230 Warga Mego Rapid Antigen Kedua

Avatar photo

- Redaksi

Sabtu, 24 April 2021 - 12:44 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 18 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana warga karantina di Gedung SCC

Suasana warga karantina di Gedung SCC

Maumere-SuaraSikka.com: Sebanyak 230 warga Kecamatan Mego di Kabupaten Sikka, Sabtu (24/4) hari ini, akan menjalani rapid antigen yang kedua.

Menurut rencana pelaksanaan rapid antigen kedua berlangsung di Pasar Lekebai di Desa Bhera, sama seperti pelaksanaan rapid antigen pertama pada Selasa (20/4) lalu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Rapid antigen yang kedua ini kepada 230 orang yang sebelumnya diketahui hasil negatip. Hal ini dilakukan untuk memastikan status kesehatan apakah mereka terinfeksi atau tidak.

Jurubicara Satgas Covid Sikka Bidang Kesehatan Clara Francis

Jurubicara Satgas Covid Sikka Bidang Kesehatan Clara Francis berharap semua warga mendatangi Pasar Lekebai untuk menjalani rapid antigen.

“Mudah-mudahan kontak erat yang datang untuk rapid lebih banyak, agar kita bisa pastikan status mereka untuk penanganan selanjutnya,” jelas Clara Francis.

Baca Juga :  Fraksi Partai Perindo Sikka Wanti-Wanti Pungli di Sekolah

Informasi tadi malam dari Camat Mego, lanjut Clara Francis, Pasar Lekebai ditutup hari ini sehingga memudahkan Tim Kesehatan melakukan rapid massal di situ.

Dia mengatakan pada Selasa (20/4) lalu Tim Kesehatan Satgas Covid Sikka telah melakukan rapid massal kepada 250 warga Mego.

Mereka ini merupakan hasil penelusuran karena telah kontak erat dengan sejumlah orang yang sebelumnya terpapar virus corona.

Dari rapid massal ini diketahui 20 orang terpapar. Sebanyak 16 orang langsung dievakuasi ke Gedung SCC, 2 orang menjalani karantina di belakang Roxy Swalayan, dan 2 orang lagi karantina mandiri.

Baca Juga :  Polemik Dapur SPPG 3T di Sikka Seret AWK, Investor Sebut Belum Ada Pencairan BGN dan Bereskan Utang Rekanan di Lapangan

Selanjutnya, dari kontak erat yang positip juga sudah dilakukan lagi rapid antigen oleh Puskesmas Lekebai terhadap 40 orang. Dari proses ini ditemukan 3 lagi yang positip.

Suasana di lokasi karantina belakang Roxy Swalayan, Sabtu (24/4)

Hingga kini puluhan orang menjalani karantina terpusat di Maumere. Data yang direkam media ini, sebanyak 26 orang di belakang Roxy Swalayan, dan 39 orang di Gedung SCC.

Dari jumlah 65 orang ini, 10 warga Mego karantina di belakang Swalayan Roxy yakni 4 dari Desa Dobo dan 6 dari Desa Bhera. Sementara di Gedung SCC semuanya berasal dari Desa Bhera.*** (eny)

Berita Terkait

Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki, Bandara Frans Seda Maumere Ditutup Sementara
Pedagang Pasar Alok Sempat Kejar, Bupati Sikka: Saya Tidak Melarikan Diri
Kecewa Bupati Sikka Melarikan Diri, Pedagang Pasar Alok Teriak Pemimpin Pengecut
Penertiban Brutal di Pasar Alok, Terpal Dirobek, Meja Dagangan Diinjak
Fraksi Partai Perindo Sikka Wanti-Wanti Pungli di Sekolah
Jurusan Rekayasa Perangkat Lunak di SMKS Yohanes XXIII Maumere, Juara LKS Tingkat Kabupaten Sikka
Polemik Dapur SPPG 3T di Sikka Seret AWK, Investor Sebut Belum Ada Pencairan BGN dan Bereskan Utang Rekanan di Lapangan
Rekanan Mengeluh, AWK Belum Bayar Pekerjaan 4 Titik Dapur SPPG di Sikka, Nilainya Mencapai Rp 754 Juta

Berita Terkait

Sabtu, 20 Juni 2026 - 14:03 WITA

Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki, Bandara Frans Seda Maumere Ditutup Sementara

Kamis, 11 Juni 2026 - 20:31 WITA

Pedagang Pasar Alok Sempat Kejar, Bupati Sikka: Saya Tidak Melarikan Diri

Kamis, 11 Juni 2026 - 18:17 WITA

Kecewa Bupati Sikka Melarikan Diri, Pedagang Pasar Alok Teriak Pemimpin Pengecut

Kamis, 11 Juni 2026 - 15:44 WITA

Penertiban Brutal di Pasar Alok, Terpal Dirobek, Meja Dagangan Diinjak

Kamis, 11 Juni 2026 - 07:50 WITA

Fraksi Partai Perindo Sikka Wanti-Wanti Pungli di Sekolah

Rabu, 10 Juni 2026 - 18:31 WITA

Polemik Dapur SPPG 3T di Sikka Seret AWK, Investor Sebut Belum Ada Pencairan BGN dan Bereskan Utang Rekanan di Lapangan

Rabu, 10 Juni 2026 - 13:45 WITA

Rekanan Mengeluh, AWK Belum Bayar Pekerjaan 4 Titik Dapur SPPG di Sikka, Nilainya Mencapai Rp 754 Juta

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:27 WITA

Sekolah Dihancurkan demi Koperasi Desa Merah Putih, AHP: Sangat Keterlaluan

Berita Terbaru

Daerah

Fraksi Partai Perindo Sikka Wanti-Wanti Pungli di Sekolah

Kamis, 11 Jun 2026 - 07:50 WITA