




Maumere-SuaraSikka.com: Sebanyak 24 pemilik 27 bidang lahan di Bendungan Napun Gete menerima ganti rugi Rp 6,6 miliar lebih. Ketua DPRD Sikka Donatus David langsung mengingatkan agar jangan hanya menggelar pesta.
Pesan Ketua DPRD Sikka ini disampaikan kepada para pemilik lahan, Selasa (27/4) di Hotel Sylvia, yang hari itu menerima pembayaran ganti rugi atas tanah mereka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Manfaatkan uang ganti rugi ini untuk kepentingan hidup. Jangan sampai hanya mau bikin pesta saja, sanbut baru, lodong me, dan lain-lain,” ingat dia dalam sambutan singkatnya.

Pesan senada disampaikan Asisten 2 Setda Sikka Frederikus Djen. Dia berharap setiap pemilik lahan yang menerima ganti rugi, memanfaatkan uang tersebut untuk investasi dan belanja kebutuhan yang penting.
“Nilai yang diterima bisa menjadi makna ke depan. Jadi investasi. Jangan habis di pesta,” kata Frederikus Djen.
Lebih lanjut Donatus David merekomendasikan agar membeli tanah di Kota Maumere, lalu membangun usaha misalnya dengan kos-kosan atau kontrakan rumah.
“Kalau boleh saya usulkan, tanah ganti tanah. Setelah lepas tanah untuk bendungan, sekarang dapat uang ganti rugi, beli lagi tanah, untuk usaha pertanian, perdagangan, atau usaha lainnya,” saran dia.
Politisi PDIP Sikka itu mengingatkan para penerima ganti rugi akan kepentingan pendidikan bagi anak-anak. Dia mengarahkan agar uang ganti rugi bisa dimanfaatkan untuk urusan dunia pendidikan.
“Pendidikan penting sekali. Jangan berharap dari pemerintah saja. Manfaatkan uang yang ada ini untuk pendidikan,” ujar dia.

Dia meminta Camat Waiblama dan Kepala Desa Ilinmedo ikut memberikan motivasi kepada masyarakat penerima ganti rugi agat benar-benar memanfaatkan uang ganti rugi untuk kepentingan prioritas.
Donatus David menyampaikan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo yang konsisten dan komitmen menyelesaikan ganti rugi tanah milik masyarakat yang sudah dimanfaatkan untuk pembangunan Bendungan Napun Gete.*** (eny)




















