



Maumere-SuaraSikka.com: Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo menyadari kurang membangun komunikasi dengan DPRD setempat selama proses perjuangan mendapatkan pinjaman daerah. Dia pun meminta maaf atas hal tersebut.
Pernyataan Bupati Sikka disampaikan dalam forum Rapat Kerja antara DPRD Sikka dan Pemkab Sikka, Selasa (15/6), dengan agenda pembahasan pinjaman daerah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Sungguh saya sadari bahwa ada sesuatu yang kurang yakni komunikasi. (Dari tempat ini) Saya minta maaf,” ujar Bupati Sikka dengan suara lembut.
Mantan Camat Nele ini beralasan waktu berjalan begitu cepat, sementara rencana kegiatan sangat banyak.
“Kegiatan-kegiatan harus dikaji, turun ke lokasi, review, pekerjaan rumit, sibuk, sampai lupa komunikasi. Kami fokus ke persyaratan (pinjaman daerah), sampai lupa menyampaikan ke DPRD,” alasan dia.
Pernyataan permohonan maaf ini disampaikan, setelah sebelumnya Bupati Sikka mendadak emosional hingga menghubung-hubungkan pinjaman daerah dan Pilkada 2024.
Tanpa alasan jelas Bupati Sikka menantang taruhan Ketua Fraksi Partai Gerindra pada Pilkada 2024 mendatang.
“Pinjaman tidak jadi, juga tidak apa-apa. Saya tidak ambisi dengan 2 periode. Silakan Pa Stef Say jadi Bupati. Kalau (pinjaman) gagal, kita taruhan, Pa Stef jadi Bupati atau saya yang terpilih lagi. Pinjaman gagal, Bupati akan hancur, saya tidak akan hancur,” sergah dia.
Soal rendahnya komunikasi antara eksekutif dan legislatif sempat disinggung anggota Fraksi PDIP Alfridus Melanus Aeng.
Politisi PKPI Sikka itu berpendapat pemerintah kurang terbuka memberikan informasi kepada DPRD Sikka. Akibatnya menimbulkan banyak perbedaan cara pandang tentang pinjaman daerah.
“Sampai sekarang belum ada kejelasan. Kalau Bupati bilang jangan kuatir, justeru saya kuatir. Ini beban daerah, jadi harus kuatir,” tegas anggota dewan empat periode itu.
Alfridus Aeng memberi contoh soal mekanisme pencairan pinjaman daerah. Hingga sekarang DPRD Sikka tidak pernah tahu seperti apa mekanismenya.
Dia juga menyentil jangka waktu penyelesaian 148 kegiatan yang bersumber dari pinjaman daerah.
“Kalau ini tahun tunggal, apakah bisa diselesaikan tahun ini? Langkah-langkah apa yang disiapkan pemerintah? Karena bagaimana pun kita tidak harapkan kegiatan yang direncanakan jadi mubazir dan tidak bermanfaat untuk masyarakat,” ujar dia.
Sekretaris Fraksi Partai Nasdem Petrus da Silva menanggapi penjelasan pemerintah soal suku bunga. Kesan dia, masih ada ketidakpastian yang berujung kepada kekuatiran.
Mantan Kepala DPPKAD Sikka ini juga menyinggung keterangan pemerintah terkait bahwa finalisasi pinjaman daerah baru diketahui pada saat penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS).
“Kita buang waktu bicara lama-lama di sini, karena kita tidak tahu PKS seperti apa. Kalau faktanya lain, siapa yang bertanggungjawab,” ujar dia.
Ketua Fraksi PDIP Stefanus Sumandi juga menilai masih ada perbedaan informasi terkait suku bunga. Meski demikian, kata dia, finalnya sesuai perhitungan PT SMI.
Sementara itu Ketua Fraksi Partai Gerindra Fransiskus Stephanus Say juga menyayangkan informasi yang simpang-siur terkait pinjaman daerah. Menunggu waktu 15 hari ke depan untuk penandatanganan PKS, katanya, semuanya tidak jelas.*** (eny)


















