


ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Maumere-SuaraSikka.com: Sebuah ruas “jalan maut” terlihat di Desa Tuwa Kecamatan Tanawawo Kabupaten Sikka. Jika tidak hati-hati, kendaraan berikut pengendara bisa masuk jurang.
“Jalan maut” ini terletak kurang lebih 300 meter dari Paipenga, ibu Desa Tuwa. Praktis sangat menyulitkan akses warga masyarakat yang hendak ke kantor desa.

Kepala Desa Tuwa Fernandez Y. Wula, Senin (15/2) di Maumere, menuturkan kondisi jalan itu akibat longsoran material menyusul hujan deras dan cuaca ekstrim pada Senin-Selasa (8-9/2) pekan lalu.
Longsoran sepanjang 7 meter, kata dia, menggerus badan jalan sekitar 1 meter. Sehingga volume badan jalan saat ini, tersisa tidak lebih dari 2 meter.

“Hanya motor saja yang bisa lewat. Itu pun harus hati-hati sekali. Apalagi tekstur tanah yang gempal-gempal dan licin,” jelas dia.
Untuk saat ini, kata dia, tidak ada jalan alternatif. Persoalannya ruas “jalan maut” tersebut bersinggungan langsung dengan tebing dan jurang.

Selain “jalan maut” di ruas Watuleke-Paipenga, longsoran juga terjadi pada ruas jalan Paipenga-Lakaroka sepanjang 4 kilometer. Kondisi ini makin memperparah akses transportasi masyarakat di desa itu.
Fernandez Y. Wula menaruh harapan besar agar Dinas PUPR Sikka segera melakukan intervensi teknis.*** (eny)

















