Kasus Anak Pekerja Pub, Polda NTT Belum Temukan Unsur TPPO

Avatar photo

- Redaksi

Jumat, 2 Juli 2021 - 16:12 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 36 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kasubdit IV Renakta Ditreskrimum Kompol Mohamad Mukhson memberikan keterangan kepada wartawan di Maumere, Jumat (2/7)

Kasubdit IV Renakta Ditreskrimum Kompol Mohamad Mukhson memberikan keterangan kepada wartawan di Maumere, Jumat (2/7)

Maumere-SuaraSikka.com: Hasil gelar operasi Polda NTT terhadap kasus eksploitasi 17 anak pekerja pub, sejauh ini belum ditemukan unsur tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

Hal ini disampaikan Kasubdit IV Renakta Ditreskrimum Polda NTT Kompol Mohamad Mukhson kepada wartawan, Jumat (2/7) di Kantor Tim Relawan untuk Kemanusiaan (TRuK).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mohamad Mukhson menjelaskan kasus tersebut sudah digelar di Polda NTT beberapa waktu lalu. Dia mengakui masih ada beberapa hal yang sulit dipenuhi.

“Kami tidak mau ambil risiko. Sehingga kami tetapkan berdasarkan alat bukti, saksi dan barang bukti yang nanti kami amankan,” kata dia.

Sementara ini, kata dia, pihaknya menjerat dengan UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas UU 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Baca Juga :  Polemik Dapur SPPG 3T di Sikka Seret AWK, Investor Sebut Belum Ada Pencairan BGN dan Bereskan Utang Rekanan di Lapangan

“Kita juntokan dengan UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan,” sambung dia.

Secara undang-undang, lanjutnya, dia mengakui belum ada unsur yang memenuhi TPPO.

“Ada unsur-unsur yang belum terpenuhi untuk TPPO. Tapi bisa saja nanti berkembang pada penyidikan,” kata dia.

Muhamad Mukhson menegaskan pihaknya berupaya melakukan pemeriksaan secepatnya sehingga kasus ini bisa segera dilimpahkan ke jaksa penuntut umum.

Sebagaimana diketahui, Subdit 4 Renakta Ditreskrimum Polda NTT, Senin (14/6), berhasil membongkar kasus eksploitasi 17 anak di bawah umur. Mereka dipekerjakan pada sejumlah pub di Maumere.

Para anak pekerja pub yang diamankan ini yakni 3 dari 999 Pub, 5 dari Sasari Pub, 1 dari Libra Pub, dan 8 dari Bintang Pub.

Mereka rata-rata berusia di bawah 18 tahun. Bahkan ada yang berusia 14 tahun. Dua di antara mereka dalam keadaan hamil. Sebagian besar berasal dari Karawang, Cianjur, dan Jakarta.

Baca Juga :  Fraksi Partai Perindo Sikka Wanti-Wanti Pungli di Sekolah

Setelah mengamankan 17 anak pekerja pub, sejak Selasa (15/6) Polda NTT menitipkan anak-anak tersebut ke TRuK.

Empat di antaranya yakni 3 dari 999 Pub dan 1 dari Libra Pub, dikabarkan kabur dari shelter, Minggu (27/6) dinihari.

Kuat dugaan mereka memanjat tembok dan meloloskan diri. Polisi menemukan sebuah tangga di balik tembok. Diduga tangga tersebut sengaja disiapkan oleh orang lain.

Kasus ini makin menarik ketika 13 anak pekerja pub menolak dibawa ke Kupang pada Selasa (29/6) lalu. Mereka beralasan polisi berlarut-larut menyelesaikan kasus tersebut. Padahal mereka ingin secepatnya kembali ke kampung halaman mereka. *** (eny)

Berita Terkait

Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki, Bandara Frans Seda Maumere Ditutup Sementara
Pedagang Pasar Alok Sempat Kejar, Bupati Sikka: Saya Tidak Melarikan Diri
Kecewa Bupati Sikka Melarikan Diri, Pedagang Pasar Alok Teriak Pemimpin Pengecut
Penertiban Brutal di Pasar Alok, Terpal Dirobek, Meja Dagangan Diinjak
Fraksi Partai Perindo Sikka Wanti-Wanti Pungli di Sekolah
Jurusan Rekayasa Perangkat Lunak di SMKS Yohanes XXIII Maumere, Juara LKS Tingkat Kabupaten Sikka
Polemik Dapur SPPG 3T di Sikka Seret AWK, Investor Sebut Belum Ada Pencairan BGN dan Bereskan Utang Rekanan di Lapangan
Rekanan Mengeluh, AWK Belum Bayar Pekerjaan 4 Titik Dapur SPPG di Sikka, Nilainya Mencapai Rp 754 Juta

Berita Terkait

Sabtu, 20 Juni 2026 - 14:03 WITA

Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki, Bandara Frans Seda Maumere Ditutup Sementara

Kamis, 11 Juni 2026 - 20:31 WITA

Pedagang Pasar Alok Sempat Kejar, Bupati Sikka: Saya Tidak Melarikan Diri

Kamis, 11 Juni 2026 - 18:17 WITA

Kecewa Bupati Sikka Melarikan Diri, Pedagang Pasar Alok Teriak Pemimpin Pengecut

Kamis, 11 Juni 2026 - 15:44 WITA

Penertiban Brutal di Pasar Alok, Terpal Dirobek, Meja Dagangan Diinjak

Kamis, 11 Juni 2026 - 07:50 WITA

Fraksi Partai Perindo Sikka Wanti-Wanti Pungli di Sekolah

Rabu, 10 Juni 2026 - 18:31 WITA

Polemik Dapur SPPG 3T di Sikka Seret AWK, Investor Sebut Belum Ada Pencairan BGN dan Bereskan Utang Rekanan di Lapangan

Rabu, 10 Juni 2026 - 13:45 WITA

Rekanan Mengeluh, AWK Belum Bayar Pekerjaan 4 Titik Dapur SPPG di Sikka, Nilainya Mencapai Rp 754 Juta

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:27 WITA

Sekolah Dihancurkan demi Koperasi Desa Merah Putih, AHP: Sangat Keterlaluan

Berita Terbaru

Daerah

Fraksi Partai Perindo Sikka Wanti-Wanti Pungli di Sekolah

Kamis, 11 Jun 2026 - 07:50 WITA