


Maumere-SuaraSikka.com: Wakil Bupati Sikka Romanus Woga melayangkan sindiran telak soal kebijakan mutasi di Kabupaten Sikka saat sidang paripurna di DPRD Sikka, Jumat (26/3) malam.
Saat itu Wabup Sikka Romanus Woga sedang menglarifikasi tanggapan fraksi-fraksi atas keterangan pemerintah terhadap pemandangan umum fraksi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Wabup Sikka menghimpun sejumlah tanggapan fraksi dalam jawaban singkat. Tanggapan fraksi-fraksi itu antara lain soal kelangkaan pupuk, pengadaan genset di Puskesmas, kelangkaan minyak tanah, ruangan isolasi di Puskesmas, “kolam” di Wolomarang, termasuk pengadaan trafo listrik di IGD RSUD TC Hillers Maumere.
Dia pun menyinggung soal kebijakan mutasi yang disoroti Fraksi Partai Nasdem. Wabup Sikka sendiri merupakan Ketua Partai Nasdem Sikka.
“Mutasi, kalau tanya sama saya, saya tidak dilibatkan, jangan tanya sama saya,” ujar Wabup Sikka pada sidang paripurna di DPRD Sikka, Jumat (26/5) malam.
Spontan pernyataan Wabup Sikka tentang kebijakan mutasi ini langsung mengundang tawa riuh forum sidang paripurna.
Sebelumnya, Fraksi Partai Nasdem menyoroti pemerintah yang terlalu sering melakukan mutasi, rotasi dan promosi terhadap aparatur sipil negara (ASN). Menurut Fraksi Partai Nasdem, terkesan kebijakan tersebut menyalahi PP Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen ASN.
Dalam keterangam resmi pemerintah yang dibacakan Wabup Sikka, dijelaskan bahwa mutasi, rotasi, dan promosi merulakan suatu hal yang biasa dan sering dilakukan dalam organisasi birokrasi pemerintah.
Hal dimaksud, kata dia, untuk mengisi kekosongan atau lowongnya suatu jabatan sebagai akibat dari adanya pejabat pensiun, meninggal dunia, mengundurkan diri, pejabat yang ambil masa persiapan pensiun, dan yang dipromosikan ke jabatan setingkat lebih tinggi.
Wabup Sikka menegaskan bahwa proses mutasi, rotasi, daan promosi dilakukan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.*** (eny)


















