Sempat Kejar, Bupati Sikka: Saya Tidak Melarikan Diri
Kecewa Bupati Sikka Melarikan Diri, Pedagang Pasar Alok Teriak Pemimpin Pengecut
Penertiban Brutal di Pasar Alok, Terpal Dirobek, Meja Dagangan Diinjak
Fraksi Partai Perindo Sikka Wanti-Wanti Pungli di Sekolah
Jurusan Rekayasa Perangkat Lunak di SMKS Yohanes XXIII Maumere, Juara LKS Tingkat Kabupaten Sikka
Polemik Dapur SPPG 3T di Sikka Seret AWK, Investor Sebut Belum Ada Pencairan BGN dan Bereskan Utang Rekanan di Lapangan
Rekanan Mengeluh, AWK Belum Bayar Pekerjaan 4 Titik Dapur SPPG di Sikka, Nilainya Mencapai Rp 754 Juta

Berita Terkait

Sabtu, 20 Juni 2026 - 14:03 WITA

Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki, Bandara Frans Seda Maumere Ditutup Sementara

Kamis, 11 Juni 2026 - 20:31 WITA

Pedagang Pasar Alok Sempat Kejar, Bupati Sikka: Saya Tidak Melarikan Diri

Kamis, 11 Juni 2026 - 18:17 WITA

Kecewa Bupati Sikka Melarikan Diri, Pedagang Pasar Alok Teriak Pemimpin Pengecut

Kamis, 11 Juni 2026 - 15:44 WITA

Penertiban Brutal di Pasar Alok, Terpal Dirobek, Meja Dagangan Diinjak

Kamis, 11 Juni 2026 - 07:50 WITA

Fraksi Partai Perindo Sikka Wanti-Wanti Pungli di Sekolah

Rabu, 10 Juni 2026 - 18:31 WITA

Polemik Dapur SPPG 3T di Sikka Seret AWK, Investor Sebut Belum Ada Pencairan BGN dan Bereskan Utang Rekanan di Lapangan

Rabu, 10 Juni 2026 - 13:45 WITA

Rekanan Mengeluh, AWK Belum Bayar Pekerjaan 4 Titik Dapur SPPG di Sikka, Nilainya Mencapai Rp 754 Juta

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:27 WITA

Sekolah Dihancurkan demi Koperasi Desa Merah Putih, AHP: Sangat Keterlaluan

Berita Terbaru

Daerah

Fraksi Partai Perindo Sikka Wanti-Wanti Pungli di Sekolah

Kamis, 11 Jun 2026 - 07:50 WITA