


Babak kedua berjalan separuh waktu, Sabtu (23/5) WIB. Dua tim masih bermain imbang di laga pamungkas akhir musim.
Real Valladoid unggul lebih dulu pada menit ke-18 melalui Oscar Plano. Atletico Madrid berhasil mengimbangi pada menit ke-57 melalui Angel Correa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Atletico, sang pemuncak klasemen gelisah. Begitu juga lawannya Real Valladoid yang berada di zona tidak nyaman.

Pasukan Diego Simeone wajib membawa tiga angka agar bisa naik tahta di penutup musim. Valladoid juga harus pulang dengan kepala tegak agar terhindar dari degradasi.
Rawan bagi Atletico jika hanya bermain imbang. Posisinya bakal disalib Real Madrid jika mampu menjinakkan Villareal.
Jika Atletico bermain imbang, dan Madrid meraih poin penuh, praktis dua tim sekota ini sama-sama mengantongi poin 84. Dan itu artinya Madrid berhak mempertahankan gelar karena unggul head to head.

Dan pesta bagi Atletico pun mulai terjadi di menit ke-67. Berawal dari Sergi Guardiola yang salah melepas umpan, Luis Suarez berhasil merebut bola. El Pistolero pun melecut cepat. Sebuah aksi solo run gemilang dari striker veteran itu.
Berada di bagian tengah kotak 16, Luis Suarez melepaskan tendangan keras terukur dengan kaki kiri. Si kulit bundar bersarang manis di sudut kiri bawah gawang Jordi Masip.
Papan skor berubah 2-1. Luis Suarez tampak emosional dan menyimpan dendam. Gol ke 21 bagi pria 34 tahun yang musim ini “dibuang” Barcelona.
Masih tersisa 23 menit lagi. Pertandingan berlangsung alot. Dalam waktu hanya 2 menit, 3 kartu kuning melayang ke kubu Atletico untuk Mario Hermoso, Vitolo, dan
Saul Niguez.
Valladoid mulai naikkan tensi. Jual beli serangan terjadi begitu dramatis. Jawal El Yamiq, Michel, dan Fede San Emeterio diganjar kartu kuning.
Atletico sendiri pun kembali digempur kartu kuning untuk Joao Felix, Felipe, dan Renan Lodi.
Sisa-sisa pertandingan kian berujung. Dan Atletico pantas pertahankan kemenangan. Aroma tropi bergengsi La Liga seperti sudah tercium dekat.
Pluit panjang berbunyi. Pesta pun berlangsung. Los Rojiblancos menari riang di Stadion Nuevo Jose Zorrilla. Mengabaikan pemain Valladoid yang terduduk lesu karena harus turun kasta.
Di pinggir lapangan Diego Simeone dengan jas hitam tampak mengumbar senyum. Pria 50 tahun asal Argentina itu menarik napas kemenangan.
Selebrasi Atletico pun tidak terhindarkan. Apalagi setelah mereka puasa gelar selama 6 tahun.
Para fans Atletico sudah berkumpul di areal parkir stadion sejak bola digulirkan dari titik putih. Mereka tidak peduli awasan Presiden Atletico Enrique Cerezo yang meminta pemain dan fans untuk menahan diri dan menghormati protokol kesehatan jika Atletico berhasil meraih gelar.
Dalam rekaman yang viral di media sosial, sejumlah pemain Atletico merayakan juara dengan membaurkan diri dalam kerumunan fans.
Terlihat Yannick Carrasco, Marcos Llorente, Saul Niguez, Luis Suarez dan Jan Oblak tergabung dalam pesta kemenangan.
Polisi pun bergerak cepat memisahkan Luis Suarez dan kawan-kawan dari para fans. Pasukan Diego Simeone diarahkan ke bus tim yang telah menunggu.
Dibubarkan paksa, sekelompok fans pun terlibat perkelahian kecil dengan polisi. Salah satu rekaman video memperlihatkan Saul Niguez turun tangan menenangkan fans Atletico. Sementara Yannick Carrasco tampak membantu seseorang yang telah terjatuh dalam gesekan tersebut.
Tropi LaLiga musim.2020/2021 menjadi gelar ke-11 Atletico Madrid. Terakhir Atletico merengkuh gelar pada musim
2003/2004, kala itu Diego Simeone juga sang arsiteknya.

Atletico menjadi juara musim tahun ini dengan jumlah gol yang sedikit. Jumlah gol mereka hingga jornada ke-38 hanya 67 gol. Unggul tujuh gol dari Villarreal yang berada di peringkat tujuh.
Jumlah gol mereka kalah banyak dari Barcelona di peringkat tiga, di mana El Blaugrana berhasil menorehkan total 85 gol.
Jika dibandingkan dengan 10 juara LaLiga terakhir, Atletico menjadi tim dengan jumlah kebobolan tersedikit kedua.
Musim ini mereka hanya total kebobolan 25 gol. Pasukan Diego Simeone kalah dari Barcelona musim 2014/15 yang hanya kebobolan 21 gol dari 38 pertandingan.
Keberhasilan Atletico tidak banyak kebobolan musim ini juga berkat performa apik sang kiper Jan Oblak.
Kiper asal Slovenia itu sudah menjadi kiper tertangguh di LaLiga dalam empat musim terakhir. Itu terbukti ketika dia memenangkan lima total trofi Ricardo Zamora.
Musim ini sang kiper mencatatkan 18 clean sheets sehingga dia memenangkan sarung tangan emas sekali lagi.*** (*/eny)


















