Abaikan SIPPAT, PPK Tunjuk Kontraktor Luar Kerja Proyek Sumur Bor

Avatar photo

- Redaksi

Minggu, 29 Agustus 2021 - 12:20 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 42 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Yohanis Laba, Pejabat Pembuat Komitmen

Yohanis Laba, Pejabat Pembuat Komitmen

Maumere-SuaraSikka.com: Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Yohanis Laba diduga mengabaikan Surat Izin Perusahaan Pengeboran Air Tanah (SIPPAT). Dia lalu menunjuk kontraktor dari luar NTT untuk mengerjakan satu paket Proyek Sumur Bor dan Instalansinya.

Kontraktor yang ditunjuk berkedudukan pada sebuah propinsi dalam wilayah Pulau Jawa. Perusahaan konstruksi ini ditunjuk mengerjakan Proyek Sumur Bor dan Instalansinya di Puskesmas Tanarawa dengan pagu proyek Rp 200 juta.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Informasi yang dihimpun media ini, SIPPAT merupakan salah satu persyaratan penting bagi perusahaan yang mengikuti seleksi pekerjaan sumur bor.

Secara khusus, SIPPAT hanya berlaku untuk pekerjaan dalam wilayah propinsi sesuai kedudukan dan alamat perusahaan tersebut.

Baca Juga :  Fraksi Partai Perindo Sikka Wanti-Wanti Pungli di Sekolah

Fakta ini makin memperlihatkan dugaan korupsi kolusi dan nepotisme (KKN) pada proses seleksi dan penunjukkan langsung Proyek Sumur Bor dan Instalansinya.

Yohanis Laba yang dikonfirmasi di kantornya, Selasa (24/8) lalu, membenarkan telah memenangkan sebuah perusahaan dari luar NTT.

Dia beralasan karena sudah ada tambahan sub kualifikasi Jasa Pelaksana Konstruksi Saluran Air, Pelabuhan, Dam, dan Prasarana Sumber Daya Air Lainnya (SI001) sehingga perusahaan dari luar wilayah juga bisa ikut seleksi.

Ketika ditanya tentang persyaratan SIPPAT yang bisa meloloskan kontraktor dari luar NTT, Yohanis Laba tampak kaget. Dia menjawab dengan tidak pasti.

“SIPPAT apa? Kalau itu saya tidak, kalau itu, karena begini, yang model begitu kecuali pakai tender bebas, tapi kalau PL ini kita tidak masukkan syarat itu,” ujar dia terbata-bata.

Baca Juga :  Polemik Dapur SPPG 3T di Sikka Seret AWK, Investor Sebut Belum Ada Pencairan BGN dan Bereskan Utang Rekanan di Lapangan

Sesuai penjelasannya, diketahui ternyata Yohanis Laba tidak memasukkan syarat dokumen SIPPAT.

“Kami yang paling penting adalah sub bidang masuk,” alasan dia.

Tidak masuknya SIPPAT sebagai persyaratan, semakin menguatkan dugaan KKN pada PL Pekerjaan Proyek Sumur Bor dan Instalansinya. Meski demikian Yohanis Laba memastikan tidak ada indikasi KKN.

Sebagaimana diketahui, Proyek Pekerjaan Sumur Bor dan Instalasinya di Dinkes Sikka dilaksanakan dengan dua mekanisme. Terdapat 7 paket proyek yang tersebar pada 7 Puskesmas, masing-masing senilai Rp 200 juta dengan mekanisme PL. Sementara 1 paket melalui mekanisme pelelangan.*** (eny)

Berita Terkait

Pedagang Pasar Alok Sempat Kejar, Bupati Sikka: Saya Tidak Melarikan Diri
Kecewa Bupati Sikka Melarikan Diri, Pedagang Pasar Alok Teriak Pemimpin Pengecut
Penertiban Brutal di Pasar Alok, Terpal Dirobek, Meja Dagangan Diinjak
Fraksi Partai Perindo Sikka Wanti-Wanti Pungli di Sekolah
Jurusan Rekayasa Perangkat Lunak di SMKS Yohanes XXIII Maumere, Juara LKS Tingkat Kabupaten Sikka
Polemik Dapur SPPG 3T di Sikka Seret AWK, Investor Sebut Belum Ada Pencairan BGN dan Bereskan Utang Rekanan di Lapangan
Rekanan Mengeluh, AWK Belum Bayar Pekerjaan 4 Titik Dapur SPPG di Sikka, Nilainya Mencapai Rp 754 Juta
Sekolah Dihancurkan demi Koperasi Desa Merah Putih, AHP: Sangat Keterlaluan

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 20:31 WITA

Pedagang Pasar Alok Sempat Kejar, Bupati Sikka: Saya Tidak Melarikan Diri

Kamis, 11 Juni 2026 - 18:17 WITA

Kecewa Bupati Sikka Melarikan Diri, Pedagang Pasar Alok Teriak Pemimpin Pengecut

Kamis, 11 Juni 2026 - 15:44 WITA

Penertiban Brutal di Pasar Alok, Terpal Dirobek, Meja Dagangan Diinjak

Kamis, 11 Juni 2026 - 07:50 WITA

Fraksi Partai Perindo Sikka Wanti-Wanti Pungli di Sekolah

Rabu, 10 Juni 2026 - 21:30 WITA

Jurusan Rekayasa Perangkat Lunak di SMKS Yohanes XXIII Maumere, Juara LKS Tingkat Kabupaten Sikka

Rabu, 10 Juni 2026 - 13:45 WITA

Rekanan Mengeluh, AWK Belum Bayar Pekerjaan 4 Titik Dapur SPPG di Sikka, Nilainya Mencapai Rp 754 Juta

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:27 WITA

Sekolah Dihancurkan demi Koperasi Desa Merah Putih, AHP: Sangat Keterlaluan

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:51 WITA

10 Kali Dapat Opini WTP, Bupati Sikka: Berkat Komitmen Eksekutif dan Legislatif

Berita Terbaru

Daerah

Fraksi Partai Perindo Sikka Wanti-Wanti Pungli di Sekolah

Kamis, 11 Jun 2026 - 07:50 WITA