Program Hak Dasar Bidang Pertanian Terancam Gagal Total

Avatar photo

- Redaksi

Minggu, 21 Februari 2021 - 11:37 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 33 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Fraksi PDIP Stefanus Sumandi

Ketua Fraksi PDIP Stefanus Sumandi

Maumere-SuaraSikka.com: Program hak-hak dasar Bupati Sikka di bidang pertanian, bakal terancam gagal total. Dinas Pertanian di daerah itu dianggap lalai.

Pernyataan ini dikedepankan Ketua Fraksi PDIP Stefanus Sumandi melalui rilis keterangan kepada media ini, Jumat (19/2).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tanaman pertanian dan perdagangan di Desa Bhera diterjang banjir bandang, Selasa (9/2) (foto: istimewa)

Sikap politisi asal Kecamatan Mapitara itu berangkat dari fakta ratusan hektar sawah di Kabupaten Sikka yang terancam gagal panen menyusul banjir bandang dqn cuaca ekstrim yang menimpa berbagai wilayah di Kabupaten Sikka.

Menurut Stef Sumandi, kondisi itu disebabkan akibat kelalaian Dinas Pertanian Sikka yang tidak mendata kelompok-kelompok tani di daerah itu.

Dia memberi contoh, misalnya ada sejumlah kelompok tani yang sudah eksis dan berkarya bertahun-tahun, tapi tidak didata oleh Dinas Pertanian. Dampaknya, kelompok-kelompok tani tersebut tidak bisa membeli pupuk dari distributor.

Baca Juga :  Sekolah Dihancurkan demi Koperasi Desa Merah Putih, AHP: Sangat Keterlaluan
Banjir bandang pekan lalu merendam padi di Desa Tuwa (foto: istimewa)

Kelalaian seperti ini, kata dia, menggambarkan bahwa kinerja pemerintah mengurus pertanian selama ini berlangsung tanpa data. Sehingga, hemat dia, wajar jika petani di daerah ini tetap miskin.

“Data saja tidak ada, bagaimana mungkin melakukan terobosan mengurus petani. Program hak-hak dasar Bupati di bidang pertanian terancam gagal total. Kalau mau dibilang sukses, ukurannya apa? Harus data! Bukan karangan! Tetapi data saja tidak dimiliki Dinas Pertanian,” ujar dia kesal.

Tudingan Stef Sumandi bukannya tanpa dasar. Dia mengaku sudah menglarifikasi ke Dinas Pertanian, dan jawabannya yakni data belum dikirim dari PPL.

“Saya ke lapangan bertemu PPL dan kelompok tani, justeru jawabannya sudah dikirim datanya ke Dinas Pertanian,” ungkap dia.

Baca Juga :  Kecewa Bupati Sikka Melarikan Diri, Pedagang Pasar Alok Teriak Pemimpin Pengecut

Dengan kondisi seperti ini, Stef Sumandi berpendapat pemerintah tidak serius mengurus rakyat terutama para petani. Ironinya, kata dia, justeru jumlah penduduk Kabupaten Sikka terbanyak berprofesi sebagai petani.

“Kalau petani saja tidak diurus, kira-kira pekerjaan pemerintah urus rakyat itu, rakyat yang mana?” tanya dia.

Stef Sumandi mengaku sudah mengunjungi beberapa kelompok tani di sejumlah desa, terutama yang sangat membutuhkan pupuk pada musim tanam seperti sekarang.

Dan yang dia temukan yakni banyak petani di Kecamatan Waigete sudah menanam padi, tetapi tidak mendapat pupuk. Begitu juga yang dialami petani di Kecamatan Magepanda.*** (eny)

Berita Terkait

Pedagang Pasar Alok Sempat Kejar, Bupati Sikka: Saya Tidak Melarikan Diri
Kecewa Bupati Sikka Melarikan Diri, Pedagang Pasar Alok Teriak Pemimpin Pengecut
Penertiban Brutal di Pasar Alok, Terpal Dirobek, Meja Dagangan Diinjak
Fraksi Partai Perindo Sikka Wanti-Wanti Pungli di Sekolah
Jurusan Rekayasa Perangkat Lunak di SMKS Yohanes XXIII Maumere, Juara LKS Tingkat Kabupaten Sikka
Polemik Dapur SPPG 3T di Sikka Seret AWK, Investor Sebut Belum Ada Pencairan BGN dan Bereskan Utang Rekanan di Lapangan
Rekanan Mengeluh, AWK Belum Bayar Pekerjaan 4 Titik Dapur SPPG di Sikka, Nilainya Mencapai Rp 754 Juta
Sekolah Dihancurkan demi Koperasi Desa Merah Putih, AHP: Sangat Keterlaluan

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 20:31 WITA

Pedagang Pasar Alok Sempat Kejar, Bupati Sikka: Saya Tidak Melarikan Diri

Kamis, 11 Juni 2026 - 18:17 WITA

Kecewa Bupati Sikka Melarikan Diri, Pedagang Pasar Alok Teriak Pemimpin Pengecut

Kamis, 11 Juni 2026 - 15:44 WITA

Penertiban Brutal di Pasar Alok, Terpal Dirobek, Meja Dagangan Diinjak

Kamis, 11 Juni 2026 - 07:50 WITA

Fraksi Partai Perindo Sikka Wanti-Wanti Pungli di Sekolah

Rabu, 10 Juni 2026 - 21:30 WITA

Jurusan Rekayasa Perangkat Lunak di SMKS Yohanes XXIII Maumere, Juara LKS Tingkat Kabupaten Sikka

Rabu, 10 Juni 2026 - 13:45 WITA

Rekanan Mengeluh, AWK Belum Bayar Pekerjaan 4 Titik Dapur SPPG di Sikka, Nilainya Mencapai Rp 754 Juta

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:27 WITA

Sekolah Dihancurkan demi Koperasi Desa Merah Putih, AHP: Sangat Keterlaluan

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:51 WITA

10 Kali Dapat Opini WTP, Bupati Sikka: Berkat Komitmen Eksekutif dan Legislatif

Berita Terbaru

Daerah

Fraksi Partai Perindo Sikka Wanti-Wanti Pungli di Sekolah

Kamis, 11 Jun 2026 - 07:50 WITA