








Maumere-SuaraSikka.com: APBD Sikka 2022 akhirnya ditetapkan, Jumat (31/12), setelah mengalami beberapa kali penundaan. Tercatat sejarah baru, untuk pertama kalinya APBD ditetapkan dengan posisi defisit 0 rupiah.
DPRD Sikka sejak awal telah mendorong pemerintah daerah setempat agar menyusun Rancangan APBD seideal mungkin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Hal ini mengacu kepada pengalaman buruk pada Perubahan APBD 2021. Saat itu rancangan perubahan anggaran yang diajukan pemerintah daerah setempat dalam posisi defisit minus Rp 11.179.812.497,76.
Kondisi ini memaksa Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sikka bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) harus memangkas sejumlah program kegiatan untuk menutupi defisit minus.
Pemangkasan sejumlah program kegiatan, secara tidak langsung telah mengorbankan hak-hak masyarakat Kabupaten Sikka menikmati pembangunan.
Berangkat dari malapetaka fiskal itu, Banggar dan TAPD tidak mau persoalan yang sama terjadi lagi pada APBD 2022.
Sejak pemerintah mengajukan dokumen RAPBD 2022, rapat-rapat anggaran dilasanakan intens setiap hari, bahkan berlangsung hingga dini hari.
Semuanya demi kepentingan masyarakat Sikka dengan tampilan postur APBD 2022 yang ideal.

Pendapatan di Kabupaten Sikka, dianggarkan sebesar Rp 1.183.365.000.000, terdiri dari
Pendapat Asli Daerah (PAD) Rp 101.122.764.425,
Pendapatan Transfer Rp 1.034.709.865.575, serta Lain-Lain Pendapatan Daerah yang Sah Rp 47.532.370.000.
Sementara itu belanja dianggarkan sebesar Rp 1.366.228.500.000. Adapun anggaran belanja terdiri dari Belanja Operasi Rp 875.946.827.591, Belanja Modal Rp 272.058.733.170, B
Belanja Tidak Terduga Rp 12.016.232.239, dan Belanja Transfer Rp 206.206.707.000.
Postur pendapatan dan belanja menampilkan defisit sebesar Rp 182.863.500.000. Namun defisit ini akan ditutupi dengan pembiayaan netto Rp 182.863.500.000.
Diketahui penerimaan pembiayaan Rp 211.926.119.534, dan pengeluaran pembiyaan sebesar Rp 29.062.619.534.

Paripurna Penetapan APBD 2022 dipimpin Ketua DPRD Sikka Donatus David. Hadir Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo dan Wabup Sikka Romanus Woga.
Pantauan media ini, rapat paripurna dimulai sekitar pukul 13.30 Wita. Donatus David mengetuk palu penetapan pada pukul 16.00 Wita.
Pada saat itu, Fraksi-Fraksi di DPRD Sikka menyatakan sikap politiknya dengan menerima dan menyetujui RAPBD 2022 ditetapkan menjadi APBD 2022.*** (eny)




















