




Maumere-SuaraSikka.com: Sebanyak 1.195 orang Desa Semparong di Kabupaten Sikka mengungsi akibat banjir Rob. Camat Alok Pedro Rodriquez kuatir muncul penyakit diare.
“Saya kuatir terjadi diare. Ini saya lagi mau ke Puskesmas Teluk untuk koordinasi dengan petugas medis,” jelas Pedro Rodriquez, Minggu (4/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pedro Rodriquez sejak kemarin berada di Desa Pemana. Dia belum berani menuju Desa Semparong karena masih terjadi gelombang pasang dengan ombak yang tinggi.
Ribuan orang di Desa Semparong mengungsi sejak Jumat (2/4). Mereka menempati dua lokasi gedung sekolah yakni SD Semparong dan SMP Satap Semparong. Dua lokasi dalam satu areal ini terbilang aman karena letaknya agak di ketinggian.
Kepala Desa Semparong Darman memastikan 316 kepala keluarga berjumlah 1.195 orang memilih untuk mengungsi. Para pengungsi berasal dari tiga dusun yaitu Kajoangin, Sukun, dan Sambuta.
Darman menguraikan sejumlah masalah yang dia temukan di lokasi pengungsi. Dia menyebut misalnya soal pasokan makanan, obat-obatan, serta logistik lainnya.
“Banyak kendala di sini, pasokan makanan, obat-obatan, tempat tidur beserta alat kebersihan lainnya,” pesan dia kepada media ini melalui WhatssApp.
Banjir rob di Desa Semparong terjadi sejak Rabu (31/3). Memasuki hari kelima, Minggu (4/4), Darman menyebutkan belum ada bantuan yang datang.
Dia berharap institusi penanggulangan bencana bisa segera menyalurkan bantuan tanggap darurat. Demikian pun petugaa medis diharapkan bisa berada di lokasi untuk mengantisipasi munculnya penyakit di lokasi pengungsi.*** (eny)




















