Reses Julie Laiskodat, Nasdem Tegaskan Keberpihakan kepada Rakyat

0
425
Reses Julie Laiskodat, Nasdem Tegaskan Keberpihakan kepada Rakyat
Peletakan batu pertama pembangunan UPPO di Desa Hoder, Senin(18/10) (foto: istimewa)

Maumere-SuaraSikka.com: Partai Nasdem menegaskan keberpihakan kepada rakyat saat reses anggota Fraksi Partai Nasdem DPR RI Julie Sutrisno Laiskodat.

Reses itu sendiri berlangsung di Desa Hoder Kecamatan Waigete Kabupaten Sikka, Senin (18/10).

Meski Julie Laiskodat berhalangan hadir, reses berlangsung penuh dinamis dan mendapat apresiasi warga masyarakat setempat.

Rinto Laiskodat selaku staf ahli Julie Laiskodat menyampaikan permohonan maaf dari istri Gubernur NTT karena berhalangan hadir pada momen politis yang tampan itu.

“Ibu Julie sangat berkeinginan untuk langsung turun sendiri, namun karena alasan teknis sehingga beliau berhalangan hadir,” ujar Rinto Baptista.

Reses kali ini merupakan reses perseorangan pada masa Persidangan I Tahun sidang 2021-2022. Tujuan reses yakni menyerap dan menindaklanjuti aspirasi konstituen dan pengaduan masyarakat.

Hal ini dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab moral dan politis kepada konstituen di daerah pemilihan sekaligus perwujudan perwakilan rakyat dalam pemerintahan.

Rangkaian kegiatan reses Julie Laiskodat diawali di Desa Hoder. Tampak hadir segenap pimpinan DPD Partai Nasdem Sikka, anggota Fraksi Partai Nasdem DPRD Sikka, dan pimpinan cabang dan ranting.

Tatap muka dan dialog bersama warga masyarakat di Desa mengawali kegiatan reses. Selanjutnya peletakan batu pertama pada pembangunan 1 Unit Pengolahan Pupuk Organik (UPPO) dan meninjau kesiapan lahan usaha cabai seluas 0,5 hektar di Dusun Daranatar.

Ketua Partai Nasdem Sikka Romanus Woga menjelaskan Partai Nasdem dengan semangat gerakan perubahan akan terus mewujudkan keberpihakannya kepada masyarakat.

“Terutama di bidang pertanian, peternakan, perikanan, lingkungan hidup dan kehutanan,” ungkap dia menyebut bidang-bidang kerja Julie Laiskodat di Komisi 4 DPR RI.

Untuk mendukung pelaksanaan bidang kegiatan di atas, Partai Nasdem juga akan meningkatkan infrastruktur, prasarana dan sarana produksi serta paskah produksi.

“Kita terus tingkatkan perhatian kepada jalan usaha tani, embung, bendungan, mesin, peralatan produksi, dan mesin paskah panen,” ujar Romanus Woga yang juga Wakil Bupati Sikka.

Dia menegaskan Partai Nasdem secara berjenjang akan memperjuangkan kepentingan-kepentingan masyarakat.

Dialog pada reses ini, mencakupi sejumlah masalah dan kendala yang dihadapi masyarakat. Salah satunya yakni ketersediaan air bagi lahan pertanian.

Blasius Bapan, seorang petani, memastikan air menjadi kendala utama dalam usaha tani masyarakat. Dia berharap Partai Nasdem bisa mencarikan alternatif sebagai solusi.

Secara konkrit, Blasius Bapan meminta jajaran pemangku kepentingan di Partai Nasdem memperjuangkan rehabilitasi Bendungan Wairita yang sedang dalam kondisi rusak berat.

“Kami dengar tahun ini akan dilaksanakan rehabilitasi Bendungan Nebe. Harapan kami semoga Bendungan Wairita juga direhab pada tahun 2022 atau 2023,” usul dia.

Sekretaris Fraksi Partai Nasdem Petrus da Silva menanggapi serius usulan Blasius Bapan. Dia menjelaskan rehabilitasi maupun pembangunan bendungan merupakan program strategis Kementerian PUPR guna mendukung upaya pemulihan ekonomi nasional.

Bendungan, kata dia, akan memberi kontribusi sangat berarti bagi ketersediaan air terutama untuk mendukung usaha tani dan pengembangan ternak.

“Setelah reses ini, berbagai aspirasi, ide dan gagasan masyarakat akan kami komunikasikan dan perjuangkan melalui jalur partai, baik kepada Pemprop NTT maupun kepada pemerintah pusat. Kami serius mengurusnya,” ungkap dia.

Pada bagian lain, anggota BPD Hoder Petrus Pina Poi mengusulkan agar pengelolaan aset hasil pembangunan oleh PPAT sebaiknya diserahkan kepada pemerintah desa melalui Badan Usaha Milik Desa.

Hemat dia, kebijakan itu akan menjadi sangat strategis sehingga aset yang ada benar-benar dapat bermanfaat baik untuk konsumsi maupun untuk mendukung usaha tani.

Wakil Ketua Partai Nasdem Siflan Angi menyentil peran P2AT terkait fungsi air tanah. Menurut dia pihak PPAT wajib mereposisi peran dan fungsi dalam rangka pemenuhan ketersediaan air secara lebih maksimal.

“Jangan ada pembiaran yang akhirnya dapat merugikan masyarakat, karena terkesan mubazir,” singgung dia.

Usai tatap muka dan dialog, reses dilanjutkan dengan kegiatan peletakan batu pertama pembangunan 1 UPPO di Dusun Wairbleler. Pemba.ngunan akan dilaksanakan secara swakelola oleh UPPK Perintis.

Julius Juli memastikan kelompok tani perintis berkomitmen melaksanakan pembangunan kandang sapi dan rumah kompos selama 90 hari kerja.

“Kami akan produksi pupuk organik yang berkualitas secara memadai. Sesuai hitungan kami, dalam 1 bulan kami dapat memproduksi kurang lebih 20 ton pupuk organik,” ujar dia yakin.

Jika kerja keras dan tekad ini terealisir, kata dia, hasilnya dipastikan bisa memenuhi kebutuhan kelompok tani di Desa Hoder maupun desa-desa lainnya.

“Terima kasih Ibu Julie yang telah berjuang membantu kelompok kami,” ungkap dia.

Peletakan batu pertama dihadiri juga Camat Waigete, Sekretaris Desa Hoder, Ketua BPD, dan Kepala Balai Penyuluh Kecamatan Waigete. Warga masyarakat sangat antusias menyambut kehadiran UPPO ini.

Reses Julie Laiskodat ditutup dalam kebersamaan yang sederhana dengan menikmati air kelapa muda, jagung manis dan roset.

Desa Hoder secara politis menjadi perhatian serius Julie Laiskodat. Setidaknya masyarakat di desa ini menikmati buah perjuangan Julie Laiskodat seperti handtraktor dan mesin pompa air, 1 UPPO, dan paket bantuan pengembangan hortikultura seluas 1 hektar.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini