







Maumere-SuaraSikka.com: Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo mengancam tidak akan membayar jasa kontraktor jika pekerjaan proyek pinjaman daerah ditemukan bermasalah.
Hal ini disampaikan Bupati Sikka saat Sosialisasi Pra Pelaksanaan Konstruksi Pekerjaan yang bersumber dari dana pinjaman daerah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Sosialisasi berlangsung di Gedung Sikka Convention Center di Jalan Ahmad Yani, Kamis (16/12). Peserta yang hadir antara lain para penyedia jasa, PPK, Pokja, Forkopimda, dan para Camat.
Dia menegaskan pemerintah telah membentuk Satgas Pinjaman Daerah untuk melakukan pengawasan secara ketat. Pengawasan juga melibatkan tokoh-tokoh masyarakat.
“Kalau Satgas rekomendasikan bongkar, ya bongkar, tidak bayar, ya tidak bayar,” ujar Bupati Sikka dengan suara tinggi.
Bupati Sikka mengingatkan para kontraktor dana pinjaman daerah agar bertanggungjawab melaksanakan pekerjaan sehingga tercapai prinsip tepat waktu, tepat kualitas, dan tepat pemanfaatan.
“Jangan main-main, tidak boleh tidur, kerja 24 jam, jangan santai,” tegas dia.
Dia berjanji akan memantau langsung perkembangan pekerjaan proyek-proyek yang bersumber dari dana pinjaman daerah.
Sosialisasi kali ini melibatkan juga Kepala Kejaksaan Negeri Sikka Fahmi sebagai salah satu pemateri. Dia lebih banyak berbicara tentang upaya pencegahan sehingga tidak terjadi penyalahgunaan yang berdampak kepada proses pidana.
Pemkab Sikka mendapatkan dana pinjaman daerah sebesar Rp 216.254.813.000. Pinjaman daerah ini terdistribusi melalui ratusan paket pekerjaan.
Sebelumnya, jumlah pekerjaan diketahui hanya sebanyak 135 paket. Kemudian berubah menjadi 148 paket.
Namun informasi Asisten Setda Sikka Bidang Perekonomian dan Pembangunan Fred Djen saat sosialisasi pagi tadi, jumlah pekerjaan bertambah menjadi 159 paket, dengan rincian 18 paket di Dinas Kesehatan, dan 141 paket di Dinas PUPR.*** (eny)



















