




Maumere-SuaraSikka.com: Sebanyak 230 warga Kecamatan Mego di Kabupaten Sikka, Sabtu (24/4) hari ini, akan menjalani rapid antigen yang kedua.
Menurut rencana pelaksanaan rapid antigen kedua berlangsung di Pasar Lekebai di Desa Bhera, sama seperti pelaksanaan rapid antigen pertama pada Selasa (20/4) lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Rapid antigen yang kedua ini kepada 230 orang yang sebelumnya diketahui hasil negatip. Hal ini dilakukan untuk memastikan status kesehatan apakah mereka terinfeksi atau tidak.

Jurubicara Satgas Covid Sikka Bidang Kesehatan Clara Francis berharap semua warga mendatangi Pasar Lekebai untuk menjalani rapid antigen.
“Mudah-mudahan kontak erat yang datang untuk rapid lebih banyak, agar kita bisa pastikan status mereka untuk penanganan selanjutnya,” jelas Clara Francis.
Informasi tadi malam dari Camat Mego, lanjut Clara Francis, Pasar Lekebai ditutup hari ini sehingga memudahkan Tim Kesehatan melakukan rapid massal di situ.
Dia mengatakan pada Selasa (20/4) lalu Tim Kesehatan Satgas Covid Sikka telah melakukan rapid massal kepada 250 warga Mego.
Mereka ini merupakan hasil penelusuran karena telah kontak erat dengan sejumlah orang yang sebelumnya terpapar virus corona.
Dari rapid massal ini diketahui 20 orang terpapar. Sebanyak 16 orang langsung dievakuasi ke Gedung SCC, 2 orang menjalani karantina di belakang Roxy Swalayan, dan 2 orang lagi karantina mandiri.
Selanjutnya, dari kontak erat yang positip juga sudah dilakukan lagi rapid antigen oleh Puskesmas Lekebai terhadap 40 orang. Dari proses ini ditemukan 3 lagi yang positip.

Hingga kini puluhan orang menjalani karantina terpusat di Maumere. Data yang direkam media ini, sebanyak 26 orang di belakang Roxy Swalayan, dan 39 orang di Gedung SCC.
Dari jumlah 65 orang ini, 10 warga Mego karantina di belakang Swalayan Roxy yakni 4 dari Desa Dobo dan 6 dari Desa Bhera. Sementara di Gedung SCC semuanya berasal dari Desa Bhera.*** (eny)




















