Direktur RSUD TC Hillers dan Suami Positip Corona

0
1917
Direktur RSUD TC Hillers dan Suami Positip Corona
Jurubicara Satgas Covid Sikka Bidang Kesehatan Clara Francis

Maumere-SuaraSikka.com: Direktur RSUD TC Hillers Maumere Marietha Letisia Dua Weni dan suami dipastikan positip Covid. Kini keduanya menjalani isolasi di ruang isolasi rumah sakit setempat.

Informasi tentang ini disampaikan Jurubicara Satgas Covid Sikka Bidang Kesehatan Clara Francis, Senin (7/6) malam.

“Benar saat ini Ibu Direktur bersama suami sedang dirawat di ISO RSUD (TC Hillers Maumere) sejak sore tadi,” ungkap Clara Francis.

Dikabarkan Direktur RSUD TC Hillers bersama suaminya Bernadus Absalon Parera yang kini menjabat Kepala Bagian Umum Setda Sikka baru pulang dari Jakarta minggu lalu untuk mengikuti acara kedukaan keluarga.

Clara Francis mengatakan beberapa hari terakhir ini pasutri tersebut mengeluh batuk. Senin (7/6) pagi tadi pasutri ini menjalani rapid tes dan diketahui hasilnya positip.

“Gejala sedang, secara umum keadaan beliau berdua baik-baik saja. Kita doakan bersama agar kondisinya cepat pulih,” tambah Clara Francis.

Clara Francis mengatakan Direktur RSUD TC Hillers dan suami menjalani rapid antigen secara mandiri. Dia memberikan apresiasi atas kesadaran tersebut untuk memeriksakan diri.

“Saat akan kembali dari Jakarta, mereka sudah dirapid dengan hasil negatip. Dan setelah kembali memutuskan untuk karantina mandiri,” ujar dia.

Clara Francis mengatakan pihaknya akan melakukan treking kontak dengan penghuni rumah pasutri.

Menurut dia, setelah kembali dari Jakarta, Direktur RSUD TC Hillers Maumere sempat masuk kantor karena banyak urusan yang ditinggalkan selama ke Jakarta.

Satgas Covid Sikka sudah melakukan treking kontak erat di RSUD TC Hillers Maumere. Seperti apa hasilnya, tidak disampaikan.

Clara Francis menambahkan situasi dan kondisi yang dialami Direktur RSUD TC Hilletrs Maumere dan suami bisa terjadi pada orang lain.

“Artinya Covid bisa kena pada siapa saja.

Untuk itu dia menyarankan kepada semua warga masyarakat agar peduli terhadap kesehatan mulai dari diri sendiri dan keluarga.

Bagi yang melakukan perjalanan, apalagi dari daerah dengan penularan tinggi atau zona merah, disarankan untuk melakukan karantina mandiri selama 14 hari.

“Penularan dapat terjadi di mana saja, termasuk saat dalam perjalanan,” ujar dia.

Clara Francis mengingatkan agar masyarakat Kabupaten Sikka harus waspada. Dia menyinggung acara pesta sambut baru yang baru saja terjadi Minggu (6/6), sangat memungkinkan 1-2 minggu ke depan Sikka akan panen kasus.

Dia beralasan saat pesta sambut baru masyarakat tidak disiplin menegakkan protokoler kesehatan. Apalagi pada saat itu hadir pula anggota keluarga yang datang dari luar daerah.

“Mudah-mudahan yang kita kuatirkan tidak terjadi. Tapi apapun situasinya, kita harus tetap waspada,” pesan Clara Francis.

Hingga kini sudah lebih dari 1.000 kasus positip di Kabupaten Sikka. Dari jumlah itu, 19 orang meninggal terdiri dari 11 positip dan 8 probabel.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini