Bunga Pinjaman Daerah Ternyata 6,19 Persen Pertahun

Avatar photo

- Redaksi

Selasa, 8 Juni 2021 - 14:16 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 25 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana rapat internal DPRD Sikka, Selasa (8/6)

Suasana rapat internal DPRD Sikka, Selasa (8/6)

Maumere-SuaraSikka.com: “Kabur air” tentang suku bunga pinjaman daerah untuk pemulihan ekonomi akhirnya terjawab. Ternyata bunga pinjaman daerah sebesar 6,19 persen pertahun.

Informasi ini resmi disampaikan Tim DPRD Sikka yang melakukan konsultasi langsung ke PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) di Jakarta.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hasil konsultasi ini secara tidak langsung membantah informasi yang beredar selama ini dan gencar disosialisasikan di mana-mana bahwa suku bunga 6,19 persen perdelapan tahun atau 0,77 pertahun.

Tiga anggota DPRD Sikka yang melakukan konsultasi ke PT SMI terkait pinjaman daerah (foto: istimewa)

Tim DPRD Sikka yang melakukan konsultasi yakni Fabianus Toa, Antonius Bata, Philipus Fransiskus, Herlindis Donata da Rato, Alexander Agatho Hasulie, Ferdinandus Mboy, dan Antonius Hendrikus Rebu. Mereka didampingi Kabag Risalah dan Perundang-undangan Sekretariat DPRD Sikka Lodovikus Lotak.

Fabi Toa menginformasikan bahwa Tim DPRD Sikka bertemu Nanang Arifin dan Debrian Saragih selaku Team Leader Relationship Manager PT SMI.

Secara resmi Tim DPRD Sikka belum menyampaikan hasil konsultasi melalui rapat internal. Namun informasi tertulis sudah didistribusikan kepada anggota DPRD Sikka.

Baca Juga :  Sekolah Dihancurkan demi Koperasi Desa Merah Putih, AHP: Sangat Keterlaluan

Dari laporan tertulis hasil konsultasi, jelas disebutkan bahwa suku bunga pinjaman daerah sebesar 6,19 persen pertahun dari nilai out standing.

“Jadi bunga 6,19 pertahun dari nilai out standing, tidak dibagi delapan tahun,” tulis laporan hasil konsultasi.

Selain suku bunga, ada pula biaya-biaya lain yang menjadi kewajiban pemerintah daerah yang melakukan pinjaman.

Disebutkan ada biaya pengelolaan sebesar 0,185 persen pertahun dari out standing, serta biaya provisi sebesar 1 persen. Biaya provisi dibayarkan hanya satu kali saja dengan sistem transfer dari APBD ke rekening PT SMI.

Tim DPRD Sikka konsultasi pinjaman daerah ke PT SMI (foto: istimewa)

Pemkab Sikka mengajukan pinjaman daerah sebesar Rp 216.450.090.000 dengan jangka waktu pinjaman selama 8 tahun. Pengembalian pinjaman beserta bunga mulai dicicil sejak tahun 2023.

Dengan bunga pinjaman 6,19 pertahun, maka APBD harus sisihkan Rp 13.398.260.571 setiap tahun. Jauh berbeda dengan kampanye 0,77 pertahun yang hanya menelan biaya Rp 1.666.665.693.

Baca Juga :  Polemik Dapur SPPG 3T di Sikka Seret AWK, Investor Sebut Belum Ada Pencairan BGN dan Bereskan Utang Rekanan di Lapangan

Sesungguhnya rapat internal sudah digelar sejak Senin (7/6) untuk mendengarkan laporan konsultasi Tim Perubahan Peraturan Tata Tertib DPRD Sikka dan Tim Pinjaman Daerah.

Dalam rapat internal kemarin yang dipimpin Ketua DPRD Sikka Donatus David, Tim Perubahan Peraturan Tatib yang ke Kemendagri sudah menyampaikan hasil konsultasi baik secara lisan maupun tertulis.

Ketika hendak masuk pada laporan hasil konsultasi ke PT SMI, Ketua DPRD Sikka menskors rapat karena ada urusan lain yang tidak bisa ditinggalkan.

Rapat internal dilanjutkan Selasa (8/6) hari ini. Kali ini yang memimpin rapat adalah Wakil Ketua DPRD Sikka Yoseph Karmianto Eri. Karena sebagian besar anggota DPRD Sikka berhalangan hadir, sehingga diskors sampai Rabu (9/6) besok.*** (eny)

Berita Terkait

Pedagang Pasar Alok Sempat Kejar, Bupati Sikka: Saya Tidak Melarikan Diri
Kecewa Bupati Sikka Melarikan Diri, Pedagang Pasar Alok Teriak Pemimpin Pengecut
Penertiban Brutal di Pasar Alok, Terpal Dirobek, Meja Dagangan Diinjak
Fraksi Partai Perindo Sikka Wanti-Wanti Pungli di Sekolah
Jurusan Rekayasa Perangkat Lunak di SMKS Yohanes XXIII Maumere, Juara LKS Tingkat Kabupaten Sikka
Polemik Dapur SPPG 3T di Sikka Seret AWK, Investor Sebut Belum Ada Pencairan BGN dan Bereskan Utang Rekanan di Lapangan
Rekanan Mengeluh, AWK Belum Bayar Pekerjaan 4 Titik Dapur SPPG di Sikka, Nilainya Mencapai Rp 754 Juta
Sekolah Dihancurkan demi Koperasi Desa Merah Putih, AHP: Sangat Keterlaluan

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 20:31 WITA

Pedagang Pasar Alok Sempat Kejar, Bupati Sikka: Saya Tidak Melarikan Diri

Kamis, 11 Juni 2026 - 18:17 WITA

Kecewa Bupati Sikka Melarikan Diri, Pedagang Pasar Alok Teriak Pemimpin Pengecut

Kamis, 11 Juni 2026 - 15:44 WITA

Penertiban Brutal di Pasar Alok, Terpal Dirobek, Meja Dagangan Diinjak

Kamis, 11 Juni 2026 - 07:50 WITA

Fraksi Partai Perindo Sikka Wanti-Wanti Pungli di Sekolah

Rabu, 10 Juni 2026 - 21:30 WITA

Jurusan Rekayasa Perangkat Lunak di SMKS Yohanes XXIII Maumere, Juara LKS Tingkat Kabupaten Sikka

Rabu, 10 Juni 2026 - 13:45 WITA

Rekanan Mengeluh, AWK Belum Bayar Pekerjaan 4 Titik Dapur SPPG di Sikka, Nilainya Mencapai Rp 754 Juta

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:27 WITA

Sekolah Dihancurkan demi Koperasi Desa Merah Putih, AHP: Sangat Keterlaluan

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:51 WITA

10 Kali Dapat Opini WTP, Bupati Sikka: Berkat Komitmen Eksekutif dan Legislatif

Berita Terbaru

Daerah

Fraksi Partai Perindo Sikka Wanti-Wanti Pungli di Sekolah

Kamis, 11 Jun 2026 - 07:50 WITA