




Maumere-SuaraSikka.com: Sebanyak 7 pelajar SMAK John Paul II dipastikan terpapar Covid-19. Kini mereka menjalani karantina terpusat di belakang Roxy Swalayan.
Para pelajar ini semuanya perempuan. Mereka masuk ke lokasi karantina terpusat, Senin (26/4), pukul 13.06 Wita, diantar Ambulance Khusus Covid.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Petugas BPBD Sikka menempatkan 7 pelajar ini di Sekretariat FKUB Sikka, satu dari tiga lokasi karantina yang terletak di belakang Roxy Swalayan.

Sebagaimana penuturan para pelajar, semua mereka merupakan penghuni sebuah asrama perempuan. Asrama tersebut kini menampung 43 orang.
Seluruh penghuni asrama tersebut, Senin (26/4) pagi tadi, menjalani rapid antigen di Labkesda Dinkes Sikka. Hasilnya menunjukkan 6 orang teridentifikasi positip Covid.
Sebelumnya seorang pelajar SMAK John Paul dipastikan positip Covid sejak Sabtu (24/4). Pelajar ini menjalani rapid antigen dalam rangka pulang libur ke kampung halamannya di Kabupaten Belu.
Karena terinfeksi virus corona, akhirnya kawan-kawan pelajar yang tinggal satu asrama dengannya, diduga telah melakukan hubungan kontak erat, harus menjalani rapid antigen.
Sebanyak 7 pelajar ini adalah Kelas XII dari Jurusan IPA dan IPS. Mereka telah selesai ujian akhir, dan kini menunggu pengumuman hasil. Rencananya mereka akan berlibur ke rumah masing-masing.
Pantauan media ini, 7 pelajar tersebut tampak santai saja memasuki lokasi karantina terpusat. Malah mereka begitu transparan memberikan keterangan kepada media.
Salah satu pelajar berharap kondisi mereka seterusnya bisa cepat sehat dan sembuh, sehingga mereka bisa konsentrasi melanjutkan studi ke perguruan tinggi.
Hingga Senin (26/4) pukul 14.00 Wita, sebanyak 792 yang terpapar Covid, di mana 91 sedang aktif, 690 sembuh, dan 11 meninggal.*** (eny)




















