




Maumere-SuaraSikka.com: Lamaholot berduka. Dua kabupaten di wilayah itu, Flores Timur dan Lembata di Propinsi NTT dikepung bencana, Minggu (4/4). Sudah puluhan orang yang jadi korban tewas.
Bencana paling dahsyat yakni banjir bandang dan longsor di Desa Nelelamadike Kecamatan Ileboleng, Flores Timur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Dikabarkan 63 orang tewas tertimbun longsor. Masih banyak yang tertimbun longsoran dan bangunan rumah, namun belum bisa dievakuasi.
Masih di Flotim, bencana juga terjadi di Desa Wairburak dan Kelurahan Waiwerang di Kecamatan Adonara Timur. Banjir bandang menewaskan 4 orang. Puluhan rumah porak poranda.
Sementara itu di Kabupaten Lembata,
banjir bandang melanda beberapa desa di Kecamatan Ile Ape dan Ile Ape Timur.
Setidaknya sudah 13 warga yang dikabarkan meregang nyawa, yakni 3 dari Desa Waowala, 5 dari Desa Tanjung Batu, dan 5 dari Desa Amakaka.
Sementara itu puluhan warga lainnya dinyatakan hilang dan masih dalam proses pencarian.

Ini merupakan bencana terbesar yang dialami warga Lamaholot.
Informasi yang dihimpun media ini Bupati Flotim Antonius Gehe Hadjon sejak pagi tadi sudah menuju ke lokasi bencana. Dia menyebut banjir bandang dan longsor akibat hujan dengan intensitas tinggi dalam beberapa hari terakhir ini.
Hingga sore tadi, cuaca ekstrim masih terus berlangsung. Warga diminta antisiapasi banjir bandang dan longsor susulan.*** (eny)




















