


Maumere-SuaraSikka.com: Program hak-hak dasar Bupati Sikka di bidang pertanian, bakal terancam gagal total. Dinas Pertanian di daerah itu dianggap lalai.
Pernyataan ini dikedepankan Ketua Fraksi PDIP Stefanus Sumandi melalui rilis keterangan kepada media ini, Jumat (19/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Sikap politisi asal Kecamatan Mapitara itu berangkat dari fakta ratusan hektar sawah di Kabupaten Sikka yang terancam gagal panen menyusul banjir bandang dqn cuaca ekstrim yang menimpa berbagai wilayah di Kabupaten Sikka.
Menurut Stef Sumandi, kondisi itu disebabkan akibat kelalaian Dinas Pertanian Sikka yang tidak mendata kelompok-kelompok tani di daerah itu.
Dia memberi contoh, misalnya ada sejumlah kelompok tani yang sudah eksis dan berkarya bertahun-tahun, tapi tidak didata oleh Dinas Pertanian. Dampaknya, kelompok-kelompok tani tersebut tidak bisa membeli pupuk dari distributor.

Kelalaian seperti ini, kata dia, menggambarkan bahwa kinerja pemerintah mengurus pertanian selama ini berlangsung tanpa data. Sehingga, hemat dia, wajar jika petani di daerah ini tetap miskin.
“Data saja tidak ada, bagaimana mungkin melakukan terobosan mengurus petani. Program hak-hak dasar Bupati di bidang pertanian terancam gagal total. Kalau mau dibilang sukses, ukurannya apa? Harus data! Bukan karangan! Tetapi data saja tidak dimiliki Dinas Pertanian,” ujar dia kesal.
Tudingan Stef Sumandi bukannya tanpa dasar. Dia mengaku sudah menglarifikasi ke Dinas Pertanian, dan jawabannya yakni data belum dikirim dari PPL.
“Saya ke lapangan bertemu PPL dan kelompok tani, justeru jawabannya sudah dikirim datanya ke Dinas Pertanian,” ungkap dia.
Dengan kondisi seperti ini, Stef Sumandi berpendapat pemerintah tidak serius mengurus rakyat terutama para petani. Ironinya, kata dia, justeru jumlah penduduk Kabupaten Sikka terbanyak berprofesi sebagai petani.
“Kalau petani saja tidak diurus, kira-kira pekerjaan pemerintah urus rakyat itu, rakyat yang mana?” tanya dia.
Stef Sumandi mengaku sudah mengunjungi beberapa kelompok tani di sejumlah desa, terutama yang sangat membutuhkan pupuk pada musim tanam seperti sekarang.
Dan yang dia temukan yakni banyak petani di Kecamatan Waigete sudah menanam padi, tetapi tidak mendapat pupuk. Begitu juga yang dialami petani di Kecamatan Magepanda.*** (eny)

















