Proyek Fiktif di Nenbura, Perindo Tuding Pemerintah Lakukan Pembohongan Publik

0
1977

Maumere-SuaraSikka.com: Fraksi Partai Perindo menuding Pemkab Sikka telah melakukan pembohongan publik, terkait temuan proyek fiktif di Desa Nenbura Kecamatan Doreng.

Sikap politik Fraksi Partai Perindo ini diungkapkan Jumat (12/11) malam dalam sidang paripurna DPRD Sikka.

Fraksi Partai Perindo membedah penjelasan Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo tentang anggaran biaya tidak terduga (BTT). Pada ABPD 2021, BTT dianggarkan Rp 5.355.673.480, namun kemudian mengalami peningkatan menjadi Rp 13.279.211.155,16 pada RAPBD 2021.

Menurut Bupati Sikka, BTT merupakan belanja untul keadaan darurat dan keperluan memdesak yang sifatnya sulit diprediksi untuk segera ditangani.

BTT senilai Rp 13 miliar lebih tersebut, jelas Bupati Sikka, telah dianggarkan untuk penanganan pandemi Covid, penanganan bencana alam, dan pengembalian pendapatan yang bukan hak pemerintah daerah.

Khusus untuk penanganan bencana alam, Bupati Sikka menguraikan 20 kegiatan fisik proyek, di antaranya Pembangunan Plat Duiker Ruas Jalan Bola-Hale di Desa Nenbura.

Terhadap penjelasan ini, anggota Fraksi Partai Perindo Bernadus Kardiman menegaskan bahwa tidak menemukan adanya pembangunan plat duiker sebagaimana penjelasan Bupati Sikka.

“Dengan tidak berniat mempermalukan pemerintah, Fraksi berpendapat bahwa telah terjadi pembohongan publik,” tegas Bernadus Kardiman.

Untuk itu Fraksi Partai Perindo mendesak pemerintah daerah setempat segera merealisasikan Pembangunan Plat Duiker Ruas Jalan Bola-Hale di Desa Nenbura.

Bernadus Kardiman juga meminta aparat Lejaksaan Negeri Sikka menelusuri realisasi penggunaan anggaran pembangunan plat duiker yang dilaporkan 100 persen tetapi fisik bangunan tidak ada atau 0 persen.

Selain itu Fraksi Partai Perindo mendorong Imspektorat Sikka untul melakukan audit terhadap penggunaan dana BTT pada perangkat-perangkat daerah.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini