Penjualan Batu Galian dan Tanah Timbunan di Pemakaman Covid, Badan Keuangan dan Aset Tidak Tahu

Avatar photo

- Redaksi

Kamis, 23 September 2021 - 13:26 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 25 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Badan Keuangan dan Aset Sikka Paul Prasetya

Kepala Badan Keuangan dan Aset Sikka Paul Prasetya

Maumere-SuaraSikka.com: Penjualan batu galian dan tanah timbunan di lokasi pemakaman Covid di Kabupaten Sikka, disinyalir bermasalah. Badan Keuangan dan Aset di daerah itu tidak tahu-menahu soal aktifitas ini.

Kepala Badan Keuangan dan Aset Sikka Paul Prasetya yang dihubungi, Kamis (23/9), mengaku tidak pernah tahu tentang aktifitas Dinas Lingkungan Hidup Sikka menjual batu galian dan tanah timbunan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dinas Lingkungan Hidup tidak pernah koordinasi dengan kami,” jelas Paul Prasetya.

Paul Prasetya memastikan penjualan aset berupa batu galian dan tanah timbunan mestinya dengan satuan harga yang berlaku menurut regulasi. Dia sendiri tidak tahu rujukan regulasi satuan harga yang digunakan Dinas Lingkungan Hidup.

Terkait uang hasil penjualan batu galian dan tanah timbunan, hingga kini, kata dia, belum ada yang disetor ke kas daerah.

Baca Juga :  Sekolah Dihancurkan demi Koperasi Desa Merah Putih, AHP: Sangat Keterlaluan
Exavator sedang menumpukkan batu-batu galian di lokasi Pemakaman Covid (foto: istimewa)

Sebelumnya diberitakan Dinas Lingkungan Hidup menjual batu galian dan tanah timbunan dari Tempat Pemkaman Covid di Urung Pigang Kelurahan Wolomarang.

Media ini merekam informasi dari beberapa narasumber yang menyebutkan hampir setiap hari terjadi aktifitas penjualan batu galian dan tanah timbunan. Harga batu galian 350.000 per ret  dana tanah timbunan Rp 100.000 per ret.

“Satu hari bisa 40 ret batu galian. Harganya Rp 350.000 per ret,” ujar sebuah narasumber.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sikka Silvester Saka
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sikka Silvester Saka yang ditemui di DPRD Sikka, Selasa (14/9), mengaku terjadi aktifitas penjualan batu galian dan tanah timbunan.

Silvester Saka beralasan dari pada batu-batu galian dicuri orang, dia lalu berpikir untuk mengamankannya. Salah satu alternatif yakni dengan menjual.

Baca Juga :  SMPK Yapenthom 2 Maumere Raih Prestasi Gemilang pada FLS3N 2026 di Sikka

Uang hasil penjualan batu galian dan tanah timbunan, lanjut dia, dimanfaatkan untuk sejumlah peruntukkan.

Dia menyebutkan antara lain belanja BBM alat berat, suku cadang, biaya operasional petugas penggalian kubur, termasuk biaya pembersihan sampah.

“Selama ini kami tidak ada dana untuk urusan Covid,” alasan dia.

Dana Covid untuk pemakaman pasien yang meninggal, ujar dia, berada di BPBD Sikka.

Silvester Saka membantah informasi yang menyebutkan setiap hari terjadi aktifitas penjualan.

Dia mengaku baru melepas belasan ret batu galian untuk rekanan. Harganya juga tidak sama seperti yang direkam media ini. Menurut dia, satu ret dijual dengan harga Rp 200.000.*** (eny)

Berita Terkait

Pedagang Pasar Alok Sempat Kejar, Bupati Sikka: Saya Tidak Melarikan Diri
Kecewa Bupati Sikka Melarikan Diri, Pedagang Pasar Alok Teriak Pemimpin Pengecut
Penertiban Brutal di Pasar Alok, Terpal Dirobek, Meja Dagangan Diinjak
Fraksi Partai Perindo Sikka Wanti-Wanti Pungli di Sekolah
Jurusan Rekayasa Perangkat Lunak di SMKS Yohanes XXIII Maumere, Juara LKS Tingkat Kabupaten Sikka
Polemik Dapur SPPG 3T di Sikka Seret AWK, Investor Sebut Belum Ada Pencairan BGN dan Bereskan Utang Rekanan di Lapangan
Rekanan Mengeluh, AWK Belum Bayar Pekerjaan 4 Titik Dapur SPPG di Sikka, Nilainya Mencapai Rp 754 Juta
Sekolah Dihancurkan demi Koperasi Desa Merah Putih, AHP: Sangat Keterlaluan

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 20:31 WITA

Pedagang Pasar Alok Sempat Kejar, Bupati Sikka: Saya Tidak Melarikan Diri

Kamis, 11 Juni 2026 - 18:17 WITA

Kecewa Bupati Sikka Melarikan Diri, Pedagang Pasar Alok Teriak Pemimpin Pengecut

Kamis, 11 Juni 2026 - 15:44 WITA

Penertiban Brutal di Pasar Alok, Terpal Dirobek, Meja Dagangan Diinjak

Kamis, 11 Juni 2026 - 07:50 WITA

Fraksi Partai Perindo Sikka Wanti-Wanti Pungli di Sekolah

Rabu, 10 Juni 2026 - 21:30 WITA

Jurusan Rekayasa Perangkat Lunak di SMKS Yohanes XXIII Maumere, Juara LKS Tingkat Kabupaten Sikka

Rabu, 10 Juni 2026 - 13:45 WITA

Rekanan Mengeluh, AWK Belum Bayar Pekerjaan 4 Titik Dapur SPPG di Sikka, Nilainya Mencapai Rp 754 Juta

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:27 WITA

Sekolah Dihancurkan demi Koperasi Desa Merah Putih, AHP: Sangat Keterlaluan

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:51 WITA

10 Kali Dapat Opini WTP, Bupati Sikka: Berkat Komitmen Eksekutif dan Legislatif

Berita Terbaru

Daerah

Fraksi Partai Perindo Sikka Wanti-Wanti Pungli di Sekolah

Kamis, 11 Jun 2026 - 07:50 WITA