



Maumere-SuaraSikka.com: Sebanyak 4 orang anak pekerja pub dikabarkan kabur dari shelter Tim Relawan untuk Kemanusiaan (TRuK). Polisi tengah mencari keberadaan mereka.
Diperkirakan 4 anak di bawah umur ini kabur pada Minggu (27/6) dinihari. Ihwal hilangnya 4 orang ini diketahui Minggu pagi setelah mereka tidak berada di shelter.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pimpinan TRuK Suster Eustachia, SSpS yang dihubungi di Kantor TRuK, Minggu (27/6) siang, memastikan peristiwa kaburnya 4 anak pub.
“Yah, ada 4 yang kabur. Kami tidak menyangka bisa terjadi seperti itu. Padahal selama ini aman-aman saja,” terang Suster Eustachia.
Suster Eustachia mengatakan rencananya anak-anak ini akan diberangkatkan ke Kupang pada Selasa (29/6) lusa.
Informasi yang dihimpun media ini, 4 anak pub yang kabur ini terdiri dari 1 pekerja di Libra Pub dwn 3 pekerja di 999 Pub.
Diperkirakan kabur melalui bagian belakang dekat kamar mandi. Dugaan kuat mereka melompat melalui tembok pembatas.
Di balik tembok pembatas ditemukan sebuah tangga. Kuat dugaan ada pihak lain yang membantu memperlancar pelarian 4 anak pub tersebut.
Pantauan media ini di Kantor TRuK, sejumlah polisi sedang berjaga-jaga. Tampak juga Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2KBP3A) Sikka Maria Bernadina Sada Nenu.
Sementara anak-anak pub lainnya yang masih ada di shelter, seperti sedang resah. Mereka kelihatan tidak tenang menunggu proses hukum yang berlarut-larut.
Sebagaimana diketahui, Subdit 4 Ditreskrimum Polda NTT, Senin (14/6), berhasil membongkar kasus eksploitasi 17 anak di bawah umur. Mereka dipekerjakan pada sejumlah pub di Maumere.
Para pekerja pub yang diamankan ini yakni 3 dari 999 Pub, 5 dari Sasari Pub, 1 dari Libra Pub, dan 8 dari Bintang Pub.
Mereka rata-rata berusia di bawah 18 tahun. Bahkan ada yang berusia 14 tahun. Dua di antara 16 orang ini dalam keadaan hamil. Sebagian besar berasal dari Karawang, Cianjur, dan Jakarta.
Setelah mengamankan 17 anak pekerja pub, sejak Selasa (15/6) Polda NTT menitipkan anak-anak tersebut ke TRuK.*** (eny)


















