




Maumere-SuaraSikka.com: Warga Dusun Kajoangin Desa Semparong Kecamatan Alok Kabupaten Sikka bergotong-royong kerja bakti, Minggu (4/4) pagi. Mereka beramai-ramai menumpuk batu di pinggir pantai.
Upaya ini dilakukan untuk mengantisipasi banjir rob dari laut, menyusul cuaca ekstrim yang terjadi di sekitar wilayah itu sejak Rabu (31/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Warga tidak punya pilihan lain lagi, selain berupaya membendung laju banjir rob menuju ke pemukiman penduduk dengan batu-batu penahan gelombang.
Camat Alok Pedro Rodriquez memantau aktifitas warga Semparong dari Desa Pemana. Dia belum berani menuju ke Semparong karena tingginya ombak dan gelombang di wilayah perairan kepulauan.
“Warga Pemana larang saya ke Semparong demi kenyamanan dan keselamatan,” alasan dia.
Meski hanya memantau dari Pemana, Pedro Rodriuez terus memantau perkembangan dan situasi Desa Semparong melalui hubungan telepon selular.
Banjir rob menghantam Semparong sejak Rabu (31/3). Ribuan orang terpaksa mengungsi ke SD Semparong dan SMP Satap Semparong sejak Jumat (2/4).
Hingga kini belum terpantau bagaimana suasana pengungsi di dua lokasi. Kepala Desa Semparong Darman yang dihubungi dari Maumere memastikan banyak kendala di lokasi pengungsi.
“Kami kesulitan makanan, obat-obatan, tempat tidur beserta alat kebersihan lainnya,” jelas dia.
Sampai dengan hari kelima, Minggu (4/4), perairan laut Semparong masih terus menampakkan amarah. Gelombang kencang dan ombak tinggi mengancam puluhan rumah penduduk.
“Masih ngeri sekali. Angin kencang,” ungkap Pedro Rodriquez.
Sementara itu akses komunikasi ke Semparong mengalami terkendala. Jaringan telepon tidak berlangsung normal. Darman terkadang harus naik bukit untuk bisa melaporkan situasi dan kondisi Semparong.*** (eny)




















