Terapkan STBM, Dinkes Sikka Berhasil Tekan DBD

Avatar photo

- Redaksi

Jumat, 5 Maret 2021 - 09:54 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 20 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kasie Kesling Kesjaor Bidang Kesmas 
Ratna Yuliati

Kasie Kesling Kesjaor Bidang Kesmas Ratna Yuliati

Maumere-SuaraSikka.com: Dinas Kesehatan Sikka berhasil menekan demam berdarah dengue (DBD) di daerah itu. Instansi ini menerapkan sanitasi total berbasis masyarakat (STBM).

STBM digencarkan dengan melancarkan berbagai strategi untuk mengubah mindset masyarakat melalui pemberdayaan. Srrategi yang paling dominan yakni metode pemicuan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pola yang dipakai antara lain permainan game dan pembentukan huruf. Pola ini terbukti lebih mendapat respon dan partisipasi masyarakat.

Dinkes Sikka melalui Bidang Kesejahteraan Masyarakat merangkul berbagai potensi untuk melancarkan metode pemicuan. Berbagai perangkat dilibatkan seperti Camat, Kepala Desa, Babinsa, Babinkantibmas, hingga Ketua RT/RW.

Kasus DBD tajun 2020 di Kabupaten Sikka

Kasie Kesling Kesjaor Bidang Kesmas
Ratna Yuliati menuturkan strategi bermain game dan membentuk gambar edukasi, rupanya lebih menyentuh.

Dari pendekatan sederhana tersebut, kata dia, warga masyarakat dari anak-anak hingga dewasa tergerak sendiri untuk melakukan pencegahan DBD.

Baca Juga :  Kecewa Bupati Sikka Melarikan Diri, Pedagang Pasar Alok Teriak Pemimpin Pengecut

Warga masyarakat secara sadar mulai memantau jentik nyamuk dan rutin melakukan pemberantasan sarang nyamuk. Warga tidak saja fokus pada rumah dan sekitar rumah sendiri, tapi memantau juga pada rumah warga yang lain.

“Karena bisa dipantau oleh orang lain, makanya warga menjadi malu kalau di rumahnya ada jentik nyamuk, ada sarang nyamuk. Kuatir diolok warga lain. Sehingga setiap saat selalu ada kesadaran untuk bersih-bersih lingkungan,” jelas dia di Aula Kantor Dinkes Sikka, Kamis (4/3).

Gerakan STBM dengan metode pemicuan, jelas Ratna Yuliati, sudah dilaksanakan pada 20 desa dan 1 sekolah.

Pada masing-masing lokasi ditunjuk seorang natural leader untuk memicu gerakan STBM sesuai karakter alamiah di tempat tersebut.

“Cara-cara ini menjadikan angka bebas jentik kita sangat tinggi, hisa mencapai 90 persen lebih,” ungkap Ratna Yuliati.

Gerakan STBM dilaksanakan sepanjang tahun 2020 hingga kini. Alhasil, Kabupaten Sikka berhasil menekan laju DBD.

Baca Juga :  Penertiban Brutal di Pasar Alok, Terpal Dirobek, Meja Dagangan Diinjak

Tahun 2020, Kabupaten Sikka masuk dalam kategori kejadian luar biasa (KLB) DBD. Namun melalui gerakan STBM dengan metode pemicuan, Sikka akhirnya keluar dari zona kritis itu.

Pada masa Januari hingga Pebruari 2020, Sikka mencatat 1.074 kasus DBD, dengan 11 orang meninggal akibat penyakit ini. Dalam kurun waktu yang sama di tahun 2021, kasus DBD menurun drastis, hanya 46 kasus.

Sekretaris Dinkes Sikkq Clara Francis

“Sampai hari ini tercatat 54 kasus, 8 di antaranya sedang dirawat di RSUD TC Hillers. Syukurlah belum ada yang meninggal,” tambah Sekretaris Dinkes Sikka Clara Francis, Kamis (4/3).

Clara Francis memastikan Gerakan STBM dengan metode pemicuan menjadi pendekatan penting untuk menekan laju DBD. Dia berharap gerakan ini bisa menjangkau semua wilayah di daerah itu.*** (eny)

Berita Terkait

Pedagang Pasar Alok Sempat Kejar, Bupati Sikka: Saya Tidak Melarikan Diri
Kecewa Bupati Sikka Melarikan Diri, Pedagang Pasar Alok Teriak Pemimpin Pengecut
Penertiban Brutal di Pasar Alok, Terpal Dirobek, Meja Dagangan Diinjak
Fraksi Partai Perindo Sikka Wanti-Wanti Pungli di Sekolah
Jurusan Rekayasa Perangkat Lunak di SMKS Yohanes XXIII Maumere, Juara LKS Tingkat Kabupaten Sikka
Polemik Dapur SPPG 3T di Sikka Seret AWK, Investor Sebut Belum Ada Pencairan BGN dan Bereskan Utang Rekanan di Lapangan
Rekanan Mengeluh, AWK Belum Bayar Pekerjaan 4 Titik Dapur SPPG di Sikka, Nilainya Mencapai Rp 754 Juta
Sekolah Dihancurkan demi Koperasi Desa Merah Putih, AHP: Sangat Keterlaluan

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 20:31 WITA

Pedagang Pasar Alok Sempat Kejar, Bupati Sikka: Saya Tidak Melarikan Diri

Kamis, 11 Juni 2026 - 18:17 WITA

Kecewa Bupati Sikka Melarikan Diri, Pedagang Pasar Alok Teriak Pemimpin Pengecut

Kamis, 11 Juni 2026 - 15:44 WITA

Penertiban Brutal di Pasar Alok, Terpal Dirobek, Meja Dagangan Diinjak

Kamis, 11 Juni 2026 - 07:50 WITA

Fraksi Partai Perindo Sikka Wanti-Wanti Pungli di Sekolah

Rabu, 10 Juni 2026 - 21:30 WITA

Jurusan Rekayasa Perangkat Lunak di SMKS Yohanes XXIII Maumere, Juara LKS Tingkat Kabupaten Sikka

Rabu, 10 Juni 2026 - 13:45 WITA

Rekanan Mengeluh, AWK Belum Bayar Pekerjaan 4 Titik Dapur SPPG di Sikka, Nilainya Mencapai Rp 754 Juta

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:27 WITA

Sekolah Dihancurkan demi Koperasi Desa Merah Putih, AHP: Sangat Keterlaluan

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:51 WITA

10 Kali Dapat Opini WTP, Bupati Sikka: Berkat Komitmen Eksekutif dan Legislatif

Berita Terbaru

Daerah

Fraksi Partai Perindo Sikka Wanti-Wanti Pungli di Sekolah

Kamis, 11 Jun 2026 - 07:50 WITA