FPPB Sikka Desak Benah Manajemen Pengelolaan Data Covid

0
507
FPPB Sikka Desak Benah Manajemen Pengelolaan Data Covid
Ketua FPPB Sikka Carokus Winfridus Keupung sedang menganalisis Infografis Satgas Covid Sikka, Sabtu (31/7)

Maumere-SuaraSikka.com; Forum Peduli Penanggulangan Bencana (FPPB) Sikka mendesak Satgas Covid Sikka segera melakukan pembenahan manajemen pengelolaan data di daerah itu.

Desakan FPPB Sikka menyusul dugaan penggelembungan data Covid sebagaimana yang terbaca dari Infografis Satgas Covid Sikka Rabu-Kamis (28-29/7) lalu.

Ketua FPPB Sikka Carolus Winfridus Keupung mengaku telah menganalisis sejumlah data harian yang dikeluarkan Satgas Covid Sikka.

“Kami sudah ikuti data harian dari Infografis. Dan terlihat setiap hari selalu ada data yang tidak sinkron,” terang Winfridus Keupung, Sabtu (31/7) di Sekretariat Wahana Tani Mandiri.

Menurut FPPB, munculnya ketidaksinkronan data disebabkan oleh manajemen informasi yang dibangun dalam sistem informasi data kurang mendukung pada data yang terupdate secara baik.

Dia menegaskan bahwa data perkembangan Covid yang dikeluarkan Satgas Covid Sikka menjadi rujukan semua pihak dalam menyikapi penanganan Covid 19.

Karena itu, kata dia, data-data tersebut harus akurat sehingga ada kepastian dari berbagai pihak dalam mengambil kebijakan penanggulangan.

“Dengan kondisi seperti ini, maka Satgas Covid Sikka harus melakukan pembenahan sistem pengelolaan data,” desak dia.

FPPB Sikka mengusulkan setiap unit pengelola pasien aktif seperti Puskesmas, Rumah Sakit, dan karantina terpusat, harus membuat infografis harian dan dilaporkan setiap hari.

Demikian juga laboratorium pada Dinkes dan RSUD TC Hillers harus memberikan laporan pemeriksaan harian rapid antigen dan TCM.

“Semua laporan kemudian diakumulasikan pada Pusdalops BPBD untuk menjadi data infografis,” ujar dia.

Aktifis kemanusiaan ini menambahkan tampilan infografis dengan menu pokok konfirmasi, dalam perawatan, sembuh, meninggal, dan sebaran perkecamatan, harus sinkron satu sama lain sehingga tidak menimbulkan perbedaan data.

Contoh kasus datanyang tidak sinkron pada infografis karantina terpusat dan infografis Satgas Covid Sikka

Pantauan media ini, untuk sementara infografis harian baru dilakukan pengelola karantina pusat. Setiap hari unit ini mengupload informasi perkembangan jumlah pasien yang dirawat, termasuk ketersediaan tempat tidur.

Persoalannya, infografis karantina terpusat terkadang tidak terinput secara baik pada infografis Satgas Covid Sikka.

Contoh kasus pada infografis Selasa (27/7). Pada hari itu, infografis karantina terpusat mencatat 43 pasien dalam perawatan, termasuk 1 asal Kecamatan Palue yang sedang dirawat. Tapi Infografis Satgas Covid Sikka pada hari itu justeru menggambarkan tidak ada pasien asal Palue yang sedang dalam perawatan.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini