1.195 Pengungsi Semparong, Camat Alok Kuatir Muncul Diare

Avatar photo

- Redaksi

Minggu, 4 April 2021 - 12:24 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 22 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana di lokasi pengungsian di Desa Semparong, Sabtu (3/4) (foto: istimewa)

Suasana di lokasi pengungsian di Desa Semparong, Sabtu (3/4) (foto: istimewa)

Maumere-SuaraSikka.com: Sebanyak 1.195 orang Desa Semparong di Kabupaten Sikka mengungsi akibat banjir Rob. Camat Alok Pedro Rodriquez kuatir muncul penyakit diare.

“Saya kuatir terjadi diare. Ini saya lagi mau ke Puskesmas Teluk untuk koordinasi dengan petugas medis,” jelas Pedro Rodriquez, Minggu (4/4).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pedro Rodriquez sejak kemarin berada di Desa Pemana. Dia belum berani menuju Desa Semparong karena masih terjadi gelombang pasang dengan ombak yang tinggi.

Ribuan orang di Desa Semparong mengungsi sejak Jumat (2/4). Mereka menempati dua lokasi gedung sekolah yakni SD Semparong dan SMP Satap Semparong. Dua lokasi dalam satu areal ini terbilang aman karena letaknya agak di ketinggian.

Baca Juga :  Sikka Darurat, Cairan Dialisa Habis, Pasien Cuci Darah Tidak Dilayani

Kepala Desa Semparong Darman memastikan 316 kepala keluarga berjumlah 1.195 orang memilih untuk mengungsi. Para pengungsi berasal dari tiga dusun yaitu Kajoangin, Sukun, dan Sambuta.

Darman menguraikan sejumlah masalah yang dia temukan di lokasi pengungsi. Dia menyebut misalnya soal pasokan makanan, obat-obatan, serta logistik lainnya.

Baca Juga :  Bertahun-Tahun Kontrak Rumah di Maumere Demi Bisa Cuci Darah, Warga Flotim Minta Pemerintah Hadirkan Unit Hemodialisis di Larantuka

“Banyak kendala di sini, pasokan makanan, obat-obatan, tempat tidur beserta alat kebersihan lainnya,” pesan dia kepada media ini melalui WhatssApp.

Banjir rob di Desa Semparong terjadi sejak Rabu (31/3). Memasuki hari kelima, Minggu (4/4), Darman menyebutkan belum ada bantuan yang datang.

Dia berharap institusi penanggulangan bencana bisa segera menyalurkan bantuan tanggap darurat. Demikian pun petugaa medis diharapkan bisa berada di lokasi untuk mengantisipasi munculnya penyakit di lokasi pengungsi.*** (eny)

Berita Terkait

Bertahun-Tahun Kontrak Rumah di Maumere Demi Bisa Cuci Darah, Warga Flotim Minta Pemerintah Hadirkan Unit Hemodialisis di Larantuka
Paguyuban Sound System Maumere Sumbang Rp 25 Juta untuk Pembangunan Gereja Santo Gabriel Waioti
Partisipasi Rendah, Hanya 5 SMK di Sikka Ikut FLS3N dan O2SN
Cairan Dialisa Sudah Tersedia, Pasien Cuci Darah di Maumere Kembali Dilayani
Sikka Darurat, Cairan Dialisa Habis, Pasien Cuci Darah Tidak Dilayani
Bom Hantam Gereja Katolik di Papua Tengah, 5 Korban Dibawa Lari ke Rumah Sakit 
Fantastis! Closing Ceremony Festival Sepak Bola, 1500 Pelajar di Sikka Kreasi Tarian Kolosal
Jelang 2 Hari Launching, HM Infinity Sport & Cafe Bagi 100 Paket Sembako untuk Warga Kota Uneng

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 08:54 WITA

Bertahun-Tahun Kontrak Rumah di Maumere Demi Bisa Cuci Darah, Warga Flotim Minta Pemerintah Hadirkan Unit Hemodialisis di Larantuka

Kamis, 21 Mei 2026 - 12:56 WITA

Paguyuban Sound System Maumere Sumbang Rp 25 Juta untuk Pembangunan Gereja Santo Gabriel Waioti

Rabu, 20 Mei 2026 - 22:38 WITA

Partisipasi Rendah, Hanya 5 SMK di Sikka Ikut FLS3N dan O2SN

Selasa, 19 Mei 2026 - 13:22 WITA

Cairan Dialisa Sudah Tersedia, Pasien Cuci Darah di Maumere Kembali Dilayani

Senin, 18 Mei 2026 - 15:12 WITA

Sikka Darurat, Cairan Dialisa Habis, Pasien Cuci Darah Tidak Dilayani

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:13 WITA

Fantastis! Closing Ceremony Festival Sepak Bola, 1500 Pelajar di Sikka Kreasi Tarian Kolosal

Kamis, 14 Mei 2026 - 08:37 WITA

Jelang 2 Hari Launching, HM Infinity Sport & Cafe Bagi 100 Paket Sembako untuk Warga Kota Uneng

Rabu, 13 Mei 2026 - 20:33 WITA

Festival Sepak Bola Pelajar Sukses Meniti Prestasi, Bupati Sikka Beri Apresiasi

Berita Terbaru