

ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Maumere-SuaraSikka.com: Sekda Sikka Adrianus Firminus Parera “kena tendang” setelah tiga hari menjadi Jurubicara Satgas Covid Sikka. Dia pun diberhentikan dari jabatan itu.
Sesuai Surat Keputusan Bupati Sikka tentang Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Kepala BPBD Sikka Mohamad Daeng Bakir ditunjuk sebagai Kepala Sekretariat merangkap Jurubicara Satgas Covid Sikka.
Surat Keputusan ini dibacakan langsung Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo selaku Ketua Satgas Covid Sikka, pada saat rapat evaluasi Satgas Cobid Sikka di Kantor BPBD Sikka, Jumat (8/1).

Sekda Sikka sendiri dalam komposisi terbaru, mendapat posisi Wakil Ketua 8 dengan tugas sebagai koordinator bidang-bidang pelaksanaan tugas.
Sekda Sikka Adrianus Firminus Parera menanggapi biasa saja pergantian komposisi. Justeru dia mengaku lebih nyaman tidak menjadi jurubicara sehingga bisa melaksanakan tugas pokoknya sebagai Sekda Sikka.
“Pengalaman hari pertama, saya pening juga ditanya sama wartawan, padahal saat itu saya lagi tanda tangan disposisi tugas ke dinas badan,” ujar dia kepada wartawan.

Mohamad Daeng Bakir awalnya keberatan dengan tugas yang baru ini, terutama harus menguasai banyak hal teknis kesehatan.
Untuk memudahkan itu, dia meminta setiap kali memberikan keterangan pers harus didampingi seseorang yang menguasai teknis kesehatan. Sekretaris Dinas Kesehatan Dokter Clara Francis ditunjuk untuk mendampingi jurubicara.

Sebelumnya, tiga hari lalu Bupati Sikka “mencopot” Petrus Herlemus, Kepala Dinas Kesehatan Sikka dari jabatan Jurubicara Satgas Covid Sikka. “Pencopotan” tersebut tanpa ada surat keputusan.*** (eny)




















