
Maumere-SuaraSikka.com: Paroki Katedral dan Santo Thomas Morus menghentikan pelayanan misa di gereja. Hal ini untuk menindaklanjuti Surat Uskup Maumere terkait pencegahan penyebaran Covid-19.
Penghentian pelayanan misa di gereja untuk umat pada 2 paroki ini, menyusul surat resmi yang dikeluarkan masing-masing Pastor Paroki.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pastor Paroki Katedral Santo Yoseph Maumere RD Johanes Satu Ndopo menerbitkan surat pada Selasa (6/7) dengan perihal Pembatasan Misa dan Kegiatan Gereja.
Pastor Paroki Santo Thomas Morus dan Paroki Quasi Paroki Santo Gabriel Waioti
RD Laurensius Noi juga menerbitkan surat pada Selasa (6/7), terkait Pembatasan Misa Harian, Hari Minggu serta Ibadat Lainnya.
Isi surat dua pastor paroki ini hampir sama. Ada dua poin penting yang disampaikan.
Pertama, Misa hari Minggu dan misa harian di Gereja, Kapela, stasi dan biara, ditiadakan.
Kedua, pelayanan sekaramen permandian, pernikahan, misa syukur atau peringatan termasuk ibadat, untuk sementata waktu ditiadakan.
Sedangkan
pemberkatan jenazah dan minyak suci tetap dijalankan dengan memperhatikan protokol kesehatan yang ketat.
Pastor Paroki Katedral menambahkan poin lain yakni doa di Kapela Adorasi dan Taman Kristus raja untuk sementara waktu ditutup.
Untuk umat Paroki Katedral, surat imbauan ini berlaku sejak 7 Juli 2021. Sedangkan untuk umat Paroki Santo Thomas Morus dan Quasi Paroki Santo Gabriel Waioti, berlaku sejak 8 Juli 2021.
Surat dua Pastor Paroki itu berlaku sesuai tanggal yang sudah ditetapkan sampai batas waktu yang ditentukan kemudian, apabila terjadi perubahan akan disampaikan kemudian.
Kasus Covid di Kabupaten Sikka makin meningkat sejak pertengahan Juni lalu. Hingga kemarin tercatat 671 kasus positip aktif, dan 23 orang sudah meninggal dunia.*** (eny)



















