“Jalan Maut” di Tuwa, Tidak Hati-Hati, Bisa Masuk Jurang

Avatar photo

- Redaksi

Selasa, 16 Februari 2021 - 10:44 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 62 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ini

Ini "jalan maut" di Paipenga Desa Tuwa (foto: istimewa)

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Maumere-SuaraSikka.com: Sebuah ruas “jalan maut” terlihat di Desa Tuwa Kecamatan Tanawawo Kabupaten Sikka. Jika tidak hati-hati, kendaraan berikut pengendara bisa masuk jurang.

“Jalan maut” ini terletak kurang lebih 300 meter dari Paipenga, ibu Desa Tuwa. Praktis sangat menyulitkan akses warga masyarakat yang hendak ke kantor desa.

Kepala Desa Tuwa Fernandez Y. Wula

Kepala Desa Tuwa Fernandez Y. Wula, Senin (15/2) di Maumere, menuturkan kondisi jalan itu akibat longsoran material menyusul hujan deras dan cuaca ekstrim pada Senin-Selasa (8-9/2) pekan lalu.

Baca Juga :  Fraksi Partai Perindo Sikka Wanti-Wanti Pungli di Sekolah

Longsoran sepanjang 7 meter, kata dia, menggerus badan jalan sekitar 1 meter. Sehingga volume badan jalan saat ini, tersisa tidak lebih dari 2 meter.

“Hanya motor saja yang bisa lewat. Itu pun harus hati-hati sekali. Apalagi tekstur tanah yang gempal-gempal dan licin,” jelas dia.

Baca Juga :  Kecewa Bupati Sikka Melarikan Diri, Pedagang Pasar Alok Teriak Pemimpin Pengecut

Untuk saat ini, kata dia, tidak ada jalan alternatif. Persoalannya ruas “jalan maut” tersebut bersinggungan langsung dengan tebing dan jurang.

Salah satu titik longsoran di Desa Tuwa

Selain “jalan maut” di ruas Watuleke-Paipenga, longsoran juga terjadi pada ruas jalan Paipenga-Lakaroka sepanjang 4 kilometer. Kondisi ini makin memperparah akses transportasi masyarakat di desa itu.

Fernandez Y. Wula menaruh harapan besar agar Dinas PUPR Sikka segera melakukan intervensi teknis.*** (eny)

Berita Terkait

Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki, Bandara Frans Seda Maumere Ditutup Sementara
Pedagang Pasar Alok Sempat Kejar, Bupati Sikka: Saya Tidak Melarikan Diri
Kecewa Bupati Sikka Melarikan Diri, Pedagang Pasar Alok Teriak Pemimpin Pengecut
Penertiban Brutal di Pasar Alok, Terpal Dirobek, Meja Dagangan Diinjak
Fraksi Partai Perindo Sikka Wanti-Wanti Pungli di Sekolah
Jurusan Rekayasa Perangkat Lunak di SMKS Yohanes XXIII Maumere, Juara LKS Tingkat Kabupaten Sikka
Polemik Dapur SPPG 3T di Sikka Seret AWK, Investor Sebut Belum Ada Pencairan BGN dan Bereskan Utang Rekanan di Lapangan
Rekanan Mengeluh, AWK Belum Bayar Pekerjaan 4 Titik Dapur SPPG di Sikka, Nilainya Mencapai Rp 754 Juta

Berita Terkait

Sabtu, 20 Juni 2026 - 14:03 WITA

Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki, Bandara Frans Seda Maumere Ditutup Sementara

Kamis, 11 Juni 2026 - 20:31 WITA

Pedagang Pasar Alok Sempat Kejar, Bupati Sikka: Saya Tidak Melarikan Diri

Kamis, 11 Juni 2026 - 18:17 WITA

Kecewa Bupati Sikka Melarikan Diri, Pedagang Pasar Alok Teriak Pemimpin Pengecut

Kamis, 11 Juni 2026 - 15:44 WITA

Penertiban Brutal di Pasar Alok, Terpal Dirobek, Meja Dagangan Diinjak

Kamis, 11 Juni 2026 - 07:50 WITA

Fraksi Partai Perindo Sikka Wanti-Wanti Pungli di Sekolah

Rabu, 10 Juni 2026 - 18:31 WITA

Polemik Dapur SPPG 3T di Sikka Seret AWK, Investor Sebut Belum Ada Pencairan BGN dan Bereskan Utang Rekanan di Lapangan

Rabu, 10 Juni 2026 - 13:45 WITA

Rekanan Mengeluh, AWK Belum Bayar Pekerjaan 4 Titik Dapur SPPG di Sikka, Nilainya Mencapai Rp 754 Juta

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:27 WITA

Sekolah Dihancurkan demi Koperasi Desa Merah Putih, AHP: Sangat Keterlaluan

Berita Terbaru

Daerah

Fraksi Partai Perindo Sikka Wanti-Wanti Pungli di Sekolah

Kamis, 11 Jun 2026 - 07:50 WITA