




Maumere-SuaraSikka.com: Kepala BNPB Doni Monardo terpaksa ke Larantuka menempuh jalan darat dari Maumere. Hal ini karena cuaca di Larantuka tidak bersahabat untuk aktifitas penerbangan.
Jenderal bintang tiga itu menunggangi mobil operasional Bupati Sikka EB 1. Plat nomor kendaraan Fortuner berwarna hitam itu tidak sempat diganti.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Keputusan untuk jalan darat setelah mendapat informasi resmi dari Kepala Bandara Frans Seda Maumere.

“Seharusnya sekarang setelah refueling, terbang lagi ke Larantuka, namun cuaca tidak memungkinkan di sana, jadi harus pakai jalur darat,” ungkap Doni Monardo kepada wartawan di Bandara Frans Seda Maumere, Senin (5/4).
Rombongan yang mengikuti Doni Mordano dari Jakarta, juga menggunakan jalan darat. Wakil Gubernur NTT Joseph Nae Soi menunggangi mobil seorang diri.
Sementara Wakil Ketua DPD Yorris Raweyai satu mobil bersama anggota DPD asal NTT Angelinus Wako Keko.
BPBD Sikka mengoptimalkan beberapa kendaraan untuk mengangkut personil dari BNPB, Kementerian Kesehatan, Kementerian PUPR, dan Kementerian Sosial.
Konvoi kendaraan rombongan Kepala BNPB dipandu sebuah mobil patroli pengawalan dari Satlantas Polres Sikka.

Doni Monardo dan rombongan tiba di Bandara Frans Seda pukul 10.00 Wita dengan menggunakan pesawat Pelita Air. Rencananya mereka beristirahat setengah jam menunggu pengisian bahan bakar, kemudian melanjutkan perjalanan ke Larantuka.
Kepala BNPB tersebut menjadwalkan kunjungan kerja ke Pulau Adonara untuk melihat dari dekat situasi dan kondisi Pulau Adonara setelah sehari sebelumnya diterjang banjir bandang dan longsor.
“Belum tahu juga nih bisa sampai ke lokasi atau tidak. Karena katanya penyeberangan juga tidak boleh. Kalau belum bisa ya harus tunggu sampai cuaca normal,” ujar Doni Monardo.
Wakil Bupati Flotim Agustinus Boli memastikan sudah 62 korban jiwa akibat bencana yang terjadi di Kecamatan Ileboleng dan Adonara Timur.*** (eny)




















