



Maumere-SuaraSikka.com: Kasus Covid di Sikka sedang pada posisi trend menurun. Meski demikian masyarakat diminta untuk terus menegakkan protokoler kesehatan. Apalagi Sikka masih dalam status PPKM Level 4 hingga Senin (23/8) mendatang.
Indikator turunnya kasus terlihat dari data yang disajikan Satgas Covid Sikka. Sejak pertama kali diberlakukan PPKM Level 4 pada 26 Juli 2021, kasus aktif di Sikka tercatat 607 orang. Hingga Selasa (17/8), kasus aktif tersisa 139 orang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Jumlah sebanyak 139 orang ini sedang dalam perawatan pada beberapa lokasi. Di karantina terpusat di belakang Sikka Innovation Center (SIC) terdata 7 orang, 18 dirawat di rumah sakit, dan 114 orang menjalani isolasi mandiri.
Sementara jumlah orang yang sembuh juga mengalami peningkatan. Pada 26 Juli 2021 tercatat 3.227 terpapar yang sudah sembuh. Hingga Selasa (17/8) sudah 4.246 yang dinyatakan sembuh.
Data lain menunjukkan, sejak PPKM Level 4 dilaksanakan pada 26 Juli 2021 tercatat 3.902 warga yang terkonfirmasi positip. Hingga Selasa (17/8) bertambah 344 kasus, sehingga menjadi 4.246 kasus.
Bertambahnya 344 kasus aktif selama 23 hari PPKM Level 4, tidak terlalu signifikan jika dibandingkan dengan sebelum pemberlakuan PPKM Level 4.
Misalnya 3 minggu sebelum PPKM, data 6 Juli 2021 menyebutkan 2.165 terkonfirmasi positip. Hingga Selasa (17/8) tercatat 4.465 terkonfirmasi, atau terjadi penambahan sebanyak 2.300 kasus.
Jumlah kematian selama 23 hari PPKM Level 4, juga mengalami penurunan jika dibandingkan dengan 3 minggu sebelum PPKM Level 4. Sampai dengan 26 Juli 2021 tercatat 68 orang meninggal dunia. Hingga Selasa (17/8) jumlahnya menjadi 80 meninggal, atau bertambah 12 kasus.
Jika dibandingkan dengan 3 minggu sebelum PPKM Level 4, data 6 Juli 2021 menunjukkan angka kematian sebanyak 24 kasus. Hingga 26 Juli 2021 awal pelaksanaan PPKM Level 4, tercatat 68 kasus, atau bertambah sebanyak 42 kasus.
Maria Magdalena, seorang pedagang sayur di Pasar Alok berharap status Kabupaten Sikka segera berubah ke level terendah, sehingga aktifitas perekonomian bisa kembali normal.
Meski aktifitas di Pasar Alok tetap dibuka selama PPKM Level 4, kata dia, jumlah kunjungan sangat berkurang jauh. Fakta ini mengakibatkan<span;> pendapatannya menurun drastis.
Hal senada disampaikan seorang pedagang warung makan yang biasa membuka usahanya sejak sore hingga sekitar pukul 24.00 Wita. Dia kehilangan pendapatan yang cukup besar selama PPKM Level 4, karena setiap hari usahanya dibatasi hanya sampai pukul 21.00 Wita.
Dengan kecenderungan kasus Covid yang menurun di Sikka, pengusaha ekonomi kelas kecil dan menengah ini sangat berharap geliat ekonomi kembali bertumbuh.*** (eny)















