

Maumere-SuaraSikka.com: Valentinus Bai dinyatakan sembuh setelah menjalani karantina selama 10 hari. Pesan pertama yang dia sampaikan yakni penegakkan disiplin protokol kesehatan.
Pemuda 24 tahun ini merasakan benar bagaimana pentingnya protokoler kesehatan. Dia menjalani praktik-praktik itu dengan penuh tanggung jawab selama menjalani karantina terpusat di belakang Sikka Innovation Center (SIC).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Selama di sini, baru saya rasakan bagaimana disiplin prokes. Dan ini sangat membantu proses kesembuhan,” ujar dia, Jumat (23/7) sore.
Lajang asal Soa Kabupaten Ngada ini tidak pernah tahu dari mana dia tertular. Dia datang ke Maumere untuk mengikuti kegiatan pada Kopdit Obor Mas.
Sebagaimana persyaratan, setiap peserta pelatihan harus menjalani rapid antigen. Valentinus Bai dan beberapa kawan peserta dipastikan positip Covid, dan langsung menjalani karantina secara terpusat.

Setelah 10 hari menjalani karantina terpusat, Jumat (23/7), Valentinus Bai diperbolehkan pulang karena sudah sembuh. Dia mendapat surat keterangan sehat yang dikeluarkan Dinas Kesehatan Sikka.
Dia mengaku mendapatkan pelayanan yang baik dari petugas pada lokasi karantina terpusat, baik itu dari BPBD Sikka maupun petugas kesehatan.

“Makan minum dan layanan kesehatan cukup baik. Mungkin ke depan untuk penghuni di sini, kalau bisa ditambahkan vitamin,” saran dia.
Selain mendapatkan pelayanan kesehatan, dia mengaku penghuni karantina terpusat juga mendapatkan program-program untuk pemulihan kesehatan.
Sebelum meninggalkan lokasi karantina terpusat, Valentinus Bai dan kawan-kawan yang sudah sehat sempat menari ja’i bersama. Mereka tampak senang dan bersemangat karena sudah boleh kembali beraktifitas seperti biasa.

Data yang diperoleh media ini dari petugas di lokasi karantina terpusat, hari ini sebanyak 16 orang dinyatakan sembuh. Tiga orang dipulangkan pagi tadi, dan 13 orang lainnya dipulangkan sore tadi.
Mereka yang dipulangkan ini 10 orang berasal Kabupaten Sikka, yakni dari Kecamatan Alok Timur 3 orang, Kangae 2 orang, dan masing-masing 1 orang dari Palue, Paga, Nita, Alok Barat dan Mego.
Sedangkan 6 orang lainnya merupakan pelaku perjalanan yakni 3 dari Kabupaten Ngada, 2 dari Kota Kupang, dan 1 dari Kabupaten Manggarai.
Hingga kini masih tersisa 14 orang terpapar Covid yang sedang menjalani karantina terpusat.*** (eny)















