




Maumere-SuaraSikka.com: Pencarian korban hilang akibat banjir bandang dan longsir di Kabupaten Flotim dan Alor, diperpanjang lagi 3 hari ke depan, sejak Minggu (11/4) hari ini.
Keputusan ini disampaikan Direktur Operasi Basarnas Brigjen TNI (Mar) Rasman, Sabtu (10/4) kemarin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Kantor Pertolongan dan Pencarian Maumere I Putu Sudayana menjelaskan keputusan tersebut khusus diberlakukan untuk Flotim dan Alor.

“Sampai dengan kemarin sudah memasuki hari ketujuh. Sehingga Direktur Operasi Basarnas mengeluarkan persetujuan perpanjangan 3 hari ke depan,” jelas Putu Sudayana.
Data dari Basarnas Maumere, Tim SAR Gabungan masih melakukan pencarian 5 orang hilang di Kabupaten Flotim. Sudah 71 orang yang ditemukan dalam keadaan meninggal.
Sementara di Alor, Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi 28 orang meninggal, dan kini sedang melakukan pencarian terhadap 13 korban hilang.

Untuk Kabupaten Lembata, yang juga terdampak badai siklon tropis seroja, belum diterima informasi terkait masa waktu pencarian orang hilang. Di Kabupaten ini tercatat 46 orang meninggal dunia, dan 22 orang sedang dalam pencarian.
Sebagaimana diketahui, badai siklon tropis seroja meluluhlantakkan sejumlah daerah di NTT. Tiga kabupaten yang paling parah yakni Flotim, Lembata, dan Alor. BNPB merilis hingga kemarin sudah 174 korban jiwa.*** (eny)




















