
Maumere-SuaraSikka.com: Mantan Ketua DPC PDIP Sikka sekaligus mantan Bupati Sikka Alexander Longginus ikut bereaksi dan angkat bicara soal pernyataan kontroversial Ketua DPC PKB Sikka Yoseph Karmianto Eri.
Alexander Longginus menegaskan bahwa dalam hal berpolitik, yang dituntut adalah sebuah kejujuran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Karena itu, kata dia, pernyataan Yoseph Karmianto Eri yang mengatakan Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo merupakan kader PKB yang dititipkan ke PDIP, harus pula diuji kejujurannya.
“Harus ada kejujuran, baik dari Manto, juga dari Robby Idong,” sentil dia menjawab media ini, Jumat (12/3) di Maumere.
Menurut Alex Longginus, apa yang disampaikan Karmianto Eri, tentu saja berpijak dari sebuah realitas. Seperti apa realitas tersebut, hanya Karmianto Eri yang bisa menjelaskan dengan jujur.
“Saya kira Manto punya dasar menyampaikan hal itu. Tidak mungkin dia keluarkan pernyataan yang konyol seperti itu,” ujar dia.
Dia juga meminta Bupati Sikka yang biasa disapa Robby Idong, menanggapi dengan jujur pernyataan Ketua PKB Sikka.
“Robby Idong juga harus jujur terhadap pernyataan tersebut. Benar atau tidak seperti yang disampaikan Manto. Kalau tidak salah Manto pernah keluarkan kartu tanda anggota PKB untuk Robby,” tambah dia menduga.
Soal kejujuran dalam berpolitik, kata Alexander Longginus, sikap politik seperti itu sudah membudaya di PDIP. Partai dengan logo banteng bermoncong putih itu, kata dia, sangat konsisten dan prinsip mengatakan hal yang juiur.
“Di PDIP, kami sudah diajarkan untuk menyampaikan benar ya benar, dan salah ya salah. Sikap itu sudah dari dulu, sejak zaman PDI hingga PDIP,” tukas dia.
Selain menggugah kejujuran dari Karmianto Eri dan Bupati Sikka, Alex Longginus juga menyentil etika politik pada diri Karmianto Eri.
Wakil Ketua DPD PDIP NTT ini menilai pernyataan Karmianto Eri merupakan sebuah pernyataan yang tidak etis. Dia menduga Karmianto Eri tidak memiliki etika politik dan komunikasi politik yang baik.
“Robby Idong itu Bupati Sikka, dan pernyataan tersebut sangat menyudutkan Bupati,” ungkap dia.
Alex Longginus mengatakan sebagai seorang pejabat dengan posisi saat ini menjadi Wakil Ketua DPRD Sikka, semestinya Karmianto Eri memilih pilihan kalimat dan diksi yang etis, tepat, dan komunikatif.
Mantan Ketua DPC PDIP Sikka tiga periode ini, kemudian merasa lucu sendiri ketika Karmianto Eri menyamakan dirinya dengan Gus Dur.
“Gus Dur itu terkenal karena ketokohannya yang berwibawa dan piawai. Pernyataan Gus Dur sulit ditangkap maksudnya. Manto jangan samakan dirinya seperti Gus Dur,” ujar dia serius.

Sebelumnya, saat Muscab PKB Zona II NTT di Hotel Sylvia Maumere, Kamis (11/3), Karmianto Eri menyambut kedatangan Bupati Sikka dengan pernyataan kontroversial.
“Selamat datang Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo di Muscab PKB. Beliau ini juga merupakan kader PKB yang kita titipkan di PDI Perjuangan,” ujar Manto bersemangat.
Tepuk tangan riuh menggemuruh di lokasi acara. Tepukan tangan dan apresiasi penuh bangga memberi kesan setuju atas pernyataan Karmianto Eri.
Pernyataan Karmianto Eri kini menjadi gunjingan hangat netizen dan warga masyarakat Sikka. Banyak yang mengecam, terutama datang dari warga banteng moncong putih. Tapi tidak sedikit pun yang sependapat dengan gaya obok-obok Karmianto Eri.*** (eny)

















