Busyet! Belanja Tidak Terduga di Sikka Naik 247,95 Persen

Avatar photo

- Redaksi

Rabu, 3 November 2021 - 10:24 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 37 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris Fraksi Partai Gerindra Sufriyance Merison Botu

Sekretaris Fraksi Partai Gerindra Sufriyance Merison Botu

Maumere-SuaraSikka.com: Alokasi anggaran yang mengejutkan di Kabupaten Sikka terjadi pada pos Belanja Tidak Terduga (BTT). Pos ini mengalami kenaikan drastis sebesar 247,95 persen.

Pada APBD 2021, BTT dianggarkan sebesar Rp 5.355.673.480. Namun pada Perubahan APBD 2021 yang baru diajukan Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo pada Senin (1/11) lalu, BTT dianggarkan sebesar Rp 18.634.884.635,16, atau bertambah Rp 13.279.211.155,16.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Peningkatan target BTT yang sangat drastis ini, memicu reaksi politis dari sejumlah fraksi di DPRD Sikka.

Sekretaris Fraksi Partai Gerindra Sufriyance Merison Botu menyebutkan ketika Kabupaten Sikka dilanda krisis keuangan dan berdampak signifikan pada penurunan target belanja dan pendapatan daerah, justeru BTT mengalami peningkatan target yang sangat drastis.

“Semakin mengejutkan karena alokasi drastis ini rupanya sudah direalisasikan semuanya pada semester pertama tahun anggaran 2021,” ungkap mantan Wakil Ketua DPRD Sikka itu.

Terhadap kenaikan drastis BTT yang mencapai 247,95 persen ini, Fraksi Partai Gerindra meminta pemerintah menjelaskan secara transparan program kegiatan yang sudah direalisasikan dari pos BTT, baik itu bencana alam maupun bencana non alam.

Baca Juga :  Fraksi Partai Perindo Sikka Wanti-Wanti Pungli di Sekolah

Fraksi PAN menukik kenaikan drastis BTT dengan nominal yang berbeda sebagaimana diajukan Bupati Sikka.

Dari pendalaman Fraksi PAN, kenaikan drastis tersebut terjadi pada tiga kali perubahan APBD yang dilakukan secara sepihak oleh pemerintah, tanpa persetujuan DPRD Sikka.

Sekretaris Fraksi PAN Filario Charles Betrandi menguraikan, perubahan pertama dari semula Rp 5.355.673.480 menjadi Rp 15.365.637.961,50. Kemudian perubahan kedua dari semula Rp 5.355.673.480 menjadi Rp 19.365.673.961,50, dan perubahan ketiga dari Rp 5.355.673.480 menjadi Rp 21.291.909.093,55.

“Mohon penjelasan pemerintah tentang masing-masing perubahan belanja tidak terduga,” ujar dia.

Pada bagian lain, Fraksi Partai Hanura dan Fraksi Partai Nadem mengkritisi kenaikan drastis BTT dengan membandingkan pos lain pada belanja daerah yang cenderung turun di tengah situasi krisis keuangan di daerah ini.

Sekretaris Fraksi Partai Hanura Antonius Bata mempertanyakan mengapa belanja modal cenderung mengalami penurunan atau berkurang setiap tahun, sementara belanja tidak terduga mengalami kenaikan.

Baca Juga :  Polemik Dapur SPPG 3T di Sikka Seret AWK, Investor Sebut Belum Ada Pencairan BGN dan Bereskan Utang Rekanan di Lapangan

Fraksi Partai Nasdem mengapresiasi kerja keras pemerintah menyesuaikan kembali rencana belanja sehubungan dengan kebijakan fiskal secara nasional yang turut berpengaruh terhadap kondisi anggaran di daerah itu.

“Pengurangan, penundaan, pembatalan (anggaran) mewarnai dinamika pengelolaan dan penataan belanja daerah, yang pada akhirnya membuat semua perangkat daerah mengalami kesulitan anggaran termasuk biaya rutin operasional kantor,” ungkap anggota Fraksi Partai Nasdem Fransiskus X Bari.

Namun dalam situasi sulit seperti itu, BTT mengalami kenaikan drastis, padahal, ujar Fransiskus X Bari, sisa waktu pelaksanaan anggaran pada tahun 2021 hanya tinggal 2 bulan saja.

“Lalu untuk apa disediakan anggatan BTT sedemikian banyak?” tanya Fraksi Partai Nasdem.

Dalam catatan media ini, bertambahnya alokasi anggaran BTT pernah menjadi dinamika menarik saat rapat kerja antara Komisi 3 DPRD Sikka dengan BPBD Sikka.*** (eny)

Berita Terkait

Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki, Bandara Frans Seda Maumere Ditutup Sementara
Pedagang Pasar Alok Sempat Kejar, Bupati Sikka: Saya Tidak Melarikan Diri
Kecewa Bupati Sikka Melarikan Diri, Pedagang Pasar Alok Teriak Pemimpin Pengecut
Penertiban Brutal di Pasar Alok, Terpal Dirobek, Meja Dagangan Diinjak
Fraksi Partai Perindo Sikka Wanti-Wanti Pungli di Sekolah
Jurusan Rekayasa Perangkat Lunak di SMKS Yohanes XXIII Maumere, Juara LKS Tingkat Kabupaten Sikka
Polemik Dapur SPPG 3T di Sikka Seret AWK, Investor Sebut Belum Ada Pencairan BGN dan Bereskan Utang Rekanan di Lapangan
Rekanan Mengeluh, AWK Belum Bayar Pekerjaan 4 Titik Dapur SPPG di Sikka, Nilainya Mencapai Rp 754 Juta

Berita Terkait

Sabtu, 20 Juni 2026 - 14:03 WITA

Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki, Bandara Frans Seda Maumere Ditutup Sementara

Kamis, 11 Juni 2026 - 20:31 WITA

Pedagang Pasar Alok Sempat Kejar, Bupati Sikka: Saya Tidak Melarikan Diri

Kamis, 11 Juni 2026 - 18:17 WITA

Kecewa Bupati Sikka Melarikan Diri, Pedagang Pasar Alok Teriak Pemimpin Pengecut

Kamis, 11 Juni 2026 - 15:44 WITA

Penertiban Brutal di Pasar Alok, Terpal Dirobek, Meja Dagangan Diinjak

Kamis, 11 Juni 2026 - 07:50 WITA

Fraksi Partai Perindo Sikka Wanti-Wanti Pungli di Sekolah

Rabu, 10 Juni 2026 - 18:31 WITA

Polemik Dapur SPPG 3T di Sikka Seret AWK, Investor Sebut Belum Ada Pencairan BGN dan Bereskan Utang Rekanan di Lapangan

Rabu, 10 Juni 2026 - 13:45 WITA

Rekanan Mengeluh, AWK Belum Bayar Pekerjaan 4 Titik Dapur SPPG di Sikka, Nilainya Mencapai Rp 754 Juta

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:27 WITA

Sekolah Dihancurkan demi Koperasi Desa Merah Putih, AHP: Sangat Keterlaluan

Berita Terbaru

Daerah

Fraksi Partai Perindo Sikka Wanti-Wanti Pungli di Sekolah

Kamis, 11 Jun 2026 - 07:50 WITA