Dua Raksasa Inggris “Baku Bunuh” di Portugal

0
246
Dua Raksasa Inggris
Chelsea bertemu Manchester City pada Semifinal Piala FA di Stadion Wembley April 2021 lalu (foto: istimewa)

Maumere-SuaraSikka.com: Dua klub raksasa Inggris bakal saling “baku bunuh” dalam tajuk All England Final Liga Champions 2020/2021, Minggu (30/5) pukul 02.00 WIB. Estadio do Dragao Porto di Portugal menjadi saksi sejarah pertempuran bergengsi ini.

Manchester City, juara Liga Inggris musim ini berhadapan dengan Chelsea. Bentrok yang bakal menyedot perhatian dunia, termasuk 12.000 penonton yang akan menyaksikan langsung pertandingan tersebut.

Laga final ini awalnya dijadwalkan digelar di Istanbul, Turki. Namun, masalah muncul karena negara itu masuk daftar merah tujuan warga Inggris, terkait pandemi Covid-19.

Sempat dijajaki kemungkinan memindahkan ke Stadion Wembley London. Tetapi rencana itu batal dilakukan karena sulitnya mendapatkan pengecualian bagi delegasi yang berkunjung, penyiar dan sponsor.

Pemain Manchester City merayakan kemenangan (foto: istimewa)

Manchester City akan mengejar gelar Liga Champions pertamanya. Ini merupakan penampilan pertama di partai pemuncak.

Sementara Chelsea akan mengejar gelar juara kedua kalinya setelah yang diraih pada 2021. Mereka lolos ke final untuk ketiga kalinya.

Ini akan menjadi pertemuan pertama Manchester City dan Chelsea pada kompetisi Eropa dalam 50 tahun terakhir. Keduanya terakhir kali bertemu di kompetisi Eropa pada Semifinal Piala Winners musim 1970-1971. Chelsea menjinakkan juara bertahan City melalui dua kemenangan dengan skor yang sama, 1-0.

Partai final Liga Champions ini merupakan ketiga kalinya mempertemukan dua klub Inggris. Chelsea pernah merasakan hal itu ketika kalah adu pinalti dari Manchester United pada 2008 di Moskwa. Dua tahun lalu di Madrid, Liverpool mengalahkan Tottenham Hotspur.

Manchester City berada di partai puncak setelah menjuarai Grup C. Sesudah itu, pasukan Josep Guardiola berturut-turut menyingkirkan Borussia Monchengladbach (agregat 4-0), Borussia Dortmund (4-2), dan finalis musim lalu PSG (4-1).

Euforia pemain Chelsea (foto: istimewa)

Sementara Chelsea menjuarai Grup E bersama Frank Lampard. Setelah itu, bersama pelatih anyar Thomas Tuchel, mereka mengeliminasi Atletico Madrid (agregat 3-0), Porto (2-1), dan sang raja kompetisi Real Madrid (3-1).

Manchester City dan Chelsea sudah bertemu tiga kali di kompetisi domestik musim ini. Manchester City menang sekali, dan Chelsea menang dua kali.

Pada pekan ke-17 Premier League musim ini, Manchester City menang 3-1 di kandang Chelsea. The Citizens menang lewat gol-gol Ilkay Gundogan, Phil Foden, dan Kevin De Bruyne. Waktu itu, Chelsea masih ditangani Lampard.

Setelah itu, mereka bertemu di semifinal FA Cup. Kali ini, Chelsea sudah ganti dilatih oleh Thomas Tuchel. Main di Wembley, The Blues menang 1-0 lewat gol tunggal Hakim Ziyech.

Terakhir, Manchester City menjamu Chelsea pada pekan ke-35 Premier League. Tuchel lagi-lagi mengalahkan Guardiola. Chelsea besutannya menang 2-1. Sempat tertinggal oleh gol Raheem Sterling, Chelsea membalikkan keadaan lewat gol-gol Ziyech dan Marcos Alonso.

Manajer Manchester City Josep Guardiola sudah pernah dua kali menjuarai Liga Champions sebagai pelatih, yakni bersama Barcelona pada musim 2008/2009 dan 2010/2011. Sementara Manajer Chelsea Tuchel baru musim lalu mencapai final kompetisi ini bersama PSG, dan kalah 0-1 dari Bayern Munchen.

Dua final Liga Champions Chelsea sebelumnya semuanya berakhir dengan adu pinalti. Mereka kalah dari Manchester United pada 2008 (1-1, 5-6), kemudian menang atas Bayern Munchen pada 2012 (1-1, 4-3). Akankah tren adu penalti itu terulang lagi?

Lalu, siapakah yang akan keluar sebagai pemenang? Manchester City meraih gelar perdananya dan menjadi juara anyar Atau Chelsea yang akan meraih titel kedua mereka?

Joseph Guardiola, pelatih Manchester City, dan Thomas Tuckel, pelatih Chelsea

Secara umum, performa kedua tim ini ibarat pedang dan perisai. City adalah pedang yang tajam mengiris pertahanan lawan. Sementara, Chelsea adalah perisai yang tangguh menahan serbuan tim lawan.

Sepanjang gelaran Liga Champions musim ini, City menunjukkan performa luar biasa di sektor penyerangan. Rasio gol dibanding xG mereka mencapai 1,085. Ini artinya, City mampu memanfaatkan sebaik mungkin peluang yang mereka miliki. Sementara, Chelsea memiliki rasio 0,914.

Sementara untuk urusan pertahanan, Chelsea adalah jagoannya. Mereka memiliki rasio kebobolan dibanding xGA sebesar 0,422. Hal ini lebih bagus dibanding City, yang memiliki rasio sebesar 0,67.

Estadio do Dragao Porto di Portugal, tempat berlangsungnya Final Liga Champion, Minggu (30/5) dinihari WIB

Jelang final, Chelsea harus menanti kondisi terkini Ngolo Kante dan Edouard Mendy. Kedua pemain mengalami cedera dan absen pada beberapa laga terakhir yang dimainkan The Blues sebelum final Liga Champions.

Ngolo Kante, pemain asal Prancis itu tidak tampil pada laga melawan Aston Villa. Kante mengalami masalah hamstring yang dikeluhkan sejak lama. Namun, kondisinya tidak terlalu parah.

Tuchel memastikan tidak ada cedera yang serius pada pemain 30 tahun itu. Tuchel cukup yakin Kante bakal siap bermain di Final Liga Champions karena tidak ada cedera yang serius.

“Saya hanya akan menempatkan dia di sesi latihan dan dia akan bermain pada hari Minggu. Saya tidak akan bertanya lagi pada dokter agar tidak mendapat kabar negatif,” kata Tuchel.

Sementara Edouard Mendy telah menjadi andalan Chelsea di bawah mistar gawang. Mendy mengalami cedera tulang rusuk di laga melawan Aston Villa. Dia sudah berlatih tengah pekan ini dan kondisinya baik-baik saja.

“Dia telah membuat kemajuan yang sangat dalam manajemen rasa sakitnya. Kami berharap mendapatkannya pada laga final,” ucap Mendy

Mendy masuk dalam skuad yang diboyong Chelsea menuju Porto. Kiper berusia 28 tahun itu diprediksi bakal masuk dalam starting eleven.*** (*/eny)

Prakiraan Pemain
Manchester City (4-3-3): Ederson; Zinchenko, Dias, Stones, Walker; Gundogan, Rodri, Bernardo Silva; Foden, De Bruyne, Mahrez.
Pelatih: Josep Guardiola

Chelsea (3-4-2-1): Mendy; Rudiger, Silva, Azpilicueta; Chilwell, Kante, Jorginho, James; Mount, Ziyech; Werner
Pelatih: Thomas Tuchel

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini